Ditemukan di Lokasi Berbeda, Jasad Ibu dan Anak Korban Terseret Arus Sungai Akhirnya Berkumpul di RSUD Singasana
Tabanan, Baliglobalnews
Operasi Tim SAR Gabungan terhadap ibu dan anak yang hanyut akibat longsor di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, resmi berakhir pada Kamis (22/1/2026). Kedua korban, Yuliana Da Costa Makun (30) dan putrinya, Audrey Natania Banafanu (1,5), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sungai Subak Jemanik. Penemuan kedua jasad korban di hari kedua pencarian ini terpaut jarak yang cukup jauh dari lokasi awal kejadian (titik nol).
Pencarian hari kedua diawali dengan kabar penemuan jasad balita perempuan di pesisir Pantai Batu Belig, Kuta Utara, Kabupaten Badung, sekitar pukul 06.30 Wita. Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang wisatawan mancanegara yang sedang berolahraga pagi.

Kapolsek Marga AKP I Nyoman Sudarma mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan pengecekan langsung oleh pihak keluarga di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah), jenazah dipastikan adalah Audrey. “Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak tindakan autopsi,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 14.00 Wita, Tim SAR Gabungan kembali menemukan jasad perempuan di aliran Sungai Yeh Ege, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri. Identitas jasad tersebut terkonfirmasi sebagai Yuliana Da Costa Makun (27).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Nyoman Sidakarya menyampaikan bahwa jasad sang ibu ditemukan sejauh 6,9 kilometer dari lokasi jatuhnya korban di Sungai Subak Jemanik. “Berdasarkan ciri-ciri fisik, dapat dipastikan jasad tersebut adalah korban Yuliana. Jenazah langsung dievakuasi menuju RSUD Singasana, Desa Nyitdah, menyusul jenazah sang anak yang juga dipindahkan ke rumah sakit yang sama,” ujarnya seraya menambahkan, dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.
Sementara Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Trijuang Danarjati yang memantau langsung proses evakuasi menyebutkan kondisi jenazah mengalami kerusakan pada bagian kulit akibat terseret arus sungai yang deras dan berbatu.
Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi keluarga yang selamat, yakni sang ayah, Semi Christian Banafanu, dan putri pertamanya, Nathalia DeQuenza (6) yang dilaporkan secara fisik telah membaik namun mengalami trauma psikologis yang berat. “Nathalia sekarang tinggal bersama tantenya. Secara psikis dia masih terguncang, tadi malam sempat menangis terus mencari mamanya,” ujar sepupu korban, Marki Tanone.
Pihak keluarga telah bersepakat untuk membawa kedua jenazah pulang ke kampung halaman di Kupang, NTT, untuk prosesi pemakaman. Namun, mengingat keterbatasan biaya dan kondisi duka yang dialami, keluarga berharap adanya uluran tangan dari pemerintah. “Kami berencana mengirim kedua jenazah ke Kupang agar prosesi pemakaman dilakukan di sana. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk proses pemulangan ini,” katanya.
Dandim kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk selalu waspada terhadap potensi bencana susulan. “Potensi longsor dan banjir bandang masih sangat tinggi di tengah cuaca ekstrem belakangan ini. Mari kita selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar,” tegas Dandim. (bgn020)26012211




