Mangupura, Baliglobalnews
Komisi IV DPRD Badung menggelar rapat kerja (raker) dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung di Ruang Gosana II, Sekretariat DPRD, Puspem Badung, pada Rabu (22/7/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV I Nyoman Graha Wicaksana didampingi Anggota Komisi Made Suwardana, Nyoman Sudana, dan I Wayan Joni Pargawa membahas masalah sistem penerimaan murid baru (SPMB) dan pelaksanaan PKB (Pesta Kesenian Bali) di Badung dengan menghadirkan Kadisdikpora IGM Dwipayana dan Kadisbud I Gede Sukadana bersama jajarannya serta tenaga ahli DPRD.
Usai memimpin raker, Graha Wicaksana mengatakan fokus kepada dua perangkat daerah tersebut karena Disdikpora baru saja menyelesaikan kegiatan SPMB. Dia menyebutkan selama ini SPMB sudah berjalan baik, meskipun ada yang memerlukan perbaikan ke depan. Sementara di Disbud baru saja melaksanakan dan mengikuti PKB. “Dalam pelaksanaannya memang Disbud mengalokasikan dana tujuh miliar. Kami memandang ini bukan dari segi pengeluaran, tetapi ini adalah bagian dari investasi terhadap pelestarian seni dan budaya. Apabila itu memang perlu ditingkatkan untuk di tahun berikutnya silakan ditingkatkan nilainya,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Graha juga menyebutkan ada keinginan sebelum tampil di PKB, Disbud akan menggelar festival seni budaya di Badung yang dulu digelar dalam rangka menyambut HUT Mangupura.
Dalam hal SPMB, Graha menyebutkan saat ini Badung kekurangan guru, kualitas tenaga pendidik perlu ditingkatkan, dan infrastruktur serta sarana yang ada di sekolah. “Jadi, harapan kami semua sekolah yang ada di Kabupaten Badung supaya bisa mengikuti standar yang baik maupun membuat siswa nyaman belajar,” katanya.
Terkait persebaran siswa yang tidak merata, dia menyampaikan ada beberapa sekolah yang memang jaraknya jauh-jauh. Kalau digroping, yang akan menjadi korban para siswa karena akan berjalan jauh. “Bahkan ada yang sampai sekian kilometer,” katanya.
Dia mencontohkan daerah di Pangsan dan Petang yang jarak tempat tinggal warga sangat berjauhan. “Kalau ini digroping, kasihan siswanya. Jadi, sesuai dengan komitmen Bapak Bupati Badung tetap dilaksanakan meskipun siswa yang belajar di sana cuma 15 sampai 20 orang,” tandasnya. (bgn003)26072213