Bali dan NTB Padu Bersatu Tumbuhkan Pariwisata di Tengah Pandemi
Mataram, Baliglobalnews
Gegap-gempita balapan motor berkelas dunia yang dihelat pada sirkuit Pertamina Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) bertajuk Pertamina MotoGP pada 20 Maret 2022 lalu memiliki implikasi sangat signifikan mengerek pertumbuhan ekonomi NTB, termasuk Bali yang mendapat cipratannya karena angka kunjungan wisatawan ke dua pulau tersebut akibat adanya penerbangan langsung (direct flight) menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
”Multiflier efeknya terasa sangat berdampak terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat,terutama dengan dibuatnya hajatan berkelas internasional Pertamina MotoGP 2022. Bahkan setelah balapan MotoGP ini pun nektarnya masih dirasakan dampaknya, dengan berdatangannya turis ke NTB yang kami lihat dari sejumlah biro perjalanan wisata maupun hotel,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, L Hasbul Wadi kepada Forum Wartawan (Forward) DPRD Bali bersama Humas DPRD Bali manakala menyambangi Kantor Dinas Pariwisata NTB di Jalan Langko, 70, Mataram pada Kamis (31/3).

Rombongan Forward Bali yang terdiri dari wartawan media cetak, elektronik dan online(Daring) ini dipimpin Kasubag Tata Usaha, Kepegawaian, Humas dan Protokol DPRD Provinsi Bali I Kadek Putra Suantara .

Di tengah pandemi Covid-19 yang mendera tidak terkecuali satu negara pun diatas dunia ini,hampir 2 tahun lamanya dan membuat babak bundas simpul simpul ekomi daerah dan rakyat ini,dengan sedikit adanya event bersekala internasional (motor GP) mampu membuat denyut ekonomi mengalir dan dinikmati rakyat, dengan datangnya wisatawan ke NTB dan tidak sedikit singgah dulu di Bali.Namun demikian jumlah kunjungan wisatawan tsb,jauh dengan jumlah kunjungan sebelum pandemi.
Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata L Hasbul Wadi, jika dibandingkan wisatawan mancanegara yang datang ke NTB sebelum Covid-19 memang tidaklah dapat dibandingkan. Jika disandingkan angkanya,tahun 2018 misalnya kunjungan wisatawan mencapai 3,5 juta. Begitu pandemi Covid-19 angka kunjungan wisatawan tahun 2021 hanya tercapai 964.036. Itu pun 70 persen wisatawan domestik, sedangkan 30 persen mancanegara, sebagian besar sudah lama menetap di Indonesia ada yang tinggal di Bali .
Karena itu ia berharap sangat Forum Wartawan DPRD Bali dan NTB, untuk terus menjalin sinergitas lebih intens terutama publikasi dan promosi terhadap pariwisata baik Bali maupun NTB, juga untuk menindaklanjuti dokumen kerja sama antara Dinas Pariwisata Bali dan NTB.
“Prinsipnya kami support, teman-teman wartawan untuk melakukan sinergitas, kolaborasi kerja sama demi meningkatkan angka kunjungan wisatawan kita, angka rata-rata lama menginap wisatawan kita yang nantinya akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat lokal kita khususnya dan umumnya masyarakat Bali dan NTB,” ujarnya.
Kepada Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB ini sangat berharap dukungan karena ibarat adik-kakak, Bali kakaknya NTB, selaku kakak lebih padu lagi memberikan pembinaan ke depan khususnya terkait promosi, penyusunan paket pariwisata bersama, pengembangan destinasi, atraksi serta pengembangan kompetensi sumber daya manusianya. ”Terutama sekali yang tidak ada di NTB kita berharap support Pemerintah Provinsi Bali. Tidak hanya berbentuk uang, berbentuk non-uang pun seperti jasa untuk peningkatan kualitas SDM pariwisata, atraksi budaya, ekonomi kreatif yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Seiring dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dengan ikon sirkuit Pertamina Mandalikanya, dikatakan, sarana-prasarana penunjang pariwisata terus berkembang secara signifikan. Apalagi dengan intervensi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata, dimana pihaknya terus melakukan mapping terhadap kebutuhan industri pariwisata, hotel, restoran untuk selanjutnya diinformasikan kepada pengelola ekonomi kreatif, UMKM untuk melakukan standardisasi produk-produknya untuk bisa masuk ke industri pariwisata. (bgn003)22040201




