Media Informasi Masyarakat

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Ngetus Prerai di Pura Puseh Desa Adat Pelaga

Badung, Baliglobalnews

Bertepatan dengan Purnamaning Sasih Karo, Krama Desa Adat Pelaga, Petang, menggelar upacara ngetus/nebes prerai serangkaian dari prosesi ngodak Ida Ratu Gede, Ratu Lingsir, Ratu Rarung dan Ratu Manik Tapakan yang berstana di Pura Puseh desa adat setempat, Senin (3/8).

Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Griya Babakan Marga Tabanan dan Mangku Gede Pura Pucak Mangu tersebut turut dihadiri oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta, Kadis Kebudayaan Gde Eka Sudarwita dan Camat Petang Wayan Darma.

Bupati Giri Prasta menghadiri karya Ngetus Prerai di Pura Puseh Desa Adat Pelaga, Senin (3/8).

Bupati Giri Prasta mengatakan kehadirannya bersama Ny. Siniasih Giri Prasta selaku Pemerintah dan Krama Desa Adat Pelaga untuk menyaksikan sekaligus ikut mendoakan (ngrastiti bakti) agar karya ngodak tapakan yang dilaksanakan berjalan baik dengan harapan Ida Batara, khususnya yang malinggih di Pura Puseh Pelaga memberikan tuntunan, keselamatan dan kesejahteraan bagi krama Desa Adat Pelaga dalam melaksanakan swadharmanya di kehidupan ini.

”Saya minta kepada masyarakat dan pemuda Pelaga untuk selalu mendukung Bendesa dan Prajuru ngaturang ayah di desa adat,” tegasnya.

Karya ngodak tapakan yang dilaksanakan berjalan baik dengan harapan Ida Batara, khususnya yang malinggih di Pura Puseh Pelaga memberikan tuntunan, keselamatan dan kesejahteraan bagi krama Desa Adat Pelaga.

Bupati Giri Prasta juga berharap kepada krama Desa Adat Pelaga agar selalu bersatu sehingga apapun yang direncanakan, pembangunan yang dilaksanakan tentu akan dapat diselesaikan dengan baik pula. Dengan bersatu, pemerintah daerah akan senantiasa mendukung segala pembangunan baik fisik maupun pengembangan sumber daya manusia demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Pelaga khususnya dan Badung pada umumnya.

”Di tahun 2021 kita di Desa Adat Pelaga akan melaksanakan Karya Ngusaba Desa dan Atma Wedana, untuk proyek pipanisasi air ke masing-masing rumah warga saya minta pecalang untuk ikut terlibat. Dan dalam beberapa waktu kedepan jembatan lama akan saya tata dan kembangkan sebagai destinasi wisata baru dengan melibatkan Paris Van Java selaku pihak ketiga. Sehingga sektor UMKM dan perekonomian masyarakat Pelaga bisa bergerak,” ujarnya seraya mengingatkan masyarakat agar dalam memasuki tatanan budaya hidup baru ini tetap melaksanakan protokol kesehatan serta menyampaikan ucapan belasungkawa kepada warga masyarakat Badung yang meninggal karena Covid-19.

Karya ngodak tapakan yang dilaksanakan berjalan baik dengan harapan Ida Batara, khususnya yang malinggih di Pura Puseh Pelaga memberikan tuntunan, keselamatan dan kesejahteraan bagi krama Desa Adat Pelaga.

Sementara Bendesa Adat Pelaga, I Ketut Budayasa, selaku manggala karya didampingi pemangku dan prajuru adat menjelaskan secara harfiah ngodak bertujuan untuk memperbaharui kondisi fisik Tapakan Ida Batara agar terlihat lebih bagus dan secara niskala ngodak merupakan wujud bakti Krama Desa Adat Pelaga terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala anugerah yang telah diberikan.

Menurut Budayasa, rencana memperbaiki (ngodak) Tapakan Ida Batara di Pura Puseh Pelaga telah dirancang sejak setahun yang lalu. Setelah upacara Nebes/Ngetus Prerai, selanjutnya akan diperbaiki oleh seorang sangging Nyoman Triana dari Tengkulak Gianyar. ”Kami atas nama krama Desa Adat Pelaga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati karena atas dukungan beliau dan Pemerintah Kabupaten Badung, tahun ini Pelawatan Ida Batara bisa diperbaiki,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta melalui Dinas Kebudayaan menyerahkan bantuan dana Rp 600 juta dan secara pribadi ngaturan punia Rp 100 juta. (bgn/hms)20080320

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...