Media Informasi Masyarakat

Kawal Skema Baru Pengelolaan Tanah Lot, Pansus VIII DPRD Tabanan Tekankan Pentingnya Sosialisasi kepada Masyarakat Lokal

Tabanan, Baliglobalnews

Pola pengelolaan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot dipastikan memasuki babak baru. Dalam Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) VIII DPRD Tabanan bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Gedung DPRD Tabanan pada Kamis (29/1/2026), disepakati skema penugasan kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana (SS) sebagai pengelola baru aset andalan Kabupaten Tabanan tersebut.

Kesepakatan ini diambil dalam rangka pembahasan lanjutan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dengan pihak ketiga, yakni Desa Adat Beraban. Hal ini dilakukan mengingat masa perjanjian kerja sama pengelolaan DTW Tanah Lot akan berakhir pada 17 November mendatang.

Ketua Pansus VIII DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi menegaskan bahwa skema penugasan ke Perumda dinilai paling rasional dan memiliki landasan hukum yang kuat. Namun, ia memberikan catatan tegas agar pengelolaan tidak dijalankan secara umum oleh induk Perumda, melainkan melalui unit usaha khusus atau anak perusahaan yang akan diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup). “Kami akan memastikan bahwa dalam pengelolaan di bawah Perumda ini, yang dibentuk adalah unit bisnis. Unit usaha ini tentunya harus punya pembukuan sendiri dan manajer bisnis yang profesional, tidak tercampur dengan induknya,” ujarnya. 

Terkait mundurnya Direktur Utama Perumda saat ini, Eka Nurcahyadi justru melihat hal tersebut sebagai momentum bagi pemerintah untuk merekrut sumber daya manusia (SDM) yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan pariwisata.

Pihaknya juga mengingatkan agar PKS yang baru nanti tetap mempertimbangkan PKS sebelumnya dan mengakomodir aspirasi Desa Adat Beraban serta Pengempon Pura. “Harapan kami tidak akan ada conflict of interest atau benturan kepentingan semua pihak, baik Pemkab, Desa Adat, dan Pengempon, harus duduk bersama agar pengelolaan ini berjalan nyaman dan selesai dengan baik,” katanya.

Pansus VIII juga menaruh perhatian serius pada stabilitas sosial. Anggota Pansus VIII, I Wayan Lara, memberikan catatan khusus agar implementasi skema ini tidak merugikan masyarakat sekitar, terutama para staf yang telah mengabdi lama. “Sepanjang yang disampaikan, kami memegang komitmen bahwa tidak boleh ada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi staf yang ada saat ini dan pendapatan para pihak tidak boleh dikurangi. Perubahan ini tidak boleh merugikan masyarakat,” katanya.

Lara juga mengingatkan pemerintah agar tidak “bermain sendiri” dalam menyusun skema ini. Koordinasi dan mediasi dengan pihak Desa Adat Beraban serta Pengempon Pura harus menjadi prioritas utama agar skema yang dinilai final oleh pemerintah dapat diterima dengan baik oleh warga lokal. “Jangan sampai ketika disodorkan ke Desa Adat Beraban, mereka merasa tidak cocok karena tidak dilibatkan sejak awal kajian. Pemerintah harus menjelaskan secara persuasif bahwa perubahan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi semua pihak, bukan untuk mengambil alih sepihak,” katanya.

Sementara Asisten II Setda Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana, mengatakan bahwa pihak eksekutif telah merampungkan kajian komprehensif yang mencakup aspek hukum, sosial, hingga ekonomi. Hasil kajian ini menjadi landasan utama bagi pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan kepada Perumda Jayaning Singasana. “Kajian hukum menjadi hal yang paling krusial untuk mengamankan legalitas aset. Kami sudah sepakat penugasan ini diberikan kepada Perumda SS, dan skema pembiayaan serta hitungan bisnisnya pun sudah dipaparkan di hadapan Pansus,” ujarnya.

Terkait potensi pro dan kontra di masyarakat, dia menyatakan berencana melakukan sosialisasi secara bertahap, dimulai dengan pengumpulan data masyarakat hingga sosialisasi teknis pasca-terbitnya Peraturan Bupati (Perbup). “Kami ingin pendekatan kekeluargaan agar program ini diterima dengan baik dan legalitasnya aman,” pungkasnya. (bgn020) 26012912

Leave A Reply

Your email address will not be published.

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern