Media Informasi Masyarakat

Pembunuh PSK Aplikasi Michat Dibekuk Polisi

Denpasar – Pelaku pembunuhan pekerja seks komersial (PSK) diaplikasi Michat berinisial AP, dibekuk jajaran Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Selatan.

“Motif tersangka AP membunuh korban, karena kesal dengan korban yang terus meminta segera membayar uang kencan yang dijanjikan lewat transfer setelah berhubungan badan,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Wisnu Prabowo didampingi Kapolsek Denpasar Selatan AKP I Komang Agus Dharmayana, pada Minggu (5/5/2024) sore.

Kapolresta Wisnu menyampaikan tersangka dan korban saling kenal lewat aplikasi Michat pada akhir April 2024. Kemudian, pada 3 Mei 2024, keduanya sepakat saling bertemu untuk melakukan hubungan badan dengan tarif Rp300 ribu.

Kemudian, korban bercerita kepada tersangka bahwa sedang butuh uang, sehingga kembali mengajak tersangka melakukan hubungan badan dengan tarif Rp500 ribu dan disanggupi tersangka dengan membayar lewat transfer. Kemudian, korban kembali mengajak tersangka melakukan hubungan badan ketiga kalinya dengan tarif Rp300 ribu yang juga dijanjikan pembayaran dengan cara ditransfer.

“Karena tersangka tidak membawa uang cash lagi. Tersangka menjanjikan korban akan ditransfer. Karena kesal terus diminta segera membayar saat berhubungan badan, tersangka melakukan aksi kejinya membunuh korban di kamar kos-kosan wilayah Pemogan, Denpasar Selatan,” katanya.

Wisnu mengatakan, usai membunuh korban dengan cara dianiaya dan memukul korban, tersangka mencekik leher korban dengan kabel catok rambut yang terdapat di kamar kos korban.

“Korban sempat pingsan setelah dianiaya dan dipukul tersangka. Kemudian, tersangka melihat ada catok rambut di kamar kos korban yang kemudian digunakan untuk melilit ke leher korban hingga tewas,” jelasnya.

Tersangka, kata dia, mengambil barang berharga milik korban yakni telepon genggam (HP), perhiasan dan uang korban sebesar Rp300 ribu.

Guna menghilangkan jejak, kata Wisnu, tersangka sempat mengganti baju di kamar kos korban, dengan memakai baju milik korban.

“Menurut keterangan tersangka, baru 2 minggu di Bali, diman saat di Bali tersangka bekerja sebagai Anak Buah Kapal,” jelas Kapolresta.

Perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal 338 dan 365 Ayat 3 KUHP ancaman 15 tahun penjara. “Pelaku kami amankan di Benoa dan sempat melawan petugas. Kami imbau masyarakat Denpasar agar berhati-hati terhadap orang yang dikenal dengan iming-iming sesuai karen banyak terjadi kasus kriminalitas,” katanya.(bgn008)24050506

Comments
Loading...