Media Informasi Masyarakat

Intensitas Hujan Meningkat, Tim Respon Cepat Kota Denpasar Berjibaku Tangani Genangan

Denpasar, Baliglobalnews

Hujan yang mengguyur Kota Denpasar sejak kemarin membuat debit air sungai meningkat. Kondisi ini dibarengi dengan pasang air laut disertai angin kencang membuat beberapa titik di Kota Denpasar terjadi genangan dan pohon tumbang. Guna menangani hal tersebut, Tim Gabungan Pemkot Denpasar yang terdiri atas DPUPR, DLHK, BPBD dan relawan terjun langsung berjibaku menangani genangan pada Senin (6/12).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, saat dimintai konfirmasi mengatakan peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang belakangan ini membuat beberapa titik di Kota Denpasar tergenang dan pohon tumbang. Karena itu, sejak kemarin Tim Respon Cepat Kota Denpasar langsung bergerak.

Gus Joni menyebutkan beberapa titik yang mengalami genangan yakni Kawasan Jalan Pulau Misol Gang I, Perumahan Tegal Permai, Jalan Pemogan Gang Permata Hijau, Jalan Paku Sari, Jalan Griya Anyar, Perumahan Padang Indah, Mekar Jaya Pemgogan dan beberapa titik lainya di wilayah Kota Denpasar.

“Saat ini Tim terus bergerak untuk melaksanakan penanganan, apakah itu pembersihan saluran untuk mempercepat aliran air ataupun penanganan pohon tumbang serta evakuasi masyarakat yang terjebak genangan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga secara intens terus berkordinasi dengan BMKG. Sehingga upaya mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan dapat dioptimalkan sedini mungkin.

“Sesuai dengan prediksi BMKG bahwa Badai La Nina akan terjadi pada Bulan November hingga Februari, dan kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat menunda untuk bepergian jika terjadi hujan lebat. Namun, jika terpaksa agar tidak berteduh atau berdekatan dengan pohon perindang yang besar, papan reklame serta piranti ketinggian lainya. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif untuk memberikan informasi berkaitan dengan keberadaan pohon perindang yang membahayakan. Selain itu, masyarakat juga agar tidak membuang sampah sembarangan untuk menghindari banjir.

“Kami juga telah berkordinasi bersama OPD terkait seperti halnya DLHK untuk optimalisasi perompesan pohon dan DPUPR untuk normalisasi alur sungai dan perawatan tebing dan terasering yang rawan longsor,” ujarnya.

Dia juga minta masyarakat untuk memantau kerawanan bencana lewat Aplikasi Inarisk dan Info BMKG serta

segera menghubungi BPBD Kota Denpasar melalui saluran telepon di 112 atau 0361 223333 jika ada bencana. (bgn003)21120616

Comments
Loading...