Media Informasi Masyarakat

Badung Kembali Cairkan Bansos di Kuta Utara dan Mengwi Wabup: Ada Tiga Program Utama Penanganan Covid-19

Mangupura, Baliglobalnews

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja kembali mencairkan Bantuan Sosial (Bansos) bagi Pekerja Formal di Sektor Pariwisata dan sektor lainnya yang terkena PHK dan dirumahkan akibat dampak Covid-19.

Kali ini diserahkan bansos untuk tahap II gelombang I di Kecamatan Kuta Utara dan Mengwi oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kamis (23/7). Untuk di Kuta Utara diserahkan secara simbolis kepada 30 pekerja dan di Mengwi diserahkan kepada 50 pekerja. Masing-masing menerima Rp 600.000 setiap bulannya selama tiga bulan. 

Bali Global News/ist. Wabup Suiasa disaat menyerahkan secara simbolis Bansos bagi Pekerja Formal yang terkena PHK dan dirumahkan akibat dampak Covid-19 untuk Kecamatan Kuta Utara dan Mengwi, Kamis (23/7).

Wabup Ketut Suiasa menyebutkan ada tiga program utama baik dari pemerintah pusat, daerah maupun desa untuk penanganan covid ini yakni kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial. Pemberian bansos bagi pekerja formal di sektor pariwisata dan lainnya ini sebagai salah satu program jaring pengaman sosial yang dananya murni dari APBD.

”Dari tiga program pemerintah hingga dana desa tersebut, kami formulasi tidak kurang dari 40 persen KK di Badung yang menerima bantuan dari 127.659 jumlah KK di Badung. Kalau dibandingkan jumlah KK miskin di Badung tahun 2017 hanya 1,7 persen, berarti klaster masyarakat yang menerima bantuan terdampak Covid ini sudah masuk pada klaster masyarakat kategori menengah,” jelasnya.

Menurut Suiasa, apa yang dijalankan itu menunjukkan begitu besarnya perhatian Pemerintah Kabupaten Badung hingga tingkat desa dalam upaya mengurangi beban masyarakat baik pada sisi ekonomi, menjaga kualitas kehidupan dan kualitas kesehatan masyarakat itu sendiri. 

Sementara itu Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja, IB Oka Dirga, melaporkan pemberian bansos tesebut sebagai salah satu kebijakan strategis Pemkab Badung dalam percepatan penanganan wabah pandemi Covid-19 yang bertujuan sebagai jaring pengaman sosial. Para pekerja formal yang menerima bansos, harus memenuhi beberapa kriteria seperti; memiliki e-KTP Badung, mengalami PHK dan dirumahkan mulai 1 Maret 2020 yang diketahui manajement perusahaan, surat pernyataan belum pernah/tidak sedang menerima bantuan dari pemerintah yang diketahui oleh kaling/kelian dinas setempat serta nomor surat ijin berusaha.

Bali Global News/ist. Wabup Suiasa disaat menyerahkan secara simbolis Bansos bagi Pekerja Formal yang terkena PHK dan dirumahkan akibat dampak Covid-19 untuk Kecamatan Kuta Utara dan Mengwi, Kamis (23/7).

Dia menyebutkan anggaran untuk bansos tersebut Rp 15 miliar lebih yang bersumber dari APBD Badung tahun 2020 dengan jumlah kuota 8.335 orang. Jumlah pemohon yang mendaftar melalui sistem link sebanyak 9.839 pekerja yang selanjutnya diverifikasi dan cleansing oleh Tim. Tahap II gelombang I ini yang telah lolos verifikasi sebanyak 1.059 orang dari 5.452 pemohon. ”Total yang sudah cair hingga saat ini sebanyak 2.493 penerima,” jelas mantan Kabag Umum itu. 

Turut hadir mendampingi Wabup, Ketua DPRD Badung Putu Parwata; Anggota DPRD Badung, I Wayan Regep, Wakapolres Badung, Kejaksaan Negeri Badung, Kabag SUMDA Polres Badung, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bank BPD Bali, Camat Kuta Utara dan Camat Mengwi. (bgn/humas)20072321

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...