<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#universitasbrawijaya &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/universitasbrawijaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Aug 2022 06:25:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#universitasbrawijaya &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FTP Unud Kerjasama dengan Universitas Brawijaya</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ftp-unud-kerjasama-dengan-universitas-brawijaya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ftp-unud-kerjasama-dengan-universitas-brawijaya</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ftp-unud-kerjasama-dengan-universitas-brawijaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2022 06:25:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNUD]]></category>
		<category><![CDATA[#universitasbrawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[ftpunud]]></category>
		<category><![CDATA[universitasudayana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=55171</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="675" height="396" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895.jpg 675w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895-300x176.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895-357x210.jpg 357w" sizes="(max-width: 675px) 100vw, 675px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud) melakukan kerjasama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kunjungan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Imam Santoso, beserta jajaran dan tim, pada Jumat (12/8), diterima langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unud, I [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="675" height="396" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895.jpg 675w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895-300x176.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/08/1660544409555831583677307990895-357x210.jpg 357w" sizes="(max-width: 675px) 100vw, 675px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud) melakukan kerjasama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.</p>



<p>Kunjungan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Imam Santoso, beserta jajaran dan tim, pada Jumat (12/8), diterima langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unud, I Made Anom Sutrisna Wijaya, Wakil Dekan II Ni Made Wartini dan Wakil Dekan III Komang Ayu Nocianitri, serta Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian Luh Putu Wrasiati.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,&#8221; kata Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Imam Santoso.</p>



<p>Selain itu, kata dia, pada kegiatan ini juga dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara FTP Unud dengan FTP UB tentang Kerja sama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p>



<p>Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unud, I Made Anom Sutrisna Wijaya, menyambut hangat kegiatan kunjungan ini dan berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mempererat hubungan dan relasi antar FTP Unud dan FTP Universitas Brawijaya.</p>



<p>&#8220;Ke depan kami berharap dapat lebih banyak dilaksanakan kolaborasi untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi baik di bidang Pendidikan, Penelitian maupun Pengabdian Kepada Masyarakat,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Berita ini juga dapat diakses melalui http://www.unud.ac.id. (bgn008)22081507</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ftp-unud-kerjasama-dengan-universitas-brawijaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UB buat pengering keripik porang berbasis telepon pintar</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/mahasiswa-ub-buat-pengering-keripik-porang-berbasis-telepon-pintar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mahasiswa-ub-buat-pengering-keripik-porang-berbasis-telepon-pintar</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/mahasiswa-ub-buat-pengering-keripik-porang-berbasis-telepon-pintar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2020 04:55:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#naisonal]]></category>
		<category><![CDATA[#teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#universitasbrawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=8506</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1.png" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1.png 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1-300x200.png 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1-768x512.png 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1-450x300.png 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Tiga mahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijaya (UB) Malang mengagas konsep inovasi alat pengering untuk meningkatkan produktivitas keripik porang berbasis telepon pintar. Ketiga mahasiswa itu adalah Imam Prasetyo (FTP), Clara Dwi Anggraini (FTP) dan Dary Hardiansyah Haryono (Filkom). Mereka berinovasi di bawah bimbingan dosen Yusuf Hendrawan, yang membuat prototipe alat pengering vakum pada umbi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1.png" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1.png 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1-300x200.png 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1-768x512.png 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/porang_1-450x300.png 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Tiga mahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijaya (UB) Malang mengagas konsep inovasi alat pengering untuk meningkatkan produktivitas keripik porang berbasis telepon pintar.</p>



<p>Ketiga mahasiswa itu adalah Imam Prasetyo (FTP), Clara Dwi Anggraini (FTP) dan Dary Hardiansyah Haryono (Filkom). Mereka berinovasi di bawah bimbingan dosen Yusuf Hendrawan, yang membuat prototipe alat pengering vakum pada umbi porang berbasis&nbsp;<em>artificial&nbsp;neural network</em>&nbsp;dengan sistem kontrol aplikasi telepon pintar.</p>



<p>Salah seorang penggagas alat pengering porang tersebut Imam Prasetyo di Malang, Jawa Timur, Sabtu mengatakan pengering vakum porang yang dibuat memiliki kemampuan untuk menjaga kualitas dan kerusakan pada keripik&nbsp;porang, sehingga dapat meningkatkan kadar glukomanan yang dihasilkan agar dapat dijual dengan harga yang tinggi.</p>



<p>Selain itu, pengering vakum porang menggunakan sistem kontrol dan sistem pengolahan data jaringan saraf tiruan, sehingga dapat memprediksi kadar air dari umbi porang dengan akurat dan presisi.</p>



<p>&#8220;Sistem kontrol secara&nbsp;<em>real time</em>&nbsp;menggunakan aplikasi&nbsp;<em>smartphone</em>&nbsp;bermanfaat untuk mengefisiensikan penggunaan daya listrik, yaitu dengan menonaktifkan alat pengering apabila kadar air yang diperoleh telah sesuai, yakni antara lima sampai delapan persen,&#8221; kata Imam.</p>



<p>Sehingga, dengan pengering vakum porang yang dibuat itu diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan harga jual antara 4 sampai 5 kali lipat. Umbi porang adalah jenis tanaman umbi-umbian yang sedang dikembangkan di Indonesia, terutama Jawa Timur, karena memiliki permintaan pasar yang tinggi, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.</p>



<p>Kandungan glukomanan pada umbi porang membuat tanaman ini banyak digunakan dalam industri pangan, nonpangan dan kesehatan. Porang biasa dijual dalam bentuk keripik&nbsp;porang yang memiliki kadar air di bawah 12 persen atau dijual dalam bentuk tepung glukomanan murni dengan cara menghilangkan kandungan kalsium oksalat.</p>



<p>Imam menjelaskan, minimnya penggunaan teknologi di kalangan petani atau industri lokal mengakibatkan kualitas dan produktivitas porang belum optimal. Padahal, kebutuhan keripik&nbsp;porang asal Indonesia mencapai 3.400 ton, tetapi produktivitas hanya 600-1.000 ton.</p>



<p>Selain itu, kata Imam, produktivitas umbi porang kering masih rendah, yakni sekitar 2-4 ton per hektare, sehingga ketersediaan bahan baku tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri yang berakibat pada tingginya impor tepung glukomanan, yaitu sekitar 20 ton per tahun.</p>



<p>Teknologi pengeringan konvensional yang membutuhkan waktu pengeringan cukup lama dan sangat bergantung pada cuaca menyebabkan produktivitas keripik&nbsp;porang berlangsung lambat.</p>



<p>Selain itu, kata Imam, penggunaan oven pengering menyebabkan kerusakan bahan akibat panas yang tinggi, perubahan warna porang secara signifikan dan perubahan viskositas yang dihasilkan.(bgn123)20091905</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/mahasiswa-ub-buat-pengering-keripik-porang-berbasis-telepon-pintar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
