Media Informasi Masyarakat

FIB Unud Gelar Bedah Buku Peringati HUT Ke-64 dan HUT Ke-41 BKFIB

Denpasar, Baliglobalnews
Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud gelar acara bedah buku Mark Hobart dengan judul “After Culture, Anthroplogy as Radical Metaphysical Critique” secara hybrid di Auditorium Widya Sabha Mandala, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, melalui aplikasi Webex Meetings dan streaming youtube, pada Selasa (20/9/2022) lalu.


“Kegiayan ini juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-64 FIB dan HUT ke-41 BKFIB Unud,” kata Koodinator Program Studi S3 Kajian Budaya, I Nyoman Dharma Putra.
Dia mengatakan bahwa buku ini merupakan dasar untuk mendukung, menyambut, dan memperkuat kelahiran Prodi Doktor Kajian Budaya. Di samping itu, dia juga tertarik dengan judul buku, yaitu “After Culture” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “setelah kebudayaan”.


“Dalam berbagai kehidupan sekarang, kita sinonimkan dengan sesudah atau pasca. Dalam dunia interkomunikasi dikenal dengan pasca, kalau dalam dunia pendidikan dikenal dengan pascasarjana, lalu kalau after culture (pasca budaya) itu merupakan hal yang sangat menarik yang menjadi inti atau jiwa dari kajian budaya,” ujarnya.


Acara bedah buku Mark Hobart kali ini menghadirkan Guru Besar Sejarah FIB Unud sekaligus dosen Prodi Doktor Kajian Budaya, I Nyoman Wijaya, sebagai narasumber. Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Budaya Made Sri Satyawati, para kaprodi dan dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, serta mahasiswa Prodi S3 Kajian Budaya.


Sementara Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Made Sri Satyawati, mengucapkan terima kasih kepada Koordinator Prodi Doktor Kajian Budaya yang telah memberikan hadiah pada ulang tahun Fakultas Ilmu Budaya yang ke-64 dan turut ikut serta dalam menyemarakkan ulang tahun Fakultas Ilmu Budaya.
Pihaknya juga menegaskan harapannya agar Nyoman Wijaya, membuat satu program studi S1 Culture Studies Asia Tenggara yang dapat mewadahi seluruh mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Budaya terutama pada program BIPAS.


Dalam bedah buku Mark Hobart “After Culture, Anthroplogy as Radical Metaphysical Critique”, Wijaya, mengungkapkan gagasannya dalam memaknai kata After dalam After Culture. Menurut Wijaya, kata after yang dimaksud adalah melampaui. Melalui After Culture yang dibuat 22 tahun silam oleh Mark Hobart, dia mengutarakan bahwa cultural studies terperangkap dalam jaring tiga paradigma besar, yaitu study of culture, semiotika, cultural studies model Amerika, dan etnografi kritis.


Melalui buku After Culture, pertanyaan mengenai fenomena masa lampau itu masih berkelanjutan hingga sekarang dan membahas solusi mengenai problema tersebut. Buku yang dibahas ini juga banyak membahas mengenai culture studies dan akibatnya, praktik dalam culture studies, serta teori-teori dan fungsi dari culture studies.
Berita ini juga dapat diakses melalui http://www.unud.ac.id. (bgn003)22092505

Comments
Loading...
dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri