Festival Ogoh-ogoh Singasana III Tabanan Siap Digelar, 10 Karya Terbaik Lolos ke Tingkat Kabupaten
Singasana, Baliglobalnews
Semangat kreativitas dan kebersamaan generasi muda Tabanan kembali bergelora menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Sepuluh ogoh-ogoh terbaik karya seka teruna dari masing-masing kecamatan dipastikan akan meramaikan puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Kabupaten Tabanan Tahun 2026 yang digelar pada 15 Maret 2026 di pusat Kota Tabanan.
Kepastian tersebut menyusul pengumuman pemenang lomba ogoh-ogoh tingkat kecamatan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan. Sepuluh ogoh-ogoh yang telah melalui tahapan seleksi ini selanjutnya akan dinilai di tingkat kabupaten sekaligus tampil dalam parade seni budaya di depan panggung kehormatan yang dipusatkan di kawasan Taman Bung Karno Tabanan.
Pada puncak acara nanti, ogoh-ogoh dari para seka teruna tersebut akan beratraksi di depan panggung Garuda Wisnu Singasana sebagai bagian dari rangkaian festival yang menjadi agenda budaya tahunan Kabupaten Tabanan.
Adapun 10 ogoh-ogoh yang lolos ke tingkat kabupaten berasal dari perwakilan masing-masing kecamatan, yaitu Seka Teruna (ST) Darma Bhakti Banjar Tampak Karang Desa Apuan (Baturiti), ST Pratisena Ardhani Nararya Banjar Padangan Kaja Desa Padangan (Pupuan), ST Yowana Bhakti Kecana Banjar Bajera Kaja Desa Bajera (Selemadeg), ST Santhi Dharma Yowana Banjar Tengah Desa Antosari (Selemadeg Barat), ST Widya Santhi Banjar Dinas Kemetug Desa Gunung Salak (Selemadeg Timur), ST Tri Tunggal Jaya Banjar Dinas Riang Delod Sema Desa Riang Gede (Penebel), ST Tri Puspajati Banjar Lebah Desa Tista (Kerambitan), ST Bhina Satrya Banjar Dinas Munggal Desa Kukuh (Marga), ST Permata Banjar Tanah Bang Desa Banjar Anyar (Kediri), serta ST Wikrama Banjar Kamasan Desa Dajan Peken (Tabanan).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada para ST se-Tabanan yang telah berpartisipasi dan berhasil lolos melalui tahapan seleksi hingga tingkat kabupaten.
Menurut dia, karya ogoh-ogoh yang dihasilkan tidak hanya menunjukkan kreativitas seni, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan generasi muda dalam menjaga tradisi dan budaya Bali. “Saya memberikan apresiasi kepada 10 ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna se-Tabanan yang telah melalui proses dan tahapan penilaian hingga terpilih mewakili kecamatannya. Pada 15 Maret nanti saya akan hadir langsung untuk menyaksikan kreativitas dan semangat para generasi muda dalam parade ogoh-ogoh tersebut,” ujarnya saat dimintai konfirmasi pada Senin (9/3/2026).
Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi pemerintah daerah, Sanjaya menyatakan seluruh peserta yang lolos ke tingkat kabupaten dipastikan mendapatkan uang kepesertaan masing-masing Rp35 juta. Selain itu, para peserta juga berkesempatan meraih penghargaan tambahan bagi yang terpilih sebagai juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Dia menyampaikan kegiatan Festival Ogoh-Ogoh Singasana tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya serta pemberdayaan generasi muda yang sejalan dengan visi pembangunan daerah. “Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus menjaga warisan budaya Bali. Hal ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, di mana budaya, kreativitas generasi muda, serta kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun Tabanan yang maju dan berkarakter,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan I Made Subagia mengatakan bahwa 10 ogoh-ogoh yang telah ditetapkan sebagai perwakilan kecamatan akan dibawa oleh masing-masing ST menuju kawasan Taman Bung Karno Tabanan, tepatnya di depan panggung Garuda Wisnu Singasana pada 11 hingga 12 Maret 2026.
Dia mengimbau para ST yang membawa ogoh-ogoh menuju lokasi display untuk tetap menjaga ketertiban selama perjalanan. “Kami mohon kepada para peserta agar tetap menjaga ketertiban saat membawa ogoh-ogoh menuju lokasi display. Kami juga memohon permakluman kepada masyarakat apabila nanti ogoh-ogoh melintas di jalan raya menuju lokasi sehingga mungkin terjadi sedikit kemacetan,” katanya.
Subagia menambahkan, ogoh-ogoh yang dilombakan akan dipajang selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026 di kawasan Garuda Wisnu Singasana. Proses penilaian festival akan dilaksanakan pada 14 Maret 2026 di area tersebut.
Sementara pada 15 Maret 2026 pukul 16.00 WITA akan digelar pawai 10 ogoh-ogoh sekaa teruna tersebut yang menjadi puncak acara festival. Pada hari yang sama, sejak pukul 09.00 Wita juga akan berlangsung pawai ogoh-ogoh mini yang diikuti oleh anak-anak taman kanak-kanak sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini. (*/bgn003)26030910