Duta Kabupaten Badung Suguhkan Empat Penampilan Apik Angklung Kebyar Khas
Denpasar, Baliglobalnews
Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Duta Kabupaten Badung, menyuguhkan empat penampilan apik dalam Angklung Kebyar Khas serangkaian Pesta Kesenian Bali 2026 di Kalangan Ratna Kanda, pada Rabu (1/7/2026) sore.
Ketua Sanggara I Made Nova Antara menyampaikan keempat penampilan yang disuguhkan yakni Tari Wiranata, Tabuh keklentangan Manuk Dewata, Tari Kreasi Luwih Linggih dan Tabuh Kreasi Ugal-Agil. “Hari ini, Desa Adat Legian yang merupakan Duta Kabupaten Badung menyuguhkan penampilan Tari Wiranata, keklentangan dengan tema manuk Dewata, tari kreasi luwih memiliki makna perjalan Atma diberikan tempat yang baik dan tempat istimewa, dan tabuh kreasi dengan judul ugal-agil yang memiliki makna dari perjalanan sang Atma saat di titi ugal-agil. Dimana, ini merupakan imajinasi penggarap yang dituangkan dalam bentuk karawitan,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Dia menyatakan penampilan empat garapan kesenian tersebut tidak jauh dari tema PKB yakni Atma kerthi atau memuliakan sang Atma. Sehingga, semua tema PKB terkandung dalam empat materi yang disuguhkan. “Untuk persiapan dilakukan sejak 4 bulan, dengan jumlah personel sebanyak 44 seniman atau 100 persen dari desa adat Legian,” katanya.
Dia menuturkan, dalam garapan kali ini terdapat penampilan spesial dimana pada tabuh kreasi, penabuh membawa properti berupa kain yang notabena penggambar dari raksasa yang menjaga atma-atma tersebut. Kemudian, pada tari kreasi juga membuat harapan tarian prosesi pengabenan, dimana penari diangkat tinggi setelah itu menyunggi bokoran dan bagian akhir sang Atma dilinggihkan menjadi piasan di kepala.
Sementara Penata Tabuh I Wayan Partana menyampaikan dalam menyiapkan tabuh kreasi dalam waktu empat bulan ini, memang memerlukan waktu ekstrakerja keras. Namun, berkat kekompakan semua penabuh dapat berjalan baik. “Astungkara para penabuh kita di Legian, bisa kompak dengan cepat. Kami juga bangga, karena minat masyarakat Legian dan anak muda Legian tentang kesenian sangat tinggi,” katanya.
Meski para penabuh di Legian memiliki pekerjaan tetap pada sektor pariwisata di Legian, semangat mereka untuk mengatur antara jam kerja dan latihan sangat bagus. “Biar pun kita berada di daerah pariwisata, kita mampu ikut menjaga seni dan budaya Bali ini,” katanya.
Untuk penabuh yang diakibatkan, kata dia, lebih banyak anak muda yang diterjunkan, sehingga ada regenerasi penabuh di Legian secara terus menerus. “Saat ini sudah diregenerasikan kepada anak muda di Legian, agar bisa terus lestari kesenian ini,” katanya. (Adv/bgn008)26070101