Media Informasi Masyarakat

Lima ABK Pelaku Penganiayaan Rekannya Hingga Tewas Jalani Sidang Dakwaan

Denpasar, Baliglobalnews

Lima orang anak buah kapal (ABK) yakni Nurdin (25), Dede Hamzah (24), Sadat Agusnia (26), Iyan Sopian (30), dan Deni Rizaldi, duduk di kursi pesakitan, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, pada Selasa (22/9/2026). Kelima ABK tersebut didakwa melakukan aksi kekerasan terhadap dua rekannya, hingga meninggal dunia, setelah dibakar di pinggir Jalan Pelabuhan Benoa, tepatnya di depan Restoran Be Tuna Sirip Biru, Denpasar Selatan.

“Para terdakwa melakukan kekerasan terhadap orang secara terang-terangan atau di muka umum dengan tenaga bersama yang mengakibatkan matinya orang sebagaimana Pasal 458 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta didakwa Pasal 262 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nissa Junilla Maharani, saat membaca amar dakwaan.

Dalam sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ida Bagus Bamadewa Patiputra, didampingi hakim anggota Rudi Ananta Wijaya dan Ni Made Oktimandiani itu, dalam amar dakwaan jaksa menjelaskan, perkara bermula dari persoalan antara Nurdin dan Iyan Sopian dengan korban Egi Ramadhan. Sekitar pukul 03.00 Wita, Egi disebut sempat mendatangi mes ABK di Jalan Batas Dukuh Sari, Denpasar, untuk mencari Nurdin dengan maksud mengajaknya berkelahi. Namun, Nurdin tidak berada di tempat.

Sekitar pukul 04.00 Wita, Nurdin, Dede, Sadat, Iyan dan Deni kemudian bersepakat mencari Egi. Mereka berangkat menggunakan sepeda motor Vario hitam nomor polisi P-2089-UE. Sekitar pukul 04.30 Wita, kelima terdakwa menemukan Egi bersama Hisam Adnan dan Budi Lestiono sedang berada di pinggir jalan depan Restoran Be Tuna Sirip Biru dalam kondisi mabuk.

Dalam dakwaan, terdakwa Iyan kemudian memukul Budi menggunakan balok kayu yang ditemukan di lokasi. Nurdin ikut memukul Budi menggunakan botol kaca berisi minuman, sedangkan Dede memukul kepala Budi hingga korban berhasil melarikan diri. Selanjutnya, terdakwa Iyan menghampiri Egi dan Hisam. Keduanya dipukul secara bergantian. Nurdin juga disebut memukuli wajah kedua korban dan menendang tubuh mereka hingga terjatuh.

Terdakwa Sadat kemudian disebut memukul bagian kepala Egi dan Hisam beberapa kali. Dede turut memukul Hisam dan menginjak pundaknya. Dede kemudian memukul Egi dan menginjak leher korban. Kelima terdakwa sempat meninggalkan lokasi menuju Pelabuhan Benoa. Namun saat kembali melewati lokasi, mereka kembali menemukan kedua korban bersama Budi.

Kekerasan kembali terjadi, terdakwa Dede mengambil batu dan memukulkannya ke bagian belakang kepala Egi sebanyak dua kali. Nurdin kemudian menginjak tubuh Hisam sebanyak tiga kali dan menusukkan pecahan botol kaca ke pinggang kanan Egi sebanyak dua kali. Dalam amar dakwan, terungkap terdakwa Iyan kemudian berteriak meminta agar kedua korban dibakar. “Bakaaar,” demikian teriakan Iyan sebagaimana dibacakan JPU Nissa Junilla Maharani dalam persidangan.

Terdakwa Iyan kemudian disebut menyuruh Sadat dan Deni membeli bensin. Keduanya membeli bensin jenis Pertalite di sebuah warung kelontong di Simpang Benoa, Jalan Diponegoro. Setelah bensin diserahkan, Dede sempat meminta agar aksi tersebut dihentikan. Namun menurut dakwaan, Iyan tetap menyiramkan bensin ke tubuh kedua korban. Nurdin kemudian disebut membakar keduanya menggunakan korek api.

Terdakwa Iyan menyiramkan bensin ke seluruh tubuh kedua korban, kemudian Nurdin membakar keduanya menggunakan sebatang korek api,” kata jaksa. Kelima terdakwa kemudian meninggalkan lokasi menuju tempat kos Deni Rizaldi di Jalan Tukad Badung XV, Denpasar.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi terbakar sekitar pukul 05.00 WITA setelah seorang saksi bernama Yos Barliansyah melihat adanya kebakaran di depan tempatnya bekerja. Dua pecalang, I Wayan Diyantara dan Putu Suaryana, kemudian mendatangi lokasi. Egi Ramadhan dan Hisam Adnan dinyatakan meninggal dunia pada 10 April 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, kedua korban mengalami sejumlah luka akibat kekerasan serta luka bakar derajat dua yang mencapai sekitar 43 persen hingga 44 persen permukaan tubuh.

Pada tubuh Egi ditemukan patah tulang dasar tengkorak, perdarahan di bawah selaput keras otak, serta sembab otak. Sementara pada tubuh Hisam juga ditemukan patah tulang dasar tengkorak, perdarahan di bawah selaput keras otak dan sembab otak.

Dokter forensik menyimpulkan penyebab kematian kedua korban adalah patah tulang dasar tengkorak yang menyebabkan perdarahan di bawah selaput keras otak hingga menimbulkan sembab otak. Kelima terdakwa ditangkap pada 11 April 2026. Masa penahanan mereka kemudian diperpanjang secara bertahap hingga penahanan terakhir berlaku 25 Agustus sampai 23 September 2026. (bgn008)26092216

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam