Denpasar, Baliglobalnews
Dinas Pariwisata Kota Denpasar melalui Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas komunitas. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Gathering Komunitas Kreatif Kota Denpasar yang berlangsung di Ruang Mahotama, Graha Sewaka Dharma, pada Sabtu (6/6/2026). Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Ni Luh Putu Riyastiti.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai komunitas kreatif di Kota Denpasar sebagai wadah untuk mempererat sinergi, membangun jejaring, serta merumuskan berbagai peluang kolaborasi dalam mendukung perkembangan sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu pilar penting bagi pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah.
Putu Riyastiti menyampaikan komunitas kreatif memiliki peran strategis sebagai motor penggerak inovasi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat di tengah perkembangan kota yang semakin dinamis. “Komunitas kreatif merupakan kekuatan penting dalam membangun identitas Kota Denpasar yang berakar pada budaya dan kreativitas. Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang kolaborasi yang mampu mendorong lahirnya ide, inovasi, dan karya kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dia berharap forum seperti ini dapat menjadi sarana bertukar gagasan sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas sehingga mampu melahirkan program dan karya kreatif yang memiliki nilai tambah serta daya saing. “Kami ingin komunitas kreatif di Denpasar tidak hanya berkembang secara mandiri, tetapi juga tumbuh melalui kolaborasi. Dengan saling terhubung dan berbagi pengalaman, akan lahir berbagai inovasi yang semakin memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya,” katanya.
Sementara Ketua Pelaksana Badan Kreatif Kota Denpasar Ari Setya Wibawa menyampaikan pentingnya memperkuat jejaring antarkomunitas serta membuka ruang dialog yang konstruktif. “Kami sangat memerlukan saran dan masukan karena BKRAF berkomitmen melakukan penyegaran. Oleh karena itu, ruang dialog seperti ini menjadi sangat penting,” katanya.
Narasumber dari Kanwil Kementerian Hukum Bali Made Yuda Yudistira yang membawakan materi mengenai pentingnya pemahaman Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku ekonomi kreatif.
Dia menyampaikan bahwa perlindungan hukum terhadap karya, merek, desain, hingga berbagai inovasi kreatif merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai ekonomi sebuah karya sekaligus melindunginya dari potensi plagiarisme maupun penyalahgunaan oleh pihak lain. (*/bgn003)26060708