<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WHO &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/who-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jun 2021 02:35:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>WHO &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips aman saat anak kembali belajar tatap muka di sekolah</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tips-aman-saat-anak-kembali-belajar-tatap-muka-di-sekolah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tips-aman-saat-anak-kembali-belajar-tatap-muka-di-sekolah</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tips-aman-saat-anak-kembali-belajar-tatap-muka-di-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2021 02:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[belajartatapmuka]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[gayahidup]]></category>
		<category><![CDATA[sekolahtatapmuka]]></category>
		<category><![CDATA[tipsaman]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=31464</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Sekolah tatap muka akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru, meski keputusan tersebut akan dikembalikan kepada orangtua setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat anak datang ke sekolah. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dari jumlah total penderita COVID-19 di seluruh dunia, sebanyak 8,5 persen merupakan anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Angka kematiannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_2021-06-07-06-57-09-59_copy_1028x685-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Sekolah tatap muka akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru, meski keputusan tersebut akan dikembalikan kepada orangtua setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat anak datang ke sekolah.</p>



<p>Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dari jumlah total penderita COVID-19 di seluruh dunia, sebanyak 8,5 persen merupakan anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Angka kematiannya pun lebih sedikit dan biasanya gejalanya lebih ringan namun tetap ada laporan pasien anak-anak yang kritis.</p>



<p>Sejumlah penelitian terbatas yang dilakukan oleh sejumlah negara mendapati risiko anak tertular COVID-19 lebih kecil ketimbang orang dewasa. Anak yang diteliti antara lain yang berumur di bawah 18 tahun, 15 tahun, dan 9 tahun, namun berbeda dengan anak usia di bawah 1 tahun, risiko terkena COVID-19 lebih besar.</p>



<p>dr&nbsp;Tuty Mariana, SpA, Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur mengatakan hingga saat ini, sejumlah kluster muncul di sekolah-sekolah di berbagai negara karena biasanya gejala pada anak lebih sedikit dan sakitnya tidak terlalu parah, kasus positif kadang tak terdeteksi.</p>



<p>Data studi awal pun menunjukkan tingkat penularan di kalangan remaja lebih tinggi ketimbang pada anak berusia lebih muda.</p>



<p>&#8220;Yang pasti, kesadaran anak untuk menerapkan protokol kesehatan secara umum lebih rendah ketimbang orang dewasa. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peran anak-anak dalam penularan COVID-19 di sekolah,&#8221; ujar dr&nbsp;Tuty dalam keterangan resminya pada Senin.</p>



<p>Sementara itu, spesialis dokter anak dr Ria Yoanita, SpA dari Primaya Evasari Hospital mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orangtua dan pihak sekolah saat memulai pembelajaran tatap muka.</p>



<p><strong>Cek kondisi kesehatan</strong><br>dr Ria mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek secara berkala kondisi kesehatan anak dengan mengukur suhu tubuh anak setiap hari.</p>



<p>Akan lebih baik lagi jika ada<em>&nbsp;thermo gun</em>&nbsp;yang lebih cepat menampilkan hasil pengukuran suhu tanpa bersentuhan dengan permukaan kulit. Jika suhu tubuh anak di atas batas, batuk, dan sesak napas sebaiknya minta izin untuk tetap di rumah.</p>



<p><strong>Ajari praktik kebersihan</strong><br>Anak juga perlu diajarkan praktik kebersihan meski kebanyakan sering abai. Orangtua bisa mengajari anak mencuci tangan sambil menyanyi dengan durasi sekitar 20 detik. Pilih lagu kesukaan anak agar hatinya senang saat mencuci tangan. Membawa air minum dan peralatan makan sendiri dari rumah serta</p>



<p><strong>Membuang sampah pada tempatnya</strong><br>Situasi pandemi membuat ajaran buang sampah dengan benar ini kian mendesak untuk diterapkan. Ajari anak cara mengenakan masker yang benar dan ingatkan untuk merusak masker dulu sebelum membuangnya agar tidak digunakan ulang.</p>



<p><strong>Etika batuk dan bersin</strong><br>WHO memperingatkan agar semua orang menerapkan etika batuk dan bersin, yakni tidak melepas masker saat bersin atau batuk karena masker dapat menahan percikan.</p>



<p>Segera buang masker dan ganti dengan yang baru bila sudah basah. Tidak menyentuh wajah saat bersin atau batuk. Gunakan tisu atau lengan baju bagian dalam untuk menutupi hidung dan mulut.</p>



<p>Cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau<em>&nbsp;hand sanitizer</em>&nbsp;setelah bersin atau batuk. Orangtua dapat mengajari etika ini dengan memberikan contoh kepada anak. Anak akan lebih mudah mengikuti bila melihat contoh langsung.</p>



<p><strong>Memilih transportasi untuk ke sekolah</strong><br>Tidak disarankan untuk menggunakan transportasi umum bagi siswa untuk pergi dan pulang dari sekolah. Sebaiknya antar dan jemput anak dengan kendaraan pribadi bila memungkinkan.</p>



<p>Jika tidak, sekolah dapat berkoordinasi dengan dinas perhubungan di daerahnya untuk menyediakan sarana transportasi khusus siswa sekolah, tidak bercampur dengan masyarakat umum.</p>



<p><strong>Tidak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut</strong><br>Droplet yang mengandung virus corona dapat memasuki tubuh manusia lewat tiga bagian yang berongga di wajah, yaitu mata, hidung, dan mulut. Orangtua mesti tidak putus mengingatkan buah hatinya agar senantiasa mengenakan masker di sekolah.</p>



<p>Ingatkan pula supaya tidak menyentuh wajahnya dengan alasan apa pun. Bila hendak menyentuh wajah, cuci tangan dulu dengan sabun.</p>



<p>dr Ria juga memberikan informasi tips dan skema menjaga jarak di sekolah. Surat keputusan bersama empat menteri juga mengatur soal jaga jarak untuk mencegah penularan COVID-19 di sekolah.</p>



<p>Untuk sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat, ada aturan jaga jarak minimal 1,5 meter dan tiap kelas berisi maksimal 18 peserta didik. Khusus bagi sekolah luar biasa dan pendidikan anak usia dini, maksimal peserta didik lima orang per kelas.</p>



<p>Sekolah juga wajib mengatur tata letak ruangan dengan pedoman; jarak antar-orang 1,5 meter baik saat duduk, berdiri, maupun antre. Memberikan tanda jaga jarak di ruang-ruang sekolah.</p>



<p>Sirkulasi udara di kelas harus memadai. Bila tak memadai, pembelajaran tatap muka dilangsungkan di ruang terbuka di area sekolah.</p>



<p>Sekolah juga wajib membuat pengaturan lalu lintas satu arah di lorong atau koridor dan tangga. Bila tak memungkinkan, harus ada tanda pemisah dan penanda arah jalur.</p>



<p>&#8220;Tidak cukup dengan protokol kesehatan, penghuni sekolah mesti senantiasa menjaga kebersihan selama di sekolah. Salah satu caranya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk membantu penerapan PHBS, sekolah harus menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan,&#8221; kata dr. Ria.</p>



<p>Toilet bersih dan layak, tempat cuci tangan dengan sabun dan<em>&nbsp;hand sanitizer</em>&nbsp;harus disediakan oleh sekolah.</p>



<p>Sekolah juga harus memiliki satuan tugas penanganan COVID-19 dengan berbagai tim di dalamnya. Tim ini berfungsi memastikan kebijakan dan infrastruktur guna mencegah penularan COVID-19 di sekolah telah tersedia dan terlaksana.</p>



<p>Penyusunan kebijakan dan penyediaan infrastruktur berpedoman pada surat keputusan bersama empat menteri serta satuan tugas penanganan COVID-19.</p>



<p>Infrastruktur dalam hal ini termasuk tempat cuci tangan/<em>hand sanitizer, thermo gun</em>&nbsp;untuk mengecek suhu tubuh, ruangan dengan sirkulasi udara memadai, penanda jaga jarak di bangku dan lorong-lorong, serta ruangan isolasi bagi warga sekolah dengan gejala COVID-19.</p>



<p>Adapun kebijakan mencakup aturan <em>screening</em>, penegakan protokol kesehatan, hingga tata cara ketika ada penghuni sekolah yang memerlukan penanganan karena sakit.(bgn123)21060702</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tips-aman-saat-anak-kembali-belajar-tatap-muka-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vaksin COVID-19 Sinopharm disetujui WHO</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/vaksin-covid-19-sinopharm-disetujui-who/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=vaksin-covid-19-sinopharm-disetujui-who</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/vaksin-covid-19-sinopharm-disetujui-who/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 10:12:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[sinopharm]]></category>
		<category><![CDATA[vaksincovid-19]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=28828</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="791" height="488" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211.jpg 791w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211-300x185.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211-768x474.jpg 768w" sizes="(max-width: 791px) 100vw, 791px" /></div>Internasional, Baliglobalnews Vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan obat milik negara China, Sinopharm, pada Jumat (7/5) disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan darurat.  Vaksin tersebut telah diberikan kepada ratusan juta orang di China dan di tempat-tempat lain, dan merupakan vaksin pertama yang dikembangkan oleh negara non Barat yang mendapat dukungan dari WHO. Ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="791" height="488" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211.jpg 791w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211-300x185.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-peru-sinopharm-coronavirusvaccine-100220211-768x474.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 791px) 100vw, 791px" /></div>
<p>Internasional, Baliglobalnews</p>



<p>Vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan obat milik negara China, Sinopharm, pada Jumat (7/5) disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan darurat.  </p>



<p>Vaksin tersebut telah diberikan kepada ratusan juta orang di China dan di tempat-tempat lain, dan merupakan vaksin pertama yang dikembangkan oleh negara non Barat yang mendapat dukungan dari WHO.</p>



<p>Ini juga pertama kalinya WHO memberikan persetujuan penggunaan darurat bagi vaksin China untuk penyakit menular apa pun.</p>



<p>Sebelumnya pada a​​​​wal pekan ini, para ahli WHO secara terpisah menyatakan kekhawatiran tentang kualitas data yang diberikan perusahaan tentang efek samping.</p>



<p>Daftar darurat WHO adalah sinyal bagi regulator nasional bahwa suatu produk aman dan efektif.</p>



<p>Daftar itu juga memungkinkan vaksin Sinopharm untuk dimasukkan dalam COVAX, program global untuk menyediakan vaksin terutama bagi negara-negara miskin, yang mengalami masalah pasokan.</p>



<p>&#8220;Ini memperluas daftar vaksin COVID-19 yang dapat dibeli COVAX, dan memberi kepercayaan pada negara-negara dalam mempercepat persetujuan peraturan mereka sendiri, serta untuk mengimpor dan mengelola vaksin,&#8221; ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.</p>



<p>Penasihat senior WHO Bruce Aylward mengatakan terserah pada Sinopharm untuk mengatakan berapa banyak dosis vaksin yang dapat diberikan perusahaan farmasi tersebut&nbsp;untuk program COVAX.</p>



<p>&#8220;Mereka berusaha untuk memberikan dukungan yang penting, dengan menyediakan sejumlah besar dosis (vaksin) sementara pada saat yang sama juga mencoba melayani penduduk China,&#8221; ujar Aylward.</p>



<p>Sebelumnya, WHO telah memberikan persetujuan darurat untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson &amp; Johnson, dan Moderna.</p>



<p>Penyimpanan Mudah</p>



<p>Keputusan untuk menyetujui vaksin Sinopharm diambil oleh kelompok penasihat teknis WHO, yang bertemu sejak 26 April untuk meninjau data klinis terbaru dan praktik manufaktur.</p>



<p>&#8220;Persyaratan penyimpanannya yang mudah membuatnya sangat cocok untuk pengaturan sumber daya rendah,&#8221; demikian pernyataan WHO.</p>



<p>Tedros mengatakan bahwa, setelah persetujuan tersebut, Kelompok Penasihat Strategis Ahli (SAGE) telah merekomendasikan bahwa orang dewasa di atas 18 tahun menerima dua dosis vaksin Sinopharm.</p>



<p>Berdasarkan semua bukti yang tersedia, WHO merekomendasikan vaksin bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam dua dosis dengan jarak jadwal pemberian tiga hingga empat minggu.</p>



<p>Vaksin itu, yang dikembangkan oleh Beijing Biological Products Institute &#8211;unit anak perusahaan Sinopharm China National Biotec Group, diperkirakan memiliki kemanjuran 79 persen untuk semua kelompok umur.</p>



<p>&#8220;Informasi yang kami miliki untuk penggunaan pada orang di atas 60 tahun masih sangat langka. Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa vaksin akan berpengaruh berbeda pada kelompok usia yang lebih tua ini,&#8221; kata ketua panel SAGE Alejandro Craviato.</p>



<p>Tetapi dengan mencatat kesenjangan dalam data klinis, dia mengatakan bahwa Sinopharm atau otoritas nasional harus memantau orang-orang di atas 60 tahun, juga kalangan&nbsp;orang dengan penyakit penyerta&nbsp;serta wanita hamil setelah vaksinasi.</p>



<p>WHO mengatakan pihaknya dapat mencapai keputusan tentang vaksin COVID-19 utama China lainnya, yaitu yang dibuat oleh Sinovac Biotech, minggu depan. Para ahli teknis memeriksanya pada Rabu (5/5).</p>



<p>&#8220;Kami telah mulai meninjau laporan dari Sinovac. Kami sebenarnya meminta informasi tambahan kepada pabrikan &#8230; yang kami harap akan segera terima untuk membuat keputusan,&#8221; ujar ketua kelompok penasihat teknis WHO Arnaud Didierlaurent.</p>



<p>China telah menyebarkan sekitar 65 juta dosis vaksin Sinopharm dan sekitar 260 juta dosis suntikan Sinovac. Kedua vaksin tersebut telah diekspor ke banyak negara, terutama di Amerika Latin, Asia, dan Afrika, yang banyak di antaranya mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan vaksin yang dikembangkan di negara-negara Barat.(bgn123)21050807</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/vaksin-covid-19-sinopharm-disetujui-who/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wuhan dorong WHO lacak kaitan COVID dan Pekan Olahraga Militer Dunia</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/wuhan-dorong-who-lacak-kaitan-covid-dan-pekan-olahraga-militer-dunia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wuhan-dorong-who-lacak-kaitan-covid-dan-pekan-olahraga-militer-dunia</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/wuhan-dorong-who-lacak-kaitan-covid-dan-pekan-olahraga-militer-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 10:13:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<category><![CDATA[wuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=20900</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="770" height="465" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808.jpeg 770w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808-300x181.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808-768x464.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px" /></div>Internasional, Baliglobalnews Ahli patogen di Wuhan mendorong tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melakukan penelitian COVID-19 di Ibu Kota Provinsi Hubei, China, untuk melacak keterkaitan wabah tersebut dengan kegiatan Pekan Olahraga Militer Dunia. Investigasi epidemiologis bisa dilakukan dengan memeriksa 10 atau 20 kasus pertama yang terjadi di Wuhan sehingga bisa membantu bagaimana virus tersebut menular [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="770" height="465" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808.jpeg 770w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808-300x181.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/6472AE33-D1DE-42E8-9460-B99335929808-768x464.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px" /></div>
<p>Internasional, Baliglobalnews</p>



<p>Ahli patogen di Wuhan mendorong tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melakukan penelitian COVID-19 di Ibu Kota Provinsi Hubei, China, untuk melacak keterkaitan wabah tersebut dengan kegiatan Pekan Olahraga Militer Dunia.</p>



<p>Investigasi epidemiologis bisa dilakukan dengan memeriksa 10 atau 20 kasus pertama yang terjadi di Wuhan sehingga bisa membantu bagaimana virus tersebut menular dan dari mana asalnya, demikian Deputi Direktur Departemen Biologi Patogen Wuhan University, Yang Zhanqiu, dikutip Global Times, Senin (18/1).</p>



<p>Jika investigasi epidemiologis yang dilakukan WHO mendapati adanya penularan dari orang-orang yang bepergian ke luar negeri, lanjut dia, maka harus segera ditindaklanjuti.</p>



<p>Demikian halnya kalau ada dugaan personel militer Amerika Serikat yang datang ke Wuhan untuk ambil bagian dalam Pekan Olahraga Militer Dunia (MWG) membawa COVID-19 ke China hingga menyebar ke seluruh dunia, maka WHO harus menyelidikinya dengan mengaitkan kasus pertama yang terjadi di Wuhan, demikian Yang.</p>



<p>MWG digelar di Wuhan pada 18-27 Oktober 2019 yang diikuti oleh 9.308 atlet dari 110 negara.</p>



<p>Sebelumnya beberapa media di China ramai-ramai mengaitkan COVID-19 yang pertama kali kasusnya ditemukan di Wuhan pada Desember 2019 itu dengan penyelenggaraan MWG tersebut.</p>



<p>Sebanyak 13 ahli dari WHO tiba di Wuhan pada Kamis (14/1) untuk melakukan investigasi COVID-19 dan saat ini masih menjalani karantina selama 14 hari.</p>



<p>Semula anggota tim WHO berjumlah 15 orang, namun yang dua hasil tes usapnya positif saat transit di Singapura sehingga gagal berangkat ke Wuhan. (bgn123)21011812</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/wuhan-dorong-who-lacak-kaitan-covid-dan-pekan-olahraga-militer-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>EU desak WHO lebih transparan dalam penanganan pandemi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/eu-desak-who-lebih-transparan-dalam-penanganan-pandemi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=eu-desak-who-lebih-transparan-dalam-penanganan-pandemi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/eu-desak-who-lebih-transparan-dalam-penanganan-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2020 02:37:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[organisasikesehatandunia]]></category>
		<category><![CDATA[unieropa]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=12944</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="784" height="511" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496.jpg 784w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496-300x196.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496-768x501.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496-210x136.jpg 210w" sizes="auto, (max-width: 784px) 100vw, 784px" /></div>Internasional, Baliglobalnews Uni Eropa (EU) mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera dirombak, agar lebih kuat menangani pandemi dan membuka kekurangan negara-negara anggotanya dalam keadaan darurat kesehatan. Komentar tersebut dibuat pada konferensi video para menteri kesehatan EU yang mendukung dokumen EU tentang reformasi badan PBB, yang untuk pertama kalinya menguraikan serangkaian perubahan besar yang diperlukan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="784" height="511" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496.jpg 784w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496-300x196.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496-768x501.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/UE-12496-210x136.jpg 210w" sizes="auto, (max-width: 784px) 100vw, 784px" /></div>
<p>Internasional, Baliglobalnews</p>



<p>Uni Eropa (EU) mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera dirombak, agar lebih kuat menangani pandemi dan membuka kekurangan negara-negara anggotanya dalam keadaan darurat kesehatan.</p>



<p>Komentar tersebut dibuat pada konferensi video para menteri kesehatan EU yang mendukung dokumen EU tentang reformasi badan PBB, yang untuk pertama kalinya menguraikan serangkaian perubahan besar yang diperlukan untuk meningkatkan kekuatan dan sumber daya WHO.</p>



<p>Langkah tersebut menyusul kritik bahwa China dan negara lain tidak membagikan informasi tentang pandemi COVID-19 secara tepat waktu pada masa awal kemunculannya.</p>



<p>&#8220;Pandemi saat ini sangat menantang kita, tetapi sangat penting bahwa debat reformasi (WHO) diadakan secara paralel,&#8221; ujar Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada konferensi pers, Jumat.</p>



<p>Dia tidak mengatakan kapan proses reformasi harus dimulai, tetapi menekankan bahwa sebagai akibat dari perombakan tersebut, WHO harus menjadi lebih cepat bereaksi terhadap krisis kesehatan, sementara negara-negara anggotanya harus berbagi lebih banyak informasi dalam keadaan darurat.</p>



<p>&#8220;Kami sangat menghargai kepemimpinan kuat EU dalam kesehatan global dan dukungannya yang teguh untuk WHO, termasuk dukungan untuk memperkuat organisasi,&#8221; kata WHO, menolak berkomentar secara khusus mengenai dokumen EU yang dilaporkan Reuters pada September lalu.</p>



<p>&#8220;Sangat penting bagi kita untuk terus maju dengan reformasi ini,&#8221; kata Komisaris Kesehatan EU Stella Kyriakides dalam konferensi pers yang sama.</p>



<p>Setelah berbulan-bulan tekanan internasional, panel independen dibentuk pada September untuk meninjau penanganan global pandemi. Proses untuk mereformasi WHO akan dimulai setelah itu, kata para pejabat.</p>



<p>Draf dokumen EU, yang akan mewakili posisi blok itu dalam sidang WHO pada pertengahan November mendatang, mendesak badan PBB untuk memublikasikan lebih cepat bagaimana dan apakah negara anggotanya menghormati kewajiban mereka dalam berbagi informasi tentang krisis kesehatan.</p>



<p>Sebelumnya, Amerika Serikat menuduh WHO terlalu dekat dengan China pada fase pertama pandemi, ketika para kritikus mengatakan Beijing lambat dalam berbagi informasi penting tentang virus corona baru yang pertama kali muncul di Kota Wuhan.</p>



<p>Namun, WHO telah berulang kali menepis tuduhan tersebut.</p>



<p>&#8220;Transparansi tentang siapa yang mematuhi aturan adalah fundamental,&#8221; kata Kyriakides kepada para menteri di konferensi video, menurut catatan pidatonya.</p>



<p>Draf dokumen tersebut juga mengatakan negara-negara anggota WHO harus mengizinkan penilaian epidemiologi independen di tempat di zona risiko tinggi selama krisis kesehatan. (bgn123)20103107</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/eu-desak-who-lebih-transparan-dalam-penanganan-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidung tersumbat dan pilek tak selalu pertanda COVID-19</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/hidung-tersumbat-dan-pilek-tak-selalu-pertanda-covid-19/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hidung-tersumbat-dan-pilek-tak-selalu-pertanda-covid-19</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/hidung-tersumbat-dan-pilek-tak-selalu-pertanda-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 06:19:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=11463</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Hidung tersumbat dan pilek memang menjadi gejala yang dialami pasien COVID-19, tetapi ini bukan tanda klasik penyakit yang kini menjadi pandemi itu, ungkap dokter Neha Vyas dari Cleveland Clinic seperti dilansir Health pada Jumat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merujuk pada laporan kasus di China pada Februari lalu menemukan, hanya 4,8 persen pasien (dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/disease-4392136_1280-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Hidung tersumbat dan pilek memang menjadi gejala yang dialami pasien COVID-19, tetapi ini bukan tanda klasik penyakit yang kini menjadi pandemi itu, ungkap dokter Neha Vyas dari Cleveland Clinic seperti dilansir Health pada Jumat.</p>



<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merujuk pada laporan kasus di China pada Februari lalu menemukan, hanya 4,8 persen pasien (dari 55.924 kasus) yang menunjukkan hidung tersumbat sebagai tanda atau gejala infeksi COVID-19.</p>



<p>Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan persentase pasien yang melaporkan gejala yang lebih umum, seperti demam (87,9 persen), batuk kering (67,7 persen), dan kelelahan (38,1 persen).</p>



<p>Tetapi di sisi lain, menurut Vyas, hidung tersumbat dan pilek juga bisa berhubungan dengan sejumlah penyakit seperti influenza, alergi, dan flu.</p>



<p>Untuk memastikannya, Anda perlu menjalani pemeriksaan. Jika Anda menderita hidung tersumbat selama beberapa hari terakhir, cobalah berkonsultasi dengan dokter melalui layanan telemedis.</p>



<p>Tetapi, jika Anda mengalami gejala yang lebih parah seperti kesulitan bernapas, sebaiknya segera berobat ke klinik perawatan darurat.</p>



<p>Vyas mengatakan bahwa jika pasien datang dan mengeluh hidung tersumbat, hal pertama yang perlu dokter lakukan adalah mencoba memahami risiko COVID-19 pasien, ditambah kesehatan umum mereka.</p>



<p>&#8220;Jika seseorang memberi tahu saya hidungnya tersumbat dan tidak ada yang lain, saya akan mengetahui risiko mereka (untuk COVID-19), tetapi tidak langsung menyimpulkan itu COVID-19,”kata dia seperti dilansir Health pada Jumat.</p>



<p>Dokter juga bisa bertanya riwayat alergi dan gaya hidup Anda. Jika Anda telah mengabaikan pedoman jarak sosial, keluar tanpa masker, dan gagal mencuci tangan secara konsisten, misalnya, tes COVID-19 bisa menjadi langkah berikutnya.</p>



<p>Namun, jika Anda telah menerapkan protokol kesehatan yakni mengenakan masker setiap kali Anda meninggalkan rumah, menjaga jarak dua meter dari orang lain saat berada di depan umum dan rajin mencuci tangan, maka dokter mungkin tidak langsung merekomendasikan tes COVID-19.</p>



<p>Lalu, bagaimana cara mengobati hidung tersumbat? Selama Anda tidak mengalami gejala yang parah seperti sesak napas atau nyeri dada, menghirup uap dari pelembap udara, menerapkan semprotan hidung, atau sedikit dekongestan (meskipun itu harus digunakan dengan hemat. dan atas rekomendasi dokter) bisa dilakukan. (bgn123)20101611</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/hidung-tersumbat-dan-pilek-tak-selalu-pertanda-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
