PDI Perjuangan Se-Bali Serentak Rawat Pertiwi dalam Perayaan Bulan Bung Karno dan HUT Ke-53
Denpasar, Baliglobalnews
DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali melakukan gerakan merawat pertiwi secara serentak di seluruh Bali pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan dan Bulan Bung Karno Tahun 2026.
“Kegiatan ini juga bertepatan dengan, dengan Rahina Tumpek Wariga, hari suci umat Hindu yang dimaknai sebagai momentum memuliakan tumbuh-tumbuhan dan menjaga keharmonisan alam semesta,” kata Koordinator Kegiatan Gerakan Merawat Pertiwi DPD PDI Perjuangan Bali I Nyoman Budiutama pada Rabu (20/5/2026).
Dia menyatakan kegiatan tersebut merupakan gerakan ekologis, gerakan kebudayaan, sekaligus gerakan ideologis partai dalam meneguhkan komitmen menjaga bumi pertiwi sebagai sumber kehidupan rakyat. Gerakan merawat pertiwi, kata dia, menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pembangunan tidak boleh tercerabut dari nilai pelestarian lingkungan, keberlanjutan alam, dan keharmonisan kehidupan manusia dengan alam sekitarnya.
Dia menyebutkan pusat kegiatan tingkat Provinsi Bali dilaksanakan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, yang dipimpin langsung oleh jajaran DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali bersama seluruh kader partai dan elemen masyarakat. “Kegiatan ini dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat, komunitas lingkungan, petani, nelayan, serta berbagai unsur rakyat lainnya sebagai bentuk gerakan gotong royong rakyat Bali dalam menjaga lingkungan hidup,” katanya.
Menurut dia, gerakan merawat pertiwi memiliki makna strategis karena sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menjadi arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya. “Spirit Nangun Sat Kerthi Loka Bali menempatkan alam Bali sebagai ruang kehidupan yang sakral dan harus dijaga secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali secara sekala dan niskala,” katanya.
Melalui gerakan penghijauan, pembersihan lingkungan, konservasi kawasan pantai, pelestarian sumber mata air, pelepasan benih ikan, pelepasan tukik, dan perlindungan keanekaragaman hayati, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga ekosistem alam, mengurangi pencemaran lingkungan, memperkuat ketahanan ekologis, dan membangun Bali yang hijau, bersih, serta berkelanjutan.
Gerakan ini juga merupakan implementasi langsung dari gagasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang secara konsisten menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai bagian penting dari perjuangan ideologis bangsa. “Bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, merawat bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban moral seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Budiutama merinci di Kabupaten Badung sebagai pusat kegiatan Provinsi Bali, aksi dilakukan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa melalui kegiatan bersih-bersih pantai, menanam pohon mangrove, melepas burung, dan melepas tukik yang melibatkan lebih dari 300 peserta dari unsur masyarakat dan kader partai. Di Kabupaten Klungkung, kegiatan dipusatkan di sekitar kawasan Pura Watu Klotok dengan agenda bersih-bersih kawasan pura dan pantai, menanam pohon cempaka, melepas burung kitiran, serta melepas tukik yang melibatkan lebih dari 500 peserta.
“Di Kabupaten Karangasem melaksanakan kegiatan di kawasan sumber mata air Telaga Tista dengan penanaman pohon kelapa entog, sandat, cempaka, pelepasan burung perkutut bangkok dan kukur, serta pelepasan ikan sebagai bentuk pelestarian sumber daya air dan lingkungan hidup,” katanya.
Di Kabupaten Tabanan, kata dia, kegiatan dilaksanakan di Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kerambitan melalui penanaman berbagai jenis pohon produktif dan pohon upakara seperti kelapa upakara, sukun, durian, alpukat, manggis, tabebuya, dan cempaka, serta pelepasan burung dan ikan. Kabupaten Jembrana memusatkan kegiatan di kawasan mangrove Tibu Kleneng, Perancak dengan aksi bersih pantai, menanam pohon kelapa genjah, pohon sukun, mangga, mangrove, serta melepas tukik.
Sementara Kota Denpasar melaksanakan kegiatan di Pantai Sidakarya melalui aksi bersih pantai, menanam pohon cemara, ketapang, mangrove, dan melepas burung. “Kalau di Kabupaten Bangli menggelar kegiatan di kawasan Hutan Suter, Kintamani dengan penanaman pohon nangka, beringin, dan cempaka, pelepasan burung, serta pelepasan bibit ikan di Danau Batur,” katanya.
Demikian juga di Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan di Teluk Bangsal, Desa Sumberkima, Gerokgak dengan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, pelepasan burung, dan pelepasan tukik. Sedangkan, di Kabupaten Gianyar menggelar penghijauan di Desa Kerta, Kecamatan Payangan melalui penanaman kelapa daksina dan kelapa rangda serta aksi bersih pantai dan pelepasan tukik di Pantai Saba, Gianyar. “Gerakan Merawat Pertiwi menjadi simbol bahwa perjuangan politik harus berjalan beriringan dengan perjuangan menjaga kehidupan dan kelestarian alam,” katanya. (bgn008)26052017