Tiga Pelajar Nekat Curi Tabung Gas di Tabanan untuk Beli Ban Motor
Tabanan, Baliglobalnews
Jajaran Polres Tabanan bergerak cepat menuntaskan keresahan warga terkait aksi pencurian tabung gas 3 kg yang sempat viral di media sosial Instagram. Berbekal rekaman CCTV, kepolisian berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diketahui masih berstatus pelajar.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata saat dimintai konfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Dia menyebutkan aksi pencurian itu terjadi di sebuah warung Jalan Tukad Yeh Ho, Banjar Jadi Pisah, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Dari laporan yang didapat, kata dia, peristiwa bermula pada Minggu (21/12/2025) subuh pukul 05.50 Wita. Saat itu, salah satu saksi penjaga warung, Kasiyo Hariyanto (65) yang membuka warung sedang duduk mengantuk di belakang, hanya berjarak 2 meter dari tumpukan tabung gas. Situasi sepi ini dimanfaatkan oleh para pelaku. “Pemilik, Ni Made Sari Erawati (50), baru menyadari kehilangan dua buah tabung gas 3 kg saat melakukan pengecekan stok di siang hari. Setelah mengecek rekaman CCTV, terlihat tiga orang berboncengan satu motor berhenti di depan warung, lalu salah satu pelaku masuk dan mengambil tabung gas tersebut,” ujar Iptu Berata pada Rabu (24/12/2025).
Berdasarkan hasil profiling pada Senin (22/12/2025), kata dia, polisi berhasil menjemput tiga terduga pelaku di rumahnya masing-masing. Ketiganya masih di bawah umur dan berstatus pelajar, yakni KTM (14) asal Denpasar Utara, VKP (16) asal Denpasar Utara, dan CAO (16) Asal Mengwi.
Iptu Berata menyebutkan dari hasil interogasi, terungkap motif pencurian yang cukup miris. Ide pencurian berasal dari pelaku CAO yang mengajak teman-temannya mencuri untuk kebutuhan modifikasi motor dan jajan. “Mereka mencuri untuk membeli ban motor Scoopy milik CAO dan untuk makan. Tabung gas curian tersebut dijual seharga Rp 200.000 di sebuah warung Madura di Desa Mungu, Badung,” katanya seraya menambahkan, uang hasil kejahatan itu kemudian digunakan untuk membeli ban motor bekas di Pasar Loak Kreneng seharga Rp 140.000, sementara sisanya habis dibelikan bensin, makan, dan rokok.
Mengingat status ketiga pelaku yang masih pelajar, pihaknya mengedepankan pendekatan yang humanis sesuai permintaan korban. “Korban tidak membuat laporan resmi. Pihak korban hanya menginginkan agar dipertemukan dengan keluarga para pelaku dan dibuatkan surat pernyataan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario Nopol H 5854 BKG yang digunakan saat beraksi, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat terekam CCTV. Saat ini, para remaja tersebut masih diamankan di Polsek Kediri untuk proses tindak lanjut dan pembinaan. (bgn020)25122410/11