Media Informasi Masyarakat

Gubernur Apresiasi BPD Bali, Paling Efisien dan Hampir Tanpa Kredit Macet

Denpasar, Baliglobalnews

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menjadi terbaik ketujuh BPD se-Indonesia, karena kinerja keuangan yang baik, efisiensi, dan tanpa kredit macet.

“Kinerja BPD Bali juga tercermin dari tingkat kredit bermasalah yang sangat rendah. Rasio non-performing loan (NPL) net BPD Bali tercatat sekitar 0,02 persen, terendah di antara seluruh bank pembangunan daerah,” kata Gubernur Bali Wayan Koster saat Rapat Paripurna ke-26 DPRD Provinsi Bali, terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT BPD Bali, di Denpasar, pada Rabu (21/1/2026).

Kondisi ini, kata dia, menunjukkan kualitas penyaluran kredit yang sangat baik serta kedisiplinan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran. “NPL net-nya paling rendah, berarti peminjam di BPD Bali rata-rata lancar. Proses pinjamannya bagus,” katanya.

Dari sisi efisiensi operasional, kata Koster, BPD Bali kembali mencatatkan kinerja terbaik. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) BPD Bali berada di kisaran 60 persen, jauh lebih rendah dibandingkan BPD lain yang rata-rata berada di atas 80 persen. “Itu lihat, BOPO yang rendah, ini menjadi indikator kuat bahwa bank dikelola secara efisien dan tidak boros,” katanya.

Menurut Koster, capaian tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Sejak awal memimpin Bali, Koster mengaku menerapkan kebijakan tegas terhadap tata kelola BPD, termasuk menutup ruang praktik tidak sehat yang selama ini kerap melekat pada bank daerah.

Berdasarkan data aset, Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) berada di posisi teratas dengan aset sekitar Rp181 triliun, disusul Bank Jatim Rp107 triliun, Bank Jateng Rp92 triliun, Bank Jakarta Rp89 triliun, serta Bank Kalimantan Timur dan Utara sekitar Rp51 triliun, Bank Sumut Rp50 triliun dan BPD Bali berada di peringkat ketujuh total aset lebih dari Rp42 triliun. Di bawahnya ada Bank Sumsel-Babel, Bank Papua dan Bank Nagari.

Meski berada di peringkat ketujuh dari sisi aset, Koster menegaskan bahwa kinerja BPD Bali justru menonjol dari sisi laba. Hingga tutup buku 31 Desember, bank kebanggaan masyarakat Bali ini mencatatkan laba bersih sekitar Rp1,1 triliun. Capaian tersebut bahkan melampaui Bank lain yang memiliki aset lebih besar dari BPD Bali. 

Sebagai perbandingan, Bank Jawa Barat dengan aset Rp181 triliun mencatat laba sekitar Rp958 miliar, Bank Jatim sekitar Rp1,2 triliun dan Bank Jateng sekitar Rp1,3 triliun. Namun jika dihitung dari rasio laba terhadap aset atau Return on Asset (ROA), BPD Bali justru mencapai sekitar 3,9 persen, tertinggi di antara seluruh bank pembangunan daerah. Angka ini jauh di atas ROA Bank BJB yang hanya 0,61 persen, Bank Jawa Timur 1,76 persen, Bank Jawa Tengah 1,93 persen, Bank DKI Jakarta 1,06 persen, serta Bank Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara) 1,08 persen.

Rasio Return on Equity (ROE) atau perbandingan laba terhadap modal BPD Bali tercatat sangat tinggi, yakni sekitar 26,46 persen. Capaian ini meninggalkan jauh bank-bank daerah lainnya, seperti Bank BJB yang berada di angka 6,7 persen, Bank Jawa Timur 12,3 persen, Bank Jawa Tengah 14,18 persen, Bank DKI Jakarta 6,28 persen, serta Bank Kaltimtara 4,47 persen. “Artinya, dengan aset yang jauh lebih kecil, BPD Bali mampu menghasilkan laba secara jauh lebih efisien dibandingkan bank daerah lain. Ini ukuran paling sederhana untuk melihat kualitas kinerja bank,” katanya.

Koster menegaskan penambahan penyertaan modal bukan sekadar keputusan politik anggaran, melainkan bentuk kepercayaan pemerintah daerah terhadap kinerja BPD Bali yang dinilainya sangat baik.

Dengan disahkannya penambahan penyertaan modal Rp445 miliar, total penyertaan modal Pemerintah Provinsi Bali di BPD Bali hingga akhir 2025 mencapai sekitar Rp839,9 miliar atau hampir Rp840 miliar. “Angka tersebut akan terus meningkat seiring dorongan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk menambah penyertaan sesuai kemampuan fiskal masing-masing,” katanya.

Koster menyebutkan penguatan permodalan menjadi kunci untuk mendorong ekspansi pembiayaan, termasuk bagi sektor usaha kecil dan menengah, serta untuk memperkuat fondasi kelembagaan BPD Bali ke depan. Salah satu fokus utama yang akan didorong adalah penguatan sistem teknologi informasi dan digitalisasi layanan perbankan. “Kalau mau naik kelas, IT harus diperkuat. Ini yang membuat kita masih tertinggal dari bank-bank nasional. Tahun 2026 dan 2027 akan kita lakukan perubahan, biar passion BPD Bali sudah beda,” katanya.

Ketua DPD PDIP Bali itu menegaskan dirinya tidak melakukan intervensi dalam pengelolaan harian bank, namun sebagai Pemerintah Provinsi Bali yang merupakan salah satu pemegang saham di BPD. (bgn008)26012122

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam