Barantin Gandeng Unud Perkuat Sinergi IPTEK Karantina
Denpasar, Baliglobalnews
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M Panggabean bersama Rektor Universitas Udayana (Unud) I Ketut Sudarsana menandatangani Nota Kesepahaman (NK) Sinergi dalam Pengembangan Bidang Karantina dan Tridarma Perguruan Tinggi.
“Kolaborasi dan kerja sama yang erat dengan akademisi untuk peran karantina yang semakin luas dan kompleks sangat dibutuhkan agar layanan perkarantinaan dapat semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” kata Kepala Barantin Sahat M Panggabean saat memberi sambutan di Gedung Pascasarjana, Kampus Sudirman Unud, di Denpasar, Bali, pada Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, institusi yang saat ini dipimpinnya mengemban tugas strategis dalam menjaga biosekuriti, biosafeti dan biodiversiti Indonesia dalam satu sistem terpadu.
Barantin, kata dia, juga berperan strategis dalam sistem pertahanan negara non militer (biodefence) dalam menghadapi potensi ancaman biologis, termasuk bioterorisme dan pandemi penyakit menular. “Saat ini dalam menjalankan tugas perkarantinaan, saya didukung oleh para alumni perguruan tinggi yang memiliki komitmen tinggi dalam kualitas pendidikan, termasuk dari Unud,” ujarnya.
Di samping itu, kata dia, sejalan dengan perkembangan kekarantinaan dan peraturan perdagangan internasional, Barantin senantiasa dituntut untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat sinergi di bidang karantina, pendidikan, riset, dan teknologi. Untuk itu penandatangan NK antara Barantin dan Unud menjadi momen penting.
Pada saat yang bersamaan juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) sebagai implementasi teknis yang dilakukan oleh Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanityo dan 4 (empat) Dekan Fakultas masing-masing Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kelautan dan Perikanan serta Fakultas Pertanian.
Sementara Rektor Unud I Ketut Sudarsana menyampaikan apresiasinya atas inisiasi yang dilakukan Barantin dalam memperkuat kolaborasi kedua institusi dalam pengembangan karantina yang lebih profesional dan berbasis keilmiahan. “Hasil riset harus bermanfaat bagi masyarakat, untuk kami menyambut baik kerjasama dengan Barantin,” kata Sudarsana.
Sebagai informasi, NK ini mencakup berbagai aspek penting, antara lain pertukaran data dan informasi, koordinasi program, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pengembangan riset dan teknologi. Sementara itu PKS lebih lanjut menekankan pengembangan kapasitas SDM dan ilmu pengetahuan, sehingga dapat langsung diimplementasikan dalam berbagai kegiatan bersama.
Di sisi lain, eksportir komoditas pertanian asal Bali, Agung Werdha yang juga alumnus Unud dihadirkan guna memberikan tambahan wawasan terkait layanan karantina dalam akselerasi ekspor komoditas unggulan Bali. (bgn008)26012308