Denpasar, Baliglobalnews
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster mengatakan dirinya dan Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah kembali bertemu dan ngobrol santai dan membahas isu-isu teknis maupun proyek tertentu beberapa waktu lalu.
“Ya, ngopi arak bareng. Cuma ngobrol santai. Tentu saja santai-santainya ini kan ada isinya juga,” ujar Koster saat diwawancarai di Kantor Gubernur Bali usai rapat paripurna DPRD Bali pada Senin (29/12/2025) sore.
Dia mengatakan salah satu pokok pembicaraan utama adalah komitmen bersama untuk menjaga situasi Bali tetap kondusif, terutama menjelang akhir tahun ketika kunjungan wisatawan meningkat. “Yang pertama adalah bagaimana agar Bali ini kondusif. Perlu komitmen dan dukungan kita semua, seluruh komponen masyarakat Bali maupun juga partai politik yang ada di Bali, agar menjaga situasi di Bali agar kondusif. Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia dan kita memasuki akhir tahun, wisatawan ke Bali meningkat yang membutuhkan ekosistem yang baik,” katanya.
Koster menerangkan pertemuan tersebut juga membahas soal Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, apalagi kebijakan ini baru saja diresmikan dan mulai dilaksanakan pada Senin (22/12) lalu. Koster menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dan kekuatan politik di Bali agar arah pembangunan jangka panjang tersebut dapat berjalan dengan baik. “Yang kedua adalah bagaimana haluan Bali 100 tahun ke depan itu bisa berjalan dengan baik, bersinergi, semua komponen masyarakat termasuk partai politik dan juga tentu saja anggota DPRD dari berbagai fraksi partai politik itu agar bersinergi dan berkolaborasi dalam menyiapkan tatanan pelaksanaan haluan Bali 100 tahun,” kata pria asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.
Dia menyebut adanya pembahasan terkait kebutuhan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya menyangkut agenda pembangunan Bali yang memerlukan dukungan anggaran. “Yang berikut adalah bilamana ada hal-hal yang perlu koordinasi dengan pemerintah pusat terkait sejumlah agenda pembangunan di Bali yang memerlukan dukungan anggaran agar kita sama-sama mencari jalan supaya pemerintah pusat bisa memberikan perhatian secara serius terhadap sejumlah agenda prioritas pembangunan di Bali,” katanya.
Koster juga membantah kabar soal ajakan untuk menduduki jabatan tertentu, seperti Ketua KONI Bali mengingat sosok De Gadjah terkenal aktif dalam bidang olahraga, apalagi dengan jabatan yang diembannya saat ini yaitu, Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Bali dan Dewan Penasehat Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Pusat. “Tidak ada, beliau tidak ada cerita,” katanya.
Sementara De Gadjah melalui akun media sosialnya turut membagikan momen pertemuan tersebut dan menekankan pentingnya rekonsiliasi dan kedewasaan dalam berpolitik. “Dalam obrolan sederhana nan ringan, tapi saling meneduhkan, dimunculkan sebuah titik terang. Di tengah peliknya kondisi yang dipertanyakan, apa salahnya untuk saling menyembuhkan? Bagi saya, kami adalah saudara yang tak lekang oleh waktu,” katanya lewat akun medsosnya. (bgn008)25122909