Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Meroket Jelang Imlek
Denpasar, Baliglobalnews
Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Bali mencatat permintaan atau ekspor manggis dari Bali ke Tiongkok meroket tajam.
“Berdasarkan data, kami telah menyertifikasi 79,5 ton manggis selama kurun waktu 1 Januari-9 Februari 2026 atau meningkat 700% dibandingkan Desember 2025,” kata Kepala Karantina Bali Heri Yuwono di Denpasar, pada Selasa (10/2/2026).
Heri menyampaikan komoditas tersebut populer di kalangan masyarakat Tiongkok saat Imlek, terutama karena nilai simboliknya yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan. Selain itu, warna dan rasanya dianggap cocok sebagai persembahan maupun sajian istimewa saat perayaan. “Untuk ekspor manggis ini merupakan salah satu langkah nyata Badan Karantina Indonesia dalam membuka pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia. Penanganan yang sesuai dengan protokol ekspor manggis ke Tiongkok dan menjamin ketertelusuran, sehingga produk pertanian Indonesia dapat bersaing di pasar global,” ucapnya.
Petugas Karantina Bali, kata dia, memastikan kesehatan manggis sesuai persyaratan negara tujuan. Persyaratan teknis sesuai protokol ekspor yang sudah disepakati kedua negara di antaranya bebas kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, dan siput.
Dia menjelaskan, sesuai arahan Kepala Barantin Sahat M. Panggabean untuk mendorong program Go Ekspor, mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian dan perikanan serta berkelanjutan. “Program Go Ekspor ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melanjutkan industrialisasi untuk penambahan nilai tambah ekonomi,” katanya.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), pada periode tersebut, Karantina Bali telah menyertifikasi ekspor manggis sebanyak 42 kali dengan volume 79,5 ton dan nilai ekspor sebesar Rp2,6 miliar. (bgn008)26021012