Pertamina Patra Niaga Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Minyak di Mangrove Benoa
Denpasar, Baliglobalnews
Pertamina Patra Niaga bersama Polairud mengkroscek informasi adanya pohon mangrove yang mati secara mendadak di kawasan Mangrove Benoa (jalan pintu masuk Tol Bali Mandara), Denpasar Selatan, yang diduga akibat kebocoran pipa BBM.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad mengatakan Terminal BBM Sanggaran sebagai lokasi terminal terdekat telah mengkroscek secara langsung, tidak ditemukan adanya lapisan minyak ataupun bau menyengat BBM. “Pagi ini setelah pengecekan bersama Polairud, tidak ditemukan adanya bay menyengat BBM,” katanya kepada wartawan di Denpasar pada Sabtu (21/2/2026).
Dia menyampaikan Tim Terminal BBM Sanggaran juga telah menghadiri undangan rapat koordinasi dari DKLH Provinsi Bali. Sebagai tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait sepanjang beberapa bulan terakhir. “Terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa,” katanya.
Ahad menyampaikan Pertamina segera melaksanakan percepatan pemulihan kawasan mangrove yang dalam prosesnya akan saling membantu dengan perusahaan terkait lainnya yang memiliki operasional di kawasan Benoa sebagaimana arahan dari DKLH Provinsi Bali. “Saat ini, Pertamina dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional terkait termasuk pengecekan ekosistem terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak di kawasan Benoa,” tegasnya.
Dia menyatakan sesuai dengan kaidah analisis mengenai dampak lingkungan, pemeriksaan berkala dan pelestarian lingkungan pun dilaksanakan upaya capaian keseimbangan operasional dan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kami pihak Pertamina mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, APH, dan lembaga setempat yang telah turut bekerjasama dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan,” tandasnya. (bgn008)26022108