Media Informasi Masyarakat

ITS adakan KKN bantu maksimalkan potensi Desa Wisata di Klungkung-Bali

Klungkung, Baliglobalnews

Sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengadakan program Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN Abmas) di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, selama empat bulan untuk membantu desa iu memaksimalkan potensinya sebagai salah satu Desa Wisata di Pulau Dewata.

“Sejak ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemkab Klungkung, ternyata Desa Tihingan belum memiliki dokumen perencanaan fisik dan konsep desa wisata yang akan ditawarkan, baik potensi alam maupun industri desa,” kata Ketua Tim Abmas Desa Tihingan, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc., dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin.

Padahal, kata Guru Besar Teknik Sistem Perkapalan ITS tersebut, Tihingan telah kondang akan potensi keindahan alamnya dan juga dikenal sebagai pusat perajin gamelan Bali di tingkat nasional hingga internasional.

“Sebelumnya, kami telah mengadakan pembukaan sekaligus survei yang digelar selama empat hari dan berakhir Sabtu (19/6) lalu,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima dari Humas ITS Surabaya.

Oleh karena itu, ITS mengadakan KKN dengan mengusung tema “Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Melalui Pengembangan Unit Bisnis Wisata Alam Dan Budaya Di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung-Bali” yang diikuti oleh 15 mahasiswa dan sembilan dosen lintas departemen.

Setelah melakukan survei selama empat hari dengan melibatkan wakil dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undhiksa) dan Universitas Warmadewa, maka Tim KKN ITS menemukan beberapa potensi konsep desa wisata yang akan dicoba lebih lanjut, di antaranya Eduwisata Merdeka Belajar (EMB) dan Fasilitas Jogging/Tracking/Cycling yang akan memanfaatkan kealamian dan keindahan alam setempat.

“Konsep EMB ini digadang-gadang akan memanfaatkan kearifan lokal, karena sarana rumah yang dimiliki oleh warga desa akan digunakan sebagai homestay dan dalam kerangka pembelajaran di ruang/alam terbuka akan diakui sebagai credit earning ataupun pemenuhan kegiatan kurikuler bagi siswa SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi,” katanya.

Materinya, menyoal budaya, kesenian, pertanian, hingga peternakan sebagai konten utama dalam proses pembelajaran di alam terbuka. Selain itu, kegiatan ini akan dibimbing oleh instruktur lokal yang umumnya merupakan guru-guru yang berasal dari desa setempat.

“Peserta eduwisata akan melakukan eksplorasi dalam konten tertentu dan akan diakomodasi dalam homestay yang dimiliki oleh penduduk dan dikelola BUMDes,” katanya.

Untuk itu, penetapan standar pelayanan homestay, standar kebersihan, standar kurikulum merdeka belajar serta standar penyediaan makanan dan lainnya akan dirancang dan diajarkan kepada para instruktur melalui program pelatihan berjenjang.

Kegiatan ini, kata Ketut, akan menghasilkan luaran berupa masterplan Pengembangan Desa Wisata yang terdiri dari perencanaan infrastruktur dan desain ruang, perencanaan digital marketing, pembuatan sistem informasi manajemen, dan unit bisnis perdagangan untuk BUMDes.

“Selain itu, kami juga akan menghibahkan hardware dan software-nya, menyusun model bisnis dan kajian keekonomian serta merencanakan infrastruktur ICT pendukungnya. Penyusunan dokumen tersebut diharapkan dapat terselesaikan pada Oktober,” katanya.

Selanjutnya, sosialisasi langsung kepada stakeholders di Desa Tihingan yang juga akan dilaksanakan di bulan yang sama setelah diskusi virtual untuk memastikan bahwa masterplan desa wisata yang disusun dalam KKN Abmas ini sesuai dengan harapan, kapasitas, serta kondisi sosial budaya yang ada.

Guna menjamin bahwa inisiatif desa wisata dan program yang direncanakan tidak akan berdampak pada kondisi sosial, budaya, adat dan nilai-nilai yang diusung masyarakat setempat, maka serangkaian pemetaan sosial (social mapping) dilaksanakan secara komprehensif melalui wawancara dan diskusi bersama perwakilan pemerintahan desa, tokoh dan masyarakat.

Selama kegiatan ini, Focus Group Discussion (FGD) antara tim KKN Abmas dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis), pengelola BUMDes, serta tokoh masyarakat dilaksanakan setiap malam. “Diskusi ini kami lakukan secara terbuka sehingga beberapa aspirasi dari semua komponen masyarakat dapat dijaring secara langsung,” kata Ketut.

Di sela-sela kegiatan KKN Abmas tersebut, Tim ITS sempat dikunjungi oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar, sekaligus tokoh masyarakat Gianyar I Gusti Ngurah Anom Masta, untuk memberi arahan terkait desa wisata.

“Bahkan, kami ditawarkan untuk melakukan benchmarking ke Kabupaten Gianyar dan akan difasilitasi untuk melihat tata kelola dan tata perencanaan desa wisata di Gianyar,” ujar Ketut.

Ketut menambahkan keberhasilan program ini bergantung pada kerja cerdas serta komunikasi yang efektif dan terbuka antara Tim KKN Abmas ITS dengan pemangku kepentingan di Desa Tihingan.

“KKN ini merupakan bentuk riil dari konsep Merdeka Belajar, sehingga diharapkan menjadi model yang digunakan sebagai salah satu implementasi berbagai jenjang sekolah di Indonesia,” katanya.*(bgn123)21062116

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam