Media Informasi Masyarakat

Alumni PT Deklarasikan Forkom Bali Lintas Generasi

Badung, Baliglobalnews

Alumni dari beberapa perguruan tinggi (PT) mendeklarasikan Forum Komunikasi (Forkom) Bali Lintas Generasi dalam acara diskusi di Sanggar Kagama Bali, Jalan Raya Dalung, pada Sabtu (7/1/2023). Di antaranya alumni Unud Denpasar, Universitas Warmadewa Denpasar, UGM Yogyakarta, ITS Surabaya, Ubaya (Universitas Surabaya), Unwip (Universitas Wijaya Putra) Surabaya, Unair Surabaya, ITB, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Pancasila Jakarta, hingga University of Pennsylvania Amerika Serikat.

Diskusi menghadirkan pemantik di antaranya akademisi yang juga mantan hakim konstitusi Dewa Gde Palguna, Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Anak Agung Gede Agung Wedhatama (Petani Muda Keren), I Gusti Rai Putra Wiguna (psikiater), I Ketut Eriadi Ariana (pelaku budaya, Jro Penyarikan Batur) dan Ni Luh Rosita Dewi (aktivis BEM Unwar).

Dewa Palguna menyatakan proses menjadi sebuah bangsa yang dilalui Indonesia memang belum selesai sepenuhnya. Kepentingan-kepentingan berbasis identitas dan kelompok masih sering muncul. “Karena itu dibutuhkan pemimpin yang mampu menjaga agar kehendak untuk bersatu dari bangsa ini tetap hidup. Berdiri di atas kebhinekaan,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, kepentingan sempit itu kemudian bertaut dengan situasi kesenjangan sosial ekonomi yang belum sepenuhnya teratasi. Menurut akademisi Unud itu, perwujudan negara kebangsaan yang demokratis dan berdasarkan hukum di Indonesia sebenarnya sudah cukup kuat. Namun kultur hukumnya masih sangat lemah.

“Itu sebabnya, korupsi sulit diatasi diberantas, meskipun sudah banyak OTT tetapi kurang memberikan efek jera,” katanya.

Mereka kini bergelut di dunia kerja profesional di Bali, ada pengusaha pariwisata, pemilik hotel, pemilik rumah makan, notaris, pengacara, event organizer, kontraktor, LSM, akademisi, budayawan, seniman, dokter, juga pemilik BPR. Tak ketinggalan pula ada yang dari pemangku adat di Bali.

Sementara dari kalangan mahasiswa, hadir sejumlah aktivis BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Mereka hadir mengikuti diskusi terfokus yang digelar Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Bali dengan tema ‘Tegak Bersama Menjawab Tantangan Bangsa di Masa Depan.

Sementara, Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyatakan, belajar dari masa pandemi Covid-19 dan bencana-bencana yang pernah terjadi sebelumnya, Bali tidak boleh hanya menggantungkan diri kepada pariwisata. “Ibaratnya, jangan menaruh telor dalam satu keranjang,” tegasnya.

Menurut dia, pembangunan Bali juga harus terintegrasi dengan konsep ‘One Island, One Management’ sehingga dari sembilan kabupaten dan kota di Bali tak harus semuanya dikembangkan ke arah pariwisata. “Pajak hotel dan restoran pun harus dibagi secara adil,” tegasnya.

Dalam konsep ini, konektivitas antara pariwisata dengan pertanian menjadi sangat penting dan saling membutuhkan. Dia juga mengusulkan agar Bali lebih dikembangkan sebagai tourism hub sehingga bisa bersinergi dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Di sisi lain Anak Agung Gede Agung Wedhatama menyatakan peluang untuk mengembangkan pertanian di Bali sangat terbuka. Namun, kata dia, harus menerapkan penggunaan teknologi atau melalui smart agriculture.

Menurut pendiri gerakan Petani Muda Keren (PMK) ini, pertanian pun harus dikembangkan dengan prinsip wirausaha sehingga petaninya harus memiliki kemandirian dalam menentukan proses produksi, sumber daya hingga pasar bagi produknya. 

Dalam kaitan dengan pariwisata, dia meminta agar para petani dan lahannya tak hanya dilihat sebagai objek semata. Tetapi juga dilibatkan dan diberdayakan agar memiliki akses langsung dengan wisatawan.

Sementara itu, psikiater I Gusti Rai Putra Wiguna menyebutkan dari sisi kesehatan mental, kondisi warga Bali sebenarnya sedang menghadapi tantangan. Jumlah penyandang gangguan jiwa di Bali mencapai 11/1.000 KK atau sekitar 80 ribu orang. “Para pemimpin Bali maupun pemimpin bangsa sudah saatnya memberi perhatian lebih pada masalah ini,” tegasnya.

Diskusi kemudian bergulir, sejumlah gagasan dari para peserta diskusi bermunculan, terkait dengan tantangan dan harapan kepada pemimpin di Bali maupun nasional. Secara umum, peserta diskusi menginginkan modernisasi saat ini tidak mencabut budaya Bali dari akarnya.

Pembangunan harus menguatkan SDM dan SDA lokal sehingga kesejahteraan bisa merata ke semua lapisan dan tidak sakit mentalnya.

Di akhir diskusi, puluhan peserta menandatangani deklarasi Forum Kebangsaan Bali Lintas Generasi (FK BliGen). Forum ini akan berkelanjutan mengawal aspirasi Bali kepada para pemimpin di Bali dan nasional. Koordinator KAPT Bali, Made Duarsa alias Dedu menyebutkan, forum diskusi sengaja digelar untuk menjaring aspirasi dari berbagai kalangan dan generasi di Bali untuk nantinya dititipkan kepada para calon pemimpin. Mengingat, pemilu dan pilpres segera bergulir sehingga perlu menggali serta mengawal aspirasi yang cocok untuk bangsa Indonesia yang majemuk dan beragam.

“Forum ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi-aspirasi terkait masalah-masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dan Bali serta kepemimpinan yang diharapkan di masa depan. Jangan sampai bangsa ini terpecah, kita harus tetap bersatu menjaga kebhinekaan, kemajemukan. Jangan sampai kita terpecah karena politik identitas, yang kita cari, utamanya adalah yang bisa menjaga keberagaman, berdiri di atas kebhinekaan. Indonesia ini besar, beragam suku, budaya, keyakinan dan kepulauan. Jangan tercerai berai,” tegas alumni Teknik Mesin ITS Surabaya tersebut.

Dedu menyebutkan peserta diskusi sengaja dihadirkan dari lintas generasi. Mulai dari angkatan kuliah tahun 1980, 1990, 2000, 2010, dan saat ini angkatan 2020 agar bisa menyerap aspirasi dari segela generasi. Dedu mengatakan, momentum Pemilu 2024 merupakan ruang terbuka agar berbagai aspirasi anak bangsa muncul di permukaan.  “Kita dari Bali juga ingin memberikan warna itu. Khususnya agar bangsa ini tetap bersatu dan keadilan sosial bisa diwujudkan,” tegasnya.

Dedu melanjutkan, hasil diskusi lintas generasi ini nantinya akan disampaikan kepada para calon pemimpin bangsa di masa depan.

Ditanya apakah forum ini terkait dukungan terhadap capres, Dedu menyatakan saat ini belum ada yang resmi menjadi capres, karena belum ada yang mendaftar ke KPU. Pihaknya akan menunggu siapa yang akan didaftarkan sebagai Capres ke KPU.

“Tapi yang kita inginkan adalah capres yang rekam jejaknya jelas, berdiri di atas kemajemukan di Indonesia, bisa menginspirasi bangsa ini lebih maju dan toleran, menjunjung tinggi ke-Indonesia-an. Dan harus bisa melanjutkan program-program Pak Jokowi,” tegasnya. (bgn008)23010804

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam