<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>vaksinastrazeneca &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/vaksinastrazeneca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 May 2021 06:30:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>vaksinastrazeneca &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenkes hentikan sementara 448.480 dosis AstraZeneca batch CTMAV547</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2021 06:30:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[astrazenecabatchctmav547]]></category>
		<category><![CDATA[dihentikansementara]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinastrazeneca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=29387</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Kementerian Kesehatan memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch atau kumpulan produksi CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis untuk keperluan pengujian toksisitas dan sterilitas yang kini dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). &#8220;Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/antarafoto-dki-jakarta-mulai-gunakan-vaksin-astrazeneca-080521-sgd-2-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Kementerian Kesehatan memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch atau kumpulan produksi CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis untuk keperluan pengujian toksisitas dan sterilitas yang kini dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).</p>



<p>&#8220;Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoax yang beredar. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya,&#8221; kata kata&nbsp;Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi seperti yang dilansir melalui akun resmi Kemenkes, Sehat Negeriku, serta dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu siang.</p>



<p>Dalam keterangan&nbsp; itu disebutkan bahwa tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya. Hanya Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua pekan.</p>



<p>Batch CTMAV547 saat ini berjumlah 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO.</p>



<p>Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. &#8220;Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi COVID-19 membawa manfaat lebih besar,” kata Siti Nadia.</p>



<p>Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi COVID-19 di Indonesia.</p>



<p>Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi COVID-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.</p>



<p>Terkait laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap kelompok tersebut dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.</p>



<p>Keterangan tertulis itu juga memastikan bahwa Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu.</p>



<p>Sebelumnya beredar keterangan tertulis berkop surat BPOM nomor R-PW.01.13.3.35.05.21.394 perihal tindak lanjut KIPI serius fatal Vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) tertanggal 11 Mei 2021 yang ditandatangani Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat Badan POM RI Lucia Rizka Andalucia.</p>



<p>Terdapat tiga pesan dalam surat tersebut yang ditujukan kepada Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan serta Plt Dirjen Kefarmasian dan Kesehatan Kementerian Kesehatan.</p>



<p>Pertama, Badan POM melalui UPT Badan POM dalam proses investigasi&nbsp;<em>handling</em>&nbsp;vaksin terkait adanya dua laporan KIPI serius fatal yang diduga berkaitan dengan Vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) bets CTMAV547.</p>



<p>Kedua, sesuai dengan rekomendasi dari Komnas PP KIPI, saat ini Pusat Pengembangan Pengujian obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan POM sedang melakukan pengujian toksisitas abnormal dan sterilitas terhadap vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) bets tersebut.</p>



<p>Ketiga, selama proses investigasi dan pengujian sebagaimana butir 1 dan 2 belum selesai, sebagai bentuk kehati-hatian, maka perlu dilakukan penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca (COVAX) dengan bets CTMAV547 di seluruh Indonesia serta dilakukan pemantauan ketat agar bets tersebut tidak digunakan.</p>



<p>Surat itu dikeluarkan sehubungan dengan surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta No. 5319/-1.772.1 tanggal 11 Mei 2021 perihal rekomendasi teknis penggunaan vaksin AstraZeneca dan surat Ketua Komnas PP KIPI No. 421/KIPI/V/2021 tanggal 10 Mei 2021 perihal rekomendasi SAE (an. TFV) KIPI COVID-19.(bgn123)21051606</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kemenkes-hentikan-sementara-448-480-dosis-astrazeneca-batch-ctmav547/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Italia laporkan empat kematian pembekuan darah vaksin AstraZeneca</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 02:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[enpatkematian]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[pembekuandarah]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinastrazeneca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=27104</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="640" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-300x300.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-150x150.jpg 150w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>Internasional, Baliglobalnews Empat orang di Italia meninggal akibat pembekuan darah langka usai menerima vaksin COVID-19 AstraZeneca, demikian laporan lembaga farmasi nasional AIFA pada Kamis (15/4). Laporan AIFA menyebutkan bahwa berbagai efek samping terlihat setelah 0,5 persen dari 9,07 juta dosis yang diberikan selama periode 27 Desember &#8211; 26 Maret, dengan sejauh ini menggunakan tiga vaksinPfizer, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="640" height="640" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696.jpg 640w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-300x300.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-150x150.jpg 150w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/04/012688700_1590640293-Ilustrasi-Pembekuan-Darah-shutterstock_1081586696-100x100.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></div>
<p>Internasional, Baliglobalnews</p>



<p>Empat orang di Italia meninggal akibat pembekuan darah langka usai menerima vaksin COVID-19 AstraZeneca, demikian laporan lembaga farmasi nasional AIFA pada Kamis (15/4).</p>



<p>Laporan AIFA menyebutkan bahwa berbagai efek samping terlihat setelah 0,5 persen dari 9,07 juta dosis yang diberikan selama periode 27 Desember &#8211; 26 Maret, dengan sejauh ini menggunakan tiga vaksinPfizer, AstraZeneca dan Moderna, dilaporkan telah memicu reaksi yang tak diinginkan.</p>



<p>Efek samping parah tercatat 0,04 persen kasus.</p>



<p>Efek samping ringan dilaporkan usai penggunaan ketiga vaksin tersebut, kata AIFA, menambahkan mayoritas gejalanya seperti flu, nyeri di belas suntikan dan kelelahan.</p>



<p>Seperti banyak negara Eropa lainnya, Italia menghentikan sesaat vaksinasi AstraZeneca bulan lalu ketika kekhawatiran pembekuan darah muncul. Sejak itu vaksinasi pun dilanjutkan bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun setelah regulator Uni Eropa mengatakan bahwa manfaat vaksin lebih besar ketimbang risikonya.</p>



<p>Menurut AIFA, terdapat 11 kasus di Italia orang mengalami satu dari dua jenis pembekuan darah usai divaksin AstraZeneca, yakni trombosis sinus vena selebri (CVST) dan trombosis yang melibatkan berbagai pembuluh darah.</p>



<p>Empat dari 11 Orang meninggal, katanya. Produsen AstraZeneca mengaku sedang &#8220;berusaha untuk mencerna kasus individu dan kemungkinan mekanisme yang dapat menjelaskan peristiwa sangat langka ini.&#8221;(bgn123)21041606</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/italia-laporkan-empat-kematian-pembekuan-darah-vaksin-astrazeneca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
