Media Informasi Masyarakat

Dukung Sensus Ekonomi, Gubernur Wayan Koster Wajibkan Data sebagai Landasan Menyusun Perencanaan Pembangunan Bali ke Depan

Denpasar, Baliglobalnews

Gubernur Bali Wayan Koster mendukung pelaksanaan sensus ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik. Secara tegas pihaknya meminta kepada seluruh jajarannya agar menggunakan data sebagai landasan yang pasti dan akurat, dalam menyusun setiap perencanaan pembangunan ke depan, hal ini dilakukan untuk memetakan anggaran dan perencanaan kebijakan ke depan. Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutannya serangkaian acara penguatan komitmen bersama menyukseskan sensus ekonomi 2026 Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama pada Sabtu (11/7/2026).

Dia mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran di wilayahnya masing-masing untuk membantu sensus ini. “Bagi warga dan masyarakat Bali, saya minta agar bersama – sama membantu pelaksanaan sensus ekonomi ini, sebagai landasan pemetaan anggaran untuk perencanaan kebijakan pembangunan ke depan, dengan cara memberikan data akurat dan benar, agar tepat waktu dan bermanfaat untuk menyusun kebijakan sesuai data,” katanya.

Sensus Ekonomi 2026 kali ini tidak hanya mendata seluruh unit usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar, tetapi juga melakukan pembaruan data ekonomi keluarga. Hal ini sangat penting karena pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari tumbuhnya aktivitas usaha, melainkan juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Gubernur Wayan Koster menyebutkan melalui data ekonomi keluarga, pembaruan maka akan diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat, pola penghidupan keluarga, keterkaitan antara kegiatan usaha dan kesejahteraan rumah tangga, serta berbagai dinamika ekonomi yang terjadi di tingkat akar rumput.

Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan mampu memberikan potret yang lebih utuh mengenai kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Bagi Provinsi Bali, kata dia, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis, dimana sebagai daerah yang memiliki karakteristik ekonomi yang unik dengan kekuatan pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, industri kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah, Bali membutuhkan data yang berkualitas untuk memastikan kebijakan pembangunan dapat dirumuskan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi perekonomian Bali, struktur usaha, persebaran aktivitas ekonomi antarwilayah, produktivitas sektor-sektor ekonomi, perkembangan UMKM, tingkat daya saing daerah, serta kondisi ekonomi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat Bali.

Kebijakan memulai lebih awal ini diambil sebagai langkah antisipatif agar proses sensus tidak berbenturan dengan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. “Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat Bali, saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala BPS RI atas kebijaksanaan dan kelonggaran waktu yang diberikan. Dengan begitu, umat Hindu di Bali dapat menjalankan hari raya dengan tenang, dan akurasi data sensus pun terjaga dengan optimal,” katanya.

Melalui pendataan unit usaha dan pembaruan data ekonomi keluarga, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan gambaran yang utuh mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan keluarga, kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta keberlanjutan pembangunan daerah. Data tersebut akan menjadi fondasi yang sangat penting dalam mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dengan data yang akurat dan berkualitas, akan dapat diketahui sektor-sektor ekonomi yang perlu diperkuat, potensi-potensi baru yang perlu dikembangkan, wilayah-wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar, serta berbagai tantangan yang harus segera diatasi. Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik, dan kebijakan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Bali.

Gubernur Wayan Koster juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali agar nantinya memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu basis utama dalam penyusunan kebijakan, program pembangunan, penganggaran, serta evaluasi pembangunan daerah. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil dapat didasarkan pada data yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kompas bagi perjalanan bangsa, karena dengan data yang berkualitas, maka arah pembangunan akan tepat dan Indonesia bergerak maju menuju kemajuan.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan pesan kepada ribuan para anggota Sensus Ekonomi di Bali, untuk mensukseskan pencacahan Sensus Ekonomi 2026, maka jangan sampai ada data yang terlewatkan, dan data yang di sensus juga harus akurat.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali saat ini adalah Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan mampu menghasilkan basis data yang lebih utuh dan kokoh untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik setiap 10 tahun sekali, untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia. Kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam menyediakan data terpercaya sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta evaluasi pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.

Dia menyebutkan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, tercatat 3.774 petugas Sensus Ekonomi akan turun ke lapangan langsung, door to door selama 2 bulan, (8 Juni sampai pada 31 Agustus mendatang).

Berdasarkan perkiraan data BPS terdapat 647.337 unit usaha yang tersebar di seluruh Provinsi Bali yang terdiri atas 1803 usaha besar, 12.578 usaha menengah dan 632.956 usaha mikro kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian. Dengan total sasaran pendataan yang harus dijangkau sebanyak 1,71 juta usaha dan keluarga, dengan 3.774 petugas sensus.

Melalui momentum penguatan komitmen bersama ini, marilah Kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai gerakan bersama untuk membangun Bali berbasis data yang akurat, objektif, dan berkualitas. Data yang dihasilkan harus mampu menjadi peta jalan pembangunan ekonomi Bali sekaligus memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi usaha, kondisi ekonomi keluarga, potensi daerah, serta arah pembangunan yang ingin Kita capai bersama.

“Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan, saya optimistis Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Bali yang berbasis kearifan lokal, berdaya saing global, tangguh menghadapi perubahan, serta tetap menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sebagaimana semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” katanya.

Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Bali ditandai dengan penancapan kayon. (*/bgn003)26071201

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam