28 Asosiasi Ekraf Bentuk Wadah BCB, Made Artana Terpilih sebagai Ketua Umum

Denpasar, Baliglobalnews

Tercatat 28 organisasi, perkumpulan, asosiasi ekraf, sepakat membentuk perkumpulan ekraf yang diberi nama Bali Creative Board (BCB) di Ruang Rapat Etna, Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, pada Kamis (21/5/2026).

Ke-28 organisasi ekraf tersebut sepakat secara aklamasi memilih Made Artana secara sebagai Ketua Umum BCB. Mereka yakin Made Artana diyakini dapat membawa dan memimpin BCB dalam mewujudkan ekonomi kreatif dan digital di Pulau Dewata.

Artana mengatakan BCB dibentuk karena Bali membutuhkan wadah yang lebih kuat untuk mengonsolidasikan potensi kreatif dan digital yang sudah tumbuh di berbagai subsektor. “BCB dibentuk karena kita merasa Bali membutuhkan satu rumah besar yang bisa menghimpun organisasi-organisasi pelaku ekonomi kreatif dan digital dalam satu payung bersama. Selama ini banyak yang sudah bergerak, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri. Dengan BCB, kita ingin membangun satu wadah bersama yang bisa memperkuat suara, memperbesar posisi tawar, dan mendorong ekosistem Ekraf Bali tumbuh lebih kuat,” ujar Rektor Primakara University dan penggiat Ekraf itu.

Menurut Artana, di tengah masyarakat Bali yang memiliki daya kreativitas tinggi, dengan akar budaya dan adat istiadat yang adi luhung, ekonomi kreatif dan digital, perlu tumbuh lebih subur dan lebih terorganisir. Apalagi, kata dia, ada semangat jengah untuk mendorong agar sektor ini tidak hanya berkembang sebagai gerakan komunitas. “BCB dibangun oleh organisasi-organisasi pelaku ekraf dan digital sendiri, namun tetap dirancang untuk bersinergi dengan pemerintah dan komponen hexaheli lainnya dalam pengembangan ekonomi kreatif dan digital Bali. Proses pertemuan dan konsolidasi menuju pembentukan BCB ini juga difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali,” katanya.

Dia menegaskan bahwa BCB bukan dibentuk untuk menggantikan organisasi-organisasi yang sudah ada, melainkan untuk memperkuatnya. Selain itu, BCB bukan dibentuk untuk menggantikan organisasi-organisasi yang sudah ada, tetapi justru untuk memperkuatnya. “Kita ingin organisasi-organisasi ini tetap tumbuh mandiri, tetapi sekaligus punya rumah bersama untuk memperjuangkan kepentingan sektor secara kolektif,” katanya.

Menurut Made Artana, deklarasi ini bukan akhir, tetapi justru awal dari kerja besar ke depan, dalam menghadapi tantangan. “Kita justru dimulai, yaitu bagaimana BCB benar-benar hidup, dijalankan dengan serius, dan memberi manfaat yang nyata bagi anggota dan ekosistem Ekraf Bali. Mudah-mudahan, ini menjadi langkah penting untuk memperkuat masa depan ekonomi kreatif dan digital Bali,” katanya.

Dia mengharapkan BCB tumbuh sebagai organisasi payung yang mampu memperkuat organisasi-organisasi anggotanya, mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Bali, menjadi mitra strategis pemerintah dan para pihak, membuka ruang kolaborasi, akses pasar, dan akses pendanaan, serta memperjuangkan kepentingan pelaku ekonomi kreatif dan digital Bali secara lebih terorganisir, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan. (bgn008)26052208

asosiasiekrafBCB
Comments (0)
Add Comment