IKK Bali Masuk Level Optimis
Denpasar, Baliglobalnews
Persepsi positif konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terus terjaga, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 yang berada pada level optimis atau nilai indeks di atas 100.
“IKK Provinsi Bali lebih tinggi dibandingkan IKK Nasional sebesar 125,2. Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh kelompok pendapatan Rp5-6 juta (139,5), kelompok pendapatan Rp4-5 juta (138,2), kelompok pendapatan Rp6-7 juta (135,8), serta kelompok pendapatan di atas Rp8 juta (132,8),” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja pada Sabtu (14/3/2026).

Menurut dia, optimisme IKK itu tercermin dari responden kategori pekerja disektor formal (135,3) dan informal (121,1). Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia, untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Serta, harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang.

Dia menilai perlambatan komponen IKK tertahan oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 5,7% (mtm) dari sebelumnya 128,3 menjadi 121,0. Perlambatan IKE utamanya disebabkan oleh menurunnya indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu hingga 13,1% (mtm). “Meskipun Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali periode Februari 2026 menunjukkan perlambatan IKK sebesar 130,6 (turun -3,6% mtm), level IKK masih berada pada level optimis,” katanya.
Dari responden yang menjawab turun, kata dia, mayoritas responden memutuskan untuk menahan pembelian barang elektronik. Penurunan IKE turut disumbang oleh indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 6,3% (mtm). “Mayoritas responden meyakini bahwa akan terjadi penurunan omzet, sehingga responden cenderung untuk menahan konsumsi di tengah low season wisatawan,” katanya.
Hal ini selaras dengan data Angkasapura pada bulan Februari 2026 yang menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara menurun sebesar 11,2% (mtm), dengan total jumlah kunjungan sebanyak 814 ribu orang. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut melambat dari 142,7 menjadi 140,2 (turun 1,8%; mtm). Faktor penahan pertumbuhan IEK utamanya berasal dari penurunan indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 4,3% (mtm) atau sebesar 135,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 1,4% (mtm) atau sebesar 140,0.
Menurut dia, responden menilai penurunan tersebut turut dipengaruhi oleh masih adanya ketidakpastian geopolitik yang dapat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, sehingga meningkatkan persaingan usaha.
Di sisi lain, IKE dan IEK masih berada pada level optimis (> 100,0) masih terjaga oleh komponen IKE pada indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu mengalami peningkatan sebesar 1,5% (mtm). “Hal ini sejalan dengan keyakinan responden terhadap
kondisi ekonomi secara umum yang masih positif bersamaan dengan rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” katanya.
Guna menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. “Untuk menjaga tingkat kunjungan wisatawan domestik selama periode HKBN, Pemerintah memberikan promo bagi moda transportasi kapal laut hingga 30% mulai 1 Maret hingga 5 April 2026, tiket pesawat rute domestik hingga 18% untuk keberangkatan pada 14-29 Maret 2026. Stimulus ini, diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (prostability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth),” tegasnya. (bgn008)26031404




