Denpasar, Baliglobalnews
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar Onboarding UMKM Rahayu (Rintis, Akselerasi, Hebatkan Daya Saing UMKM) di Sanur, Denpasar, dalam rangka Road to Bali Jagadhita 2026, serta menggenjot digitalisasi dan membantu ekspor UMKM.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat digitalisasi UMKM, mendorong praktik usaha berkelanjutan, serta memperluas akses pasar domestik dan ekspor,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald Dungdung Parluhutan, pada Jumat (10/4/2026).

Di hadapan 45 UMKM dari berbagai sektor di Bali, Ronald menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan strategi penting Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Penguatan UMKM melalui digitalisasi dan ekspor diharapkan mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pengendalian inflasi melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi,” ujar Ronald dalam acara yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani dan Direktur LPPOM Bali, Aji Pamungkas itu.

Melalui kegiatan ini, kata dia, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan berkomitmen menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam mendorong UMKM Bali menjadi lebih produktif, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global secara berkelanjutan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Bali Jagadhita 2026, yang telah menjadi agenda tahunan dan bagian dari calendar of events pariwisata Bali. Kegiatan Bali Jagadhita akan menghadirkan pameran dan business matching UMKM sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas dan memperluas akses pasar, baik domestik maupun internasional,” katanya.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Bali dengan keunggulan pada sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan. “Namun, UMKM masih menghadapi tantangan dalam literasi digital, akses pembiayaan, kapasitas produksi, serta penetrasi pasar ekspor,” katanya.
Untuk itu, pelaku UMKM didorong mengimplementasikan hasil pembelajaran onboarding, khususnya dalam penguatan kualitas produk, kemasan, dan branding, guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing. “Kegiatan Onboarding UMKM Rahayu ini sejalan dengan visi Bali sebagai pulau digital, yang menekankan pentingnya transformasi digital dan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi dan penguatan daya saing UMKM.”UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan jumlah sekitar 56 juta unit, berkontribusi 60,5% terhadap PDB, serta menyerap 97% tenaga kerja,” katanya.
Di sisi lain, UMKM masih menghadapi tantangan produktivitas, skala usaha, serta akses pembiayaan, pasar, dan teknologi, sehingga berdampak pada masih terbatasnya kontribusi ekspor. “Ke depan, Kementerian UMKM mendorong transformasi ekosistem UMKM secara terintegrasi melalui penguatan legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pendampingan berkelanjutan,” ucapnya. (bgn008)26041010




