Antre 5 Jam, Giliran akan Dapat Pelayanan, SPBU Tutup
Denpasar, Baliglobalnews
SPBU Buka 24 Jam? Itu hanya isapan jempol. Pasalnya, seorang karyawati yang tinggal di bilangan Jl. Seroja, menangis histeris setelah tiba di tempat tinggalnya. Betapa tidak, pulang dari tempat bekerja, pukul 19.00 dia langsung ikut antre BBM Pertalite di SPBU bilangan Jl. A. Yani. Tetapi lacur, sudah berada dekat mesin sekira pukul 00.00, petugas tidak lagi melayani pembeli alias tutup. Dia ingin teriak, apalagi bensin di motor sudah sangat tipis dan keesokan pagi harus bekerja dan sudah ada janji bertemu dengan klien, rasa kesal dan marah dia ledakkan di rumah dengan menangis histeris.
Ternyata, gembar-gembor pejabat Pertamina usai pertemuan dengan pejabat eksekutif dengan foto pose mengepalkan tangan yang menyataan SPBU akan buka 24 jam, terutama di Denpasar dan Badung, hanya ada saat konferensi pers. Antrean panjang masyarakat untuk membeli BBM di sejumlah SPBU di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali terus mengular.
Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyebutkan penyebab antrean, karena belum belum semua SPBU di Bali buka 24 jam. “Penyebab antrean ini masih panjang, karena belum semua SPBU beroperasi 24 Jam,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat dimintai konfirmasi pada Kamis (15/10/2026).
Pihaknya mengklaim, telah mensosialisasikan ke pihak SPBU, agar melayani masyarakat selama 24 jam. “Sebagian besar SPBU sudah kami sosialisasikan untuk buka 24 jam, terutama SPBU dengan tingkat permintaan dan antrean lebih padat dibandingkan lainnya,” katanya.
Meski telah disosialisasikan, kata Ahad, banyak SPBU yang belum menjalankan instruksi tersebut, sehingga sampai saat ini, banyak masyarakat masih mengantre untuk mendapat BBM jenis pertalite.
Dampak dari banyaknya SPBU yang tidak beroperasi 24 jam tersebut, banyak masyarakat Kota Denpasar dan di Badung, harus rela datang lebih pagi sekitar pukul 05.00 Wita agar bisa lebih awal berada di SPBU dan berharap mendapatkan BBM lebih mudah.
Ahad Rahedi mengklaim penyaluran BBM ke SPBU terus dilakukan, dan tidak ada pembatasan kuota. Artinya, penyaluran BBM terus ditambah di setiap SPBU. “Ini buka kuota, tapi lebih ke pemerataan suplai ke seluruh SPBU,” katanya.
Ahad Rahedi mengatakan, Pertamina telah mengupayakan kedatangan kapal tangker (MT Klasogun) untuk mengangkut pasokan Pertalite dan Biosolar, yang telah tiba di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, sejak Selasa (13/10/2026) dsn penyaluran ke SPBU terus dilakukan hingga saat ini. “Tambahan pasokan ini, diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan SPBU di tengah upaya pemulihan yang berlangsung,” katanya.
Dia menjelaskan pemulihan pasokan BBM di Bali melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU. “Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat sesuai kondisi di lapangan,” katanya. (bgn003/008)26101506


