BI Bali dan TPID Denpasar Antisipasi Inflasi Jelang Nyepi dan Idul Fitri
Denpasar, Baliglobalnews
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melakukan upaya mengantisipasi inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Nyepi dan Ramadhan serta Idul Fitri.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan menyampaikan perkembangan inflasi Provinsi Bali dan Kota Denpasar serta berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain dinamika global seperti konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia. “Untuk outlook inflasi serta strategi pengendalian inflasi yang perlu ditempuh, baik dalam jangka pendek menjelang Nyepi dan Idul Fitri berupa pelaksanaan operasi pasar murah, akselerasi kerja sama antar dan intra daerah,” katanya di Denpasar pada Jumat (13/3/2026).
Dia mengharapikan langkah-langkah tersebut dapat menjaga stabilitas harga, sehingga inflasi di Kota Denpasar dan Provinsi Bali tetap berada dalam kisaran sasaran sebesar 2,5±1% pada tahun 2026. Selain itu, kata dia, Bank Indonesia mendukung dan siap memfasilitasi, pengembangan ekonomi di Kota Denpasar, serta optimalisasi komunikasi publik maupun dalam jangka panjang melalui penguatan ketahanan pasokan dan koordinasi kebijakan.
Sementara Kepala BPS Kota Denpasar I Made Juli Ardana menyampaikan perkembangan inflasi terkini beserta komoditas yang menjadi penyumbang inflasi maupun deflasi. BPS menyoroti kondisi ketersediaan bahan makanan yang belum sepenuhnya stabil akibat cuaca ekstrem serta perlunya
antisipasi peningkatan permintaan menjelang hari raya Nyepi dan Idul Fitri. “Dalam waktu dekat, kami melakukan agenda pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diharapkan dapat memperkuat basis data statistik ekonomi sebagai landasan dalam perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.
Manajer Supply Chain Perum Bulog Denpasar Eko Yudi Miranto menyampaikan informasi mengenai ketersediaan cadangan pangan pemerintah di Bali, proses serta realisasi pengadaan pangan serta capaian penyaluran bantuan pangan sepanjang tahun 2025. “Untuk stok beras memadai, termasuk untuk kebutuhan HBKN Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri,” katanya.
Dia menegaskan, komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan operasi pasar dan gerakan pangan murah bersama perangkat daerah anggota TPID guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok.
Sebelumnya, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi TPID Kota Denpasar serta Bank Indonesia Provinsi Bali atas sinergi, dukungan, dan pendampingan dalam pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi di Kota Denpasar. “Upaya pengendalian inflasi, selama ini telah dilaksanakan secara konsisten melalui koordinasi lintas instansi serta implementasi berbagai program strategis daerah,” katanya.
Walikota mengingatkan agar seluruh pihak tetap mencermati dinamika global, khususnya perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak, yang selanjutnya dapat berdampak pada biaya transportasi, subsidi pemerintah, serta mendorong kenaikan harga berbagai komoditas lainnya. (bgn008)26031309