Lanang Umbara Nilai Teguran Presiden soal Sampah di Bali sebagai Bukti Kasih Sayang
Mangupura, Baliglobalnews
Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan I Gusti Lanang Umbara turut merespons perhatian Presiden Prsbowo Subianto terhadap sampah di Pulau Bali, termasuk di Kabupaten Badung.
Presiden Prabowo Subianto menyetil penangan sampah di Bali yang mengakibatkan pantai dikotori sampah pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin 2 Januari 2026.
Lanang Umbara menilai teguran tersebut adalah bukti kasih sayang dan perhatian Presiden terhadap Pulau Dewata. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Presiden, atas kepedulian dan kecintaannya pada Pulau Bali. Teguran ini memacu dan mengingatkan kami semua untuk sadar menjaga kebersihan,” ujarmya beberapa wsktu lalu.
Lanang Umbara mengucapkan terima kasih. Akan tetapi, Lanang juga membeberkan realitas lapangan yang dihadapi pemerintah daerah terkait asal-usul sampah yang membanjiri pantai.
Dia juga meluruskan bahwa tumpukan sampah yang kerap viral di media sosial bukanlah semata akibat kelalaian warga Bali. Berdasarkan data lapangan, mayoritas sampah di pesisir adalah sampah kiriman yang terbawa arus laut. “Realita yang sesungguhnya, sampah-sampah yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan ton itu, 80 persen adalah dari pulau luar Bali yang terdekat,” katanya.
Sampah tersebut, kata dia, dibuang ke sungai di wilayah lain, hanyut ke laut, dan terbawa angin musim. Saat angin musim barat, sampah menumpuk di pantai wilayah barat seperti Kuta, Kedonganan, dan Canggu. Sebaliknya, saat musin timur, sampah menyasar Tanjung Benoa.
Oleh karena itu, fia meminta agar fenomena sampah lintas wilayah ini menjadi perhatian serius (concern) Pemerintah Pusat. “Bali adalah pulau pariwisata, wajah Indonesia. Keindahan dan kebersihannya harus dijaga. Karena ini sampah lintas pulau, Pemerintah Pusat harus ikut turun tangan menanganinya,” katanya.
Karena itu, dia mengharapkan adanya penyelesaian sampah di julu yaitu di barat Pulau Bali. “Kalau di Barat Pulau Bali sampahnya tertanganidengan baik, pada saat angin barat tidak terlalu banyak sampah dari barat akan terbawa ke Pulau Bali,” katanya.
Mengingat volume sampah kiriman yang begitu besar, Lanang menyampaikan permohonan mendesak kepada Presiden Prabowo terkait infrastruktur pembuangan.
Dia meminta rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ditunda hingga fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) benar-benar beroperasi penuh. Hal ini krusial karena pemerintah daerah terbentur aturan dalam pengadaan alat secara mandiri.
“Kami memohon kepada Bapak Presiden untuk menunda penutupan TPA Suwung hingga PSEL beroperasi. Agar sampah-sampah (kiriman) tersebut sementara dapat dibuang ke sana, dikarenakan kami tidak diperbolehkan membeli mesin incinerator sendiri,” katanya.
Lanang memastikan Pemkab Badung telah bekerja keras menjaga kebersihan melibatkan TNI, Polri, desa adat, hingga ormas. Regulasi ketat pun sudah diterapkan. “Dari tingkat banjar sampai kecamatan, kami sudah melarang dan memberi sanksi tegas warga yang membuang sampah ke sungai,” katanya.
Dia berharap Presiden Prabowo juga menyerukan peringatan keras kepada seluruh warga negara Indonesia untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah. “Ini butuh kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia. Jangan buang sampah ke sungai, karena akan terbawa ke laut dan menyebar ke mana saja, termasuk mengotori Bali,” pungkasnya. (bgn003)26020805