Denpasar, Baliglobalnews
Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.
Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, dan berkelanjutan.
Kepala Desa Kesiman Kertalangu I Made Suena menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak. “Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar I Putu Suiraoka menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga. Materi ini menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga. Selanjutnya I Gusti Ayu Widarti menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan Dapur Dashat, sekaligus memandu demonstrasi pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT). Sementara Agustini Posmaningsih memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengolahan sampah organik rumah tangga. Selain menerima materi, para kader juga mengikuti praktik dan diskusi sebagai upaya memperkuat pemahaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat.
Suiraoka mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memastikan keluarga memiliki kemampuan dalam menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat. “Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” katanya. (*/bgn003)26082705