Media Informasi Masyarakat

7 Kali WTP Berturut-turut Tak Membuat Gubernur Puas

Denpasar, Baliglobalnews

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan meskipun Pemprov Bali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) 7 kali berturut-turut, hal itu tidak membuat pihaknya berpuas diri.

Hal itu dikatakan Gubernur usai melantik dan mengambil sumpah Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali, Muhammad Masykur, serta mengukuhkan Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN), Paulus Dwi Laksono, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali Denpasar, Kamis (12/11)

Gubernur menyatakan sebaliknya, berupaya bekerja lebih giat lagi, lebih cermat lagi dalam penyusunan serta penggunaan anggaran. Sehingga anggaran yang ada tidak hanya digunakan secara benar, efektif efisien tetapi juga memberikan output dan outcome yang nyata dan berguna nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur menyampaikan apresiasinya atas kerjasama serta sinergitas yang telah terbentuk dengan jajaran BPKP Provinsi Bali dalam melaksanakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan daerah, pemberian asistensi penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Ke depan, Gubernur Koster berharap agar BPKP bisa lebih progresif dalam menentukan tolak ukur predikat WTP, di mana tidak hanya berdasarkan pada pengelolaan keuangan yang baik, akuntabel dan transparan, tetapi juga seberapa besar kebermanfaatan dan output dari anggaran yang digunakan bagi masyarakat.

Gubernur meminta agar BKN terus melakukan reformasi serta evaluasi terhadap berbagai kebijakan dalam penyusunan dan penetapan kebijakan teknis di bidang manajemen kepegawaian.

Hadir pada acara tersebut Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Sally Salamah; Wakil Kepala BKN, Supranawa Yusuf; Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali serta undangan lainnya. (bgn122)20111220

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...