Numpang Truk Hendak ke Klungkung, Seorang Sopir Asal Jawa Barat Meninggal di Tabanan
Singasana, Baliglobalnews
Warga di sekitar Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki di sebuah tempat pembuatan sanggah beton pada Jumat (17/4/2026) siang. Korban diketahui bernama Ade Rahmat (60), seorang sopir asal Karawang, Jawa Barat, yang tengah menumpang truk menuju Klungkung.
Kasi Humas Polres Tabanan AKP Gusti Made Berata mengonfirmasi kejadian tersebut. Korban ditemukan meninggal dunia sekira pukul 13.30 Wita dalam posisi tengadah di emperan warung milik warga setempat.
AKP Berata menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa bermula pada Kamis (16/4/2026), saat korban bertemu dengan rekannya, Sahabuddin (64), di wilayah Celukan Bawang, Buleleng. Korban yang bekerja di sebuah perusahaan di Klungkung bermaksud menumpang truk tronton (DK 8403 LM) yang dikemudikan Sahabuddin untuk menuju Gianyar.
Pada Jumat (17/4/2026) sekira pukul 06.00 Wita, setibanya di Desa Samsam, truk yang mereka tumpangi mengalami patah baut roda belakang. Truk akhirnya parkir menepi di dekat tempat pembuatan sanggah beton milik saksi Gede Mustiada (57) untuk menunggu perbaikan dari bengkel. “Setelah makan siang bersama, sopir truk beristirahat di dalam kabin, sementara korban memilih duduk di kursi kayu warung milik saksi sambil bermain ponsel,” ujarnya.
Sekira pukul 13.00 Wita, kata dia, petugas bengkel tiba di lokasi. Saat sopir truk sibuk membantu proses perbaikan kendaraan, dia masih melihat korban duduk di kursi kayu tersebut. Namun, hanya berselang 30 menit kemudian, saksi melihat korban sudah dalam posisi tertidur tengadah di emperan warung. Saksi mencoba membangunkan korban, namun tidak ada respons. Saat pergelangan tangan kanannya diraba, saksi tidak merasakan adanya denyut nadi. Kejadian ini kemudian dilaporkan oleh anak saksi, Hasbian Hadi (40), ke Polsek Kerambitan.
AKP Berata mengatakan saat menerima laporan tersebut, jajaran Polsek Kerambitan bersama Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tabanan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. “Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSU Singasana Nyitdah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini sepenuhnya telah diserahkan ke Satreskrim Polres Tabanan guna penyelidikan penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan, namun kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi. (bgn020)26041711