Kwarnas Pramuka Buat Pedoman Program Perubahan Iklim dan Duta Perdamaian
Jakarta, Baliglobalnews
Kwarnas (Kwartir Nasional) Pramuka menyusun aturan tentang Pedoman Adopsi Inisiatif Kepramukaan Dunia (World Organization of Scout Movement/WOSM’s Better World Framework and Initiatives).
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Kwarnas Pramuka/Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri, Kak Ahmad Rusdi, dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/12)
“Program tersebut menantang anggota muda Gerakan Pramuka untuk melakukan kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat dan agar peduli kepada tema global sehingga menjadi warga dunia yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s),” katanya.
Menurut Kak Ahmad Rusdi, Better World Framework (BWF) merupakan program yang menantang bagi anggota pramuka terkait empat bidang tematik, yaitu Lingkungan Hidup dan Keberlanjutan; Perdamaian dan Keterlibatan Masyarakat; Kecakapan Hidup; dan Kesehatan dan Kesejahteraan. Pramuka yang berhasil mengikuti program tersebut bakal memperoleh badge atau emblem yang dijahit di seragam dan diberikan sertifikat.
Kak Ahmad Rusdi menjelaskan tema pertama dilaksanakan melalui program bernama Earth Tribe (menyatu dengan alam). Program ini mengatasi perubahan iklim, mempromosikan perilaku ramah lingkungan dan sehat, serta menyatu dan melindungi alam secara berkelanjutan. Tujuannya agar pramuka mempraktikkan isu tentang: konsumsi yang bertanggung jawab; alam dan keanekaragaman hayati; energi bersih; dan pengelolaan polusi. Lencana yang diberikan adalah pelestari alam, pemanfaat tenaga surya sebagai energi terbarukan, dan pegiat penanggulangan sampah plastik di laut.
Nama program untuk tema kedua adalah Duta Perdamaian atau Messengers of Peace (MoP) yang sudah dimulai sejak 2011. Tujuannya adalah membangun perdamaian; keberagaman dan inklusif; budaya dan warisan; aksi kemanusiaan; keterlibatan masyarakat; dan kesetaraan gender. Ada tiga lencana MoP, yaitu mediator dialog perdamaian; pelestari warisan budaya; dan kesetaraan gender.
Untuk tema ketiga, nama programnya adalah Keterampilan untuk Hidup. Ada 4 tujuan, yakni kemampuan interpesonal; kepemimpinan; minat membaca; STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Math); dan kewirausahaan. Untuk tema terakhir adalah Kesehatan dan Kesejahteraan, yang tujuannya untuk: pola hidup yang sehat; keselamatan diri; kesehatan mental; kesehatan seksual dan reproduksi; dan ketenangan jiwa dan spiritualitas.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional Pramuka (Pusdiklatnas), Kak Sigit Muryono, menjelaskan para pelatih dan pembina perlu diingatkan kembali tentang WOSM’s Better World Framework and Initiatives. “Program itu sangat penting bagi Indonesia dan dibutuhkan pramuka,” katanya. Program tersebut dapat masuk sebagai materi penunjang pada kursus Mahir Dasar dan Mahir Lanjutan bagi pembina pramuka. “Nara sumber atau infrastrukturnya dari ahli, bukan dari pelatih pembina,” ujarnya.
Program BWF itu juga bisa masuk ke dalam penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Pramuka yang sedang disusun, dan Buku Panduan Pembina Pramuka. Materinya, kata Kak Sigit, bisa menjadi bagian buku tersebut atau menjadi buku saku pembina. (bgn003)21121702


