Media Informasi Masyarakat

Anggaran Tergerus, DPRD Tabanan Dorong Segera Terapkan E-Ticketing Agar PAD Tak Stagnan

Tabanan, Baliglobalnews 

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tabanan menggelar rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan agenda membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Rapat digelar di gedung Paripurna DPRD Tabanan, pada Kamis (2/10/2025).

Rapat kerja dipimpin oleh Ketua DPRD sekaligus Ketua Banggar, I Nyoman Arnawa, sementara Tim TAPD dipimpin oleh Sekretaris Daerah Tabanan, I Gede Susila.

Gede Susila memaparkan bahwa pendapatan daerah dalam KUA-PPAS TA 2026 dirancang Rp2,179 triliun. Angka ini mengalami penurunan Rp57,19 miliar atau sekitar 2,56 persen dari APBD induk tahun 2025.

Menurut Susila, penurunan ini utamanya disebabkan oleh turunnya dana transfer dari pusat Transfer Keuangan Daerah (TKD) ke Tabanan Rp101,475 miliar. Penurunan ini merata di berbagai komponen, termasuk dana sesa Rp18 miliar, dana insentif daerah (DID) didapat Rp24 miliar kemudian dana bagi hasil pajak Rp17 miliar, dana alokasi umum (DAU) Rp53 miliar, dan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik Rp12 milliar. “Dana transfer pusat untuk Tabanan mendatang turun Rp101,475 miliar. Ini imbas dari transfer keuangan daerah (TKD) yang turun,” ujarnya.

Di sisi belanja, belanja daerah KUA-PPAS TA 2026 juga dirancang turun sebesar 2,86 persen menjadi Rp2,247 triliun. “TAPD masih menunggu adanya potensi tambahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi atau sumber-sumber lain untuk mengimbangi penurunan ini,” katanya.

Meskipun pendapatan secara keseluruhan turun, TAPD merancang pendapatan asli daerah (PAD) meningkat menjadi Rp879 miliar lebih, atau naik 18,84 persen dari tahun sebelumnya.

Menyikapi penurunan dana transfer tersebut, Ketua Banggar I Nyoman Arnawa menekankan perlunya kehati-hatian dalam penggunaan anggaran di tahun 2026. “Kita harus lebih hati-hati mempergunakan anggaran pusat yang diberikan ke daerah. Mana yang menjadi kebutuhan wajib, mana yang menjadi kebutuhan tidak wajib. Ini harus kita selektif,” tegasnya.

Arnawa juga menyoroti kurangnya kinerja peningkatan PAD yang menurutnya masih jauh dari harapan, terutama di sektor pariwisata. Ia mencontohkan rencana E-Ticketing yang telah dibicarakan selama 25 tahun tetapi tak kunjung terealisasi, padahal daerah lain sudah menerapkan pendapatan by system. “Kenapa belum bergerak padahal Gianyar saja sudah bisa menerapkan pendapatan by system dengan pemasukan tercatat. Tabanan kenapa belum. Padahal potensi kita besar,” katanya.

Banggar, kata dia, menekankan perlunya pengelolaan aset daerah secara serius. Dia meminta agar aset yang berpotensi memberi sumbangan PAD dikelola dengan baik, termasuk potensi kerja sama pemanfaatan aset yang ada. Pihaknya berjanji akan meminta data aset yang riil dari pemerintah daerah. (bgn020)25100214

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam