Media Informasi Masyarakat

DPRD Bali Dorong Penataan Ulang di Handara dan Kawasan Sekitarnya

Denpasar, Baliglobalnews

Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali secara resmi menyerahkan rekomendasi strategis terkait pemanfaatan ruang dan status penguasaan lahan di kawasan Handara Golf & Resort Bali.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna ke-31 DPRD Bali kepada pihak eksekutif yaitu Gubernur Bali I Wayan Koster di Ruang Sidang Utama, pada Senin (6/4/2026). “Langkah ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD dalam memastikan tata kelola ruang, aset daerah, dan perizinan berjalan sesuai ketentuan hukum serta prinsip pembangunan berkelanjutan,” kata Ketua Pansus TRAP I Made Supartha.

Dia menegaskan pengawasan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan tidak hanya aspek administratif, tetapi juga dimensi ekologis, sosial, dan budaya, khususnya di kawasan strategis dataran tinggi Bedugul. “Pengelolaan ruang di Bali harus berpijak pada keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya. Itu menjadi dasar utama dalam setiap rekomendasi yang kami susun,” ujarnya.

Dalam hasil kajian Pansus TRAP, terungkap adanya indikasi ketidaksinkronan antara rencana tata ruang dengan kondisi aktual di lapangan. Salah satu perhatian utama adalah meningkatnya risiko banjir di kawasan Desa Pancasari yang diduga berkaitan dengan perubahan pola pemanfaatan ruang di wilayah Bedugul.

Meski demikian, Pansus menegaskan bahwa keberadaan kawasan Handara tidak dapat serta-merta dijadikan sebagai penyebab utama. Secara faktual, kawasan tersebut dinilai masih mempertahankan karakter alami dengan dominasi vegetasi dan ruang terbuka hijau. Namun, tekanan pembangunan di kawasan sekitar, termasuk fragmentasi kawasan hutan dan gangguan terhadap sistem hidrologi alami, dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan bencana. Karena itu, diperlukan pengendalian tata ruang yang lebih terpadu, terutama dalam menjaga fungsi resapan air dan sistem drainase alami.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada indikasi over-komersialisasi di kawasan sempadan danau, khususnya di sekitar Danau Beratan. Aktivitas pembangunan yang mendekati garis sempadan dinilai berpotensi mengganggu fungsi ekologis kawasan lindung.

Dari sisi penguasaan lahan, Pansus TRAP menemukan adanya ketidaksesuaian data terkait Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dimiliki pengelola kawasan. Dalam paparan awal hanya disebutkan tiga bidang, namun hasil penelusuran bersama Badan Pertanahan Nasional menunjukkan adanya tambahan dua bidang lainnya.

Temuan ini dinilai sebagai sinyal awal atau red flag administratif yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Pansus menekankan pentingnya transparansi dan konsolidasi data guna menghindari potensi sengketa maupun kerugian daerah.

Sekretaris Pansus I Dewa Nyoman Rai menegaskan bahwa seluruh bidang tanah dalam satu kawasan usaha harus memiliki kejelasan status dan kesesuaian antara data administratif dengan kondisi faktual di lapangan. “Dalam aspek perizinan, Pansus menilai terdapat potensi fragmentasi akibat konfigurasi lahan yang terbagi dalam beberapa bidang SHGB. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan ketidakterpaduan dalam pengelolaan kawasan,” katanya.

Untuk itu, Pansus mendorong konsolidasi perizinan agar seluruh aktivitas usaha, mulai dari akomodasi hingga fasilitas penunjang, dapat terintegrasi dalam satu sistem yang transparan dan mudah diawasi.

Pansus juga membuka ruang kebijakan untuk penyesuaian penguasaan lahan berbasis fungsi sosial tanah. Dalam kondisi tertentu, dimungkinkan adanya pengembalian sebagian lahan kepada negara sebagai bagian dari upaya penataan kawasan yang lebih berpihak pada kepentingan publik dan kelestarian lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, Pansus TRAP DPRD Bali mengeluarkan rekomendasi Strategis untuk Penataan Kawasan yakni Pengembalian SHGB yang telah berakhir masa berlakunya kepada negara untuk penataan ulang, Evaluasi terhadap indikasi tanah terlantar serta penertiban hak atas tanah yang bermasalah. “Kami pengendalian sistem hidrologi secara terpadu di kawasan Pancasari dan sekitarnya untuk mitigasi banjir, Penertiban dan penyesuaian pembangunan di kawasan sensitif seperti lereng curam dan tepi jurang,” katanya.

Pansus TRAP menegaskan bahwa rekomendasi ini bukan bentuk tekanan terhadap pelaku usaha, melainkan upaya menjaga keseimbangan antara investasi dan kelestarian lingkungan.

Dalam konteks Bali yang kaya akan nilai alam dan budaya, pengelolaan ruang yang tidak terkendali berpotensi mengancam keberlanjutan jangka panjang. “Pembangunan tidak boleh mengorbankan masa depan lingkungan. Tata ruang harus menjadi instrumen perlindungan, bukan sekadar legalitas,” katanya.

Rekomendasi tersebut kini telah disampaikan kepada DPRD Bali dan pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga Bali tetap lestari di tengah tekanan pembangunan yang kian meningkat. (bgn008)26040603

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam