Media Informasi Masyarakat

Kejari Tabanan Terapkan Keadilan Restorative Justice Berikan Kesempatan Kedua kepada Omyati 

Tabanan, Baliglobalnews

Omyati (38), seorang perempuan yang terjerat kasus pencurian sepeda motor, akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah ditahan selama dua bulan di sel Polsek Baturiti. Kebebasannya dimungkinkan berkat restorative justice yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan dan disetujui oleh Kejaksaan Agung.

Kebebasan Omyati untuk memulai kesempatan kedua ditandai pelepasan borgol dan rompi tahanannya oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan, Ni Made Herawati, di depan kantor Kejaksaan Negeri Tabanan pada Rabu (5/6/2024).

Omyati terjerat kasus hukum karena membantu kekasihnya, Ivan (DPO), mencuri sepeda motor milik bosnya yaitu Honda Vario bernomor polisi DK 7341 HN milik I Wayan Sukerta tanpa izin di tempat kerjanya sebagai buruh di gudang toko UD Widya Mandiri, Desa Perean Tengah, Baturiti, pada 31 Maret 2024.

Herawati menyebutkan Omyati melakukan tindak pidana pencurian karena diperintah oleh Ivan, seorang (DPO). Berdasarkan aturan restorative justice, jaksa penuntut umum melaksanakan upaya perdamaian dengan menghadirkan kedua belah pihak pada 22 Mei 2024. “Kebebasan Omyati ini berkat kemurahan hati korban yang memaafkan perbuatan tersangka dan jaminan bahwa tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya memungkinkan upaya restorative justice ini dilaksanakan,” ujarnys didampingi Kasi Pidum Ngurah Wahyu Resta dan Kasi Intel I Gusti Ngurah Anom Sukawinata.

Sementara Kasi Pidana Umum Kejari Tabanan, Ngurah Wahyu Resta, menjelaskan bahwa pembebasan Omyati sudah memenuhi semua syarat yang diatur dalam Pasal 5 Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif. “Berdasarkan surat Kepala Kejaksaan Tinggi Bali RJ-34 Nomor R-142/N.1/Eoh.2/5/2024, Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan mengeluarkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara Nomor B-1664/N.1.17/Eoh.2/06/2024 pada 4 Juni 2024. Dengan surat ini, proses penuntutan terhadap Omyati dihentikan dan dikembalikan kepada keluarganya,” katanya.

Pembebasan Omyati merupakan kasus ketiga di tahun 2024 di mana Kejari Tabanan menerapkan keadilan restorative justice. (bgn020)24060509

Comments
Loading...