Ny. Sanjaya Perkuat Sinergi PKK dan Posyandu Tabanan, Dorong Implementasi 10 Program Pokok PKK dan 6 SPM Secara Berjenjang

Singasana, Baliglobalnews

Memperkuat pemahaman sekaligus menyatukan langkah para kader di lapangan, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan Ny. Sanjaya memimpin sosialisasi tatap muka TP PKK Kabupaten Tabanan dengan tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”, yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan, pada Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Tabanan, Jajaran Pengurus TP PKK dan TP Posyandu Kabupaten Tabanan, para Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Tabanan beserta pengurus, para Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Desa se-Kabupaten Tabanan, jajaran pengurus TP PKK dan TP Posyandu Kabupaten Tabanan serta undangan terkait. Pertemuan ini menjadi ruang penguatan koordinasi sekaligus evaluasi pelaksanaan program PKK dan Posyandu yang memiliki keterkaitan erat dalam pemberdayaan masyarakat.

Ny. Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai menyampaikan transformasi Posyandu 6 SPM merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan memperluas fungsi Posyandu menjadi pusat pelayanan terpadu di desa/kelurahan. Transformasi tersebut diarahkan untuk mendekatkan layanan dasar, mengintegrasikan berbagai program pemerintah, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. “Pertemuan ini untuk kita mengevaluasi kegiatan kita setiap tahun, khususnya di PKK dan Posyandu. Kenapa menjadi satu acara, karena kegiatan ini saling beririsan. Saya harapkan sinergi yang sudah terjalin luar biasa selama ini bisa lebih ditingkatkan lagi, agar 10 Program Pokok PKK dan Posyandu dengan 6 SPM ini bisa kita implementasikan dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurut dia, keterkaitan tersebut juga terlihat dari 10 Program Pokok PKK yang mencakup berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Kondisi tersebut semakin memperkuat pentingnya sinergi antara TP PKK dan TP Posyandu, mengingat sebagian besar pengurus dan kader Posyandu juga merupakan pengurus PKK di tingkat desa hingga kecamatan.

Ny. Sanjaya juga menjelaskan alur pelaksanaan pelayanan 6 SPM, mulai dari masyarakat datang ke Posyandu, melakukan pendaftaran dan pendataan, verifikasi serta kunjungan rumah, rekapitulasi dan pelaporan, hingga tindak lanjut oleh pemerintah desa/kelurahan dan perangkat daerah. Strategi transformasi turut diarahkan melalui penyatuan persepsi masyarakat, pengembangan pelayanan, peningkatan kapasitas pengurus dan kader, penguatan sarana prasarana, penataan kelembagaan, pemantapan koordinasi kebijakan dan pembinaan, serta penguatan dukungan pendanaan. “Untuk Posyandu dengan 6 SPM, dari awal kita sudah bergerak cepat. Kita melakukan peningkatan kapasitas, sosialisasi, merancang program kerja dan sinergi kita dengan OPD terkait sudah berjalan dengan baik,” ujarnya. (*/bgn020)26092615

ny.sanjaya
Comments (0)
Add Comment