Media Informasi Masyarakat

Komisi IV DPRD Tabanan Soroti Utang RSUD Tabanan akibat Klaim BPJS

Tabanan, Baliglobalnews

Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja bersama Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan dan Direktur RSUD Singasana serta perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk membahas masalah utang RSUD Tabanan yang mencapai Rp31 miliar di ruang rapat DPRD Tabanan pada Rabu (5/2/2025).

Utang ini disebabkan oleh klaim BPJS kesehatan yang tidak sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. BPJS kesehatan berpegang pada regulasi yang ada, yang mengatur 141 jenis penyakit yang tidak dapat diklaim oleh BPJS kesehatan.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana menyampaikan bahwa informasi yang diperoleh pihaknya soal kerugian itu dikarenakan situasi dilematis pihak RSUD Tabanan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Khususnya yang berkaitan dengan layanan UGD namun tidak bisa diklaim ke BPJS Kesehatan. “Misalnya, ada masyarakat yang demam saat malam. Di rumah panasnya 40 derajat. Datang ke UGD, panasnya turun. Kalau tidak dilayani, RSUD kena komplain. Kalau dilayani, RSUD tidak bisa klaim ke BPJS,” ujarnya.

Situasi seperti itu, menurut Wastana, tentu sangat dilematis bagi manajemen RSUD Tabanan. “Serba salah. Kalau dilayani rugi (tidak bisa klaim BPJS). Kalau tidak dilayani malah berdampak buruk bagi pelayanan,” katanya.

Wastana juga menyoroti sistem manajemen RSUD Tabanan yang berstatus BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Menurut dia, status ini membuat rumah sakit harus mencari pendapatan sendiri, padahal ada utang yang belum terselesaikan. “Dengan utang 31 miliar ini bagaimana kita bisa mampu menyelesaikan. Kalau ini numpuk-numpuk kan menjadi berbahaya,” tuturnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan beberapa solusi. Selain mengedukasi masyarakat tentang regulasi BPJS, mereka juga mendorong Dinas Kesehatan untuk membangun puskesmas rawat inap 24 jam dan 12 jam dengan UGD. Tujuannya adalah untuk memfilter pasien yang datang ke UGD RSUD Tabanan, sehingga hanya pasien gawat darurat atau emergensi yang ditangani.

“Maka kemarin di Dinas Kesehatan itu kita bicarakan. Bahwa membangun puskesmas rawat inap 24 jam dan 12 jam dengan UGD itu sebuah solusi memfilter. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu informasi ini nyelonong masuk ke UGD Tabanan,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, menambahkan bahwa masalah ini juga disebabkan oleh kurangnya sosialisasi BPJS kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak tahu tentang hak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan melalui BPJS. “Ketika masyarakat punya BPJS dia sakit wajib mendapat layanan. Jadi, di sini ada kekurangannya sosialisasi BPJS terhadap masyarakat,” ujarnya.
Dia juga menyoroti kurangnya kerja sama antara rumah sakit dan BPJS dalam membantu pasien mendapatkan hak mereka. Menurut dia, perlu ada strategi yang lebih baik untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan klaim BPJS kesehatan yang sesuai. “Nah ini bagaimana kerja sama kita dengan BPJS sejauh mana pasien sakit yang memang harus diklaim dibantu maksimal pendapatan klaim. Jadi, ini juga salah satu strategi untuk mengurangi kerugian,” katanya. (bgn020)250305

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam