Media Informasi Masyarakat

Anggota DPRD Klungkung Meninggal Saat Kunjungan Kerja Dikremasi Kamis (19/11/20)

Klungkung, Baliglobalnews

Almarhum anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Gerindra, Ni Nyoman Martini yang dikabarkan meninggal dunia di dalam kamar hotel di Bandung, saat melakukan kunjungan kerja, Sabtu siang (14/11), dijadwalkan akan dilakukan kremasi oleh pihak keluarga di Krematorium Punduk Dawa, Pesinggahan, Klungkung, Kamis (19/11).

Hal itu dibenarkan Sekwan Klungkung I Wayan Sudiarta saat dikonfirmasi di Klungkung, Senin (16/11/20), ia mengaku kaget atas kepergian almarhum karena almarhum (Martini) tidak ada mengeluh sakit apa-apa. Bahkan Jumat malam (13/11) masih bisa ngobrol dengan bapak wakil ketua (Tjok Agung).

“Bahkan sebelum berangkat, Martini dan anggota dewan lainnya juga sudah sempat rapid test. Hasilnya pun non reaktif,” ucapnya.

Ia menuturkan, Nyoman Martini sebelumnya tidak mengeluh sakit apapun. Bahkan ia tampak begitu sehat ketika mengikuti kunker.

Kepergian Martini seakan menyusul suaminya Nyoman Sukanada yang juga meninggal dunia akibat serangan jantung, saat masih aktif menjadi anggota DPRD Klungkung sekitar setahun yang lalu.

Sebelumnya, wanita asal Desa Besan, Dawan itu mengikuti kegiatan kunjungan kerja ke Kota Bandung. Jenazah Ni Nyoman Martini tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu (15/11) sekira pukul 16.30 Wita dan langsung disemayamkan di RS Ari Santi di Desa Mas, Ubud, Gianyar.

Sementara, Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom mengaku kaget, karena saat kunjungan kerja almarhum masih tampak sangat sehat dan mengikuti semua kegiatan.

Ia menceritakan secara detail bagaimana Nyoman Martini ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar hotel, Sabtu (14/11) sekira pukul 12.00 Wita, semua anggota DPRD dan beberapa staf di Sekretariat Dewan Klungkung berkumpul di loby salah satu hotel di Kota Bandung. Saat itu mereka bersiap untuk ke Bandara, karena hendak kembali bertolak ke Bali.

Ketika itu pesawat yang ditumpangi rombongan DPRD Klungkung dijadwalkan take off 15.40 Wita, sehingga anggota dewan terpaksa mendahului ke Bandara. Sementara Sekwan I Wayan Sudiarta dan staff di Sekretariat Dewan Ketut Susana dan Ida Ayu Suryani diminta mengecek Martini di kamarnya yang terletak di lantai 12.

“Saat pintu kamar diketuk, tidak ada jawaban. Saat di bel juga tidak ada tanggapan. Lalu minta bantuan ke petugas hotel. Saat berusaha dibuka dengan kunci cadangan, ternyata belum bisa dibuka karena dikunci dari dalam. Didobraklah pintu kamar itu oleh Ketut Susana (Staff Sekretariat Dewan), dan didapati ibu Martini tidak sadarkan diri dalam keadaan telungkup,” jelasnya.

Saat itu kondisi Martini sudah kaku dan tidak bernyawa. Sementara pakaian masih berserakan di tempat tidurnya. Tubuh Martini lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

” Dari hasil pemeriksaan petugas medis, diperkirakan Martini meninggal 6 sampai 7 jam sebelum ditemukan. Perkiraan kami, saat meninggal itu Martini baru selesai mandi. Diperkirakan Martini meninggal karena serangan jantung,” jelas AA Anom.

Karena kejadian itu, rombongan anggota dewan yang dalam perjalanan menuju Bandara kembali ke hotel. Ketua Dewan AA Gde Anom bersama Sekwan I Wayan Sudiarta dan beberapa staf Sekretariat Dewan tetap berada di Bandung untuk ikut mengurus jenazah Martini. Sementara anggota dewan yang lain dipersilakan mendahului kembali ke Bali.

” Saat itu pula Sekwan langsung menghubungi pihak keluarga. Kedua anak almarhum baru tiba di Bandung, Minggu (15/11) sekira pukul 01.30 WIB,” jelasnya.(bgn008)20111615

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...