<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>umathindu &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/umathindu-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Mar 2025 13:51:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>umathindu &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Umat Hindu Ikut Ziarah di Makam Muslim Wanasari saat Lebaran</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/umat-hindu-ikut-ziarah-di-makam-muslim-wanasari-saat-lebaran/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=umat-hindu-ikut-ziarah-di-makam-muslim-wanasari-saat-lebaran</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/umat-hindu-ikut-ziarah-di-makam-muslim-wanasari-saat-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2025 13:51:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[makammuslimwanasari]]></category>
		<category><![CDATA[umathindu]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=104694</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Umat Hindu di Bali yang memiliki keluarga Muslim mengikuti tradisi ziarah di Pemakaman Muslim Wanasari Denpasar saat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Seorang peziarah Putu Mita Oktaviari (30) mengatakan kegiatan ziarah makam sudah menjadi rutinitas tahunan, sebab keturunan keluarganya tidak hanya berasal dari Agama Hindu, juga Muslim yang sejak dahulu merantau ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257.jpeg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257-768x512.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG_9257-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div><p>Denpasar, Baliglobalnews</p>
<p>Umat Hindu di Bali yang memiliki keluarga Muslim mengikuti tradisi ziarah di Pemakaman Muslim Wanasari Denpasar saat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.</p>
<p>Seorang peziarah Putu Mita Oktaviari (30) mengatakan kegiatan ziarah makam sudah menjadi rutinitas tahunan, sebab keturunan keluarganya tidak hanya berasal dari Agama Hindu, juga Muslim yang sejak dahulu merantau ke Bali. &#8220;Kami Hindu, tetap toleransi walau beda agama apalagi kegiatan hari ini ziarah bersama keluarga sudah biasa, rutin setahun sekali setiap Lebaran,&#8221; katanya di Denpasar, Senin (31/3/2025).</p>
<p>Putu Mita yang datang bersama puluhan anggota keluarga besarnya berziarah ke makam mendiang nenek, kakek, dan pamannya, dimana mereka semua berkumpul di Pemakaman Muslim Wanasari sekitar pukul 9.30 Wita. &#8220;Kami rombongan besar ada yang dari Klungkung, Gianyar, dan Singaraja, campuran, kami datang bersih-bersih makam, tabur bunga, dan bergantian memberi doa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sedikit berbeda, umat Hindu lainnya yang berziarah di makam yang sudah ada sejak tahun 1811 itu adalah Fala (40) yang dahulu seorang Muslim, namun kini sudah mengikuti agama yang dipeluk suaminya. Dia mengaku tetap menjalani tradisi ziarah ini untuk mendoakan mendiang ibunya, sekaligus menabur bunga untuk tetap mempercantik pusara sang ibunda. &#8220;Saya tabur bunga ke pemakaman ibu saya yang sudah meninggal selama sebelas tahun, saya sendiri masuk Hindu, dan ini menjadi tradisi bagi saya,&#8221; kata Fala yang datang ditemani kedua mertuanya.</p>
<p>Sekretaris Pemakaman Muslim Wanasari Ahmad Tosan mengatakan tradisi ziarah adalah kebiasaan yang memang terbentuk sejak lama, dimana pemakaman Muslim di pusat Kota Denpasar ini sudah mulai didatangi peziarah sejak sebelum puasa dan h-3 Idul Fitri.</p>
<p>Umumnya umat Muslim mengunjungi makam keluarganya untuk memberi doa, namun mengingat sejarah makam yang ada sejak lama dan kuatnya hubungan antar-umat di Bali, tak jarang masyarakat beragama lain dengan keluarga yang heterogen datang. &#8220;Ziarah atau tabur bunga sudah menjadi tradisi orang Indonesia, khususnya umat Muslim, peziarah ini sudah mulai ramai sejak hari Senin (24/2) sebelum puasa, mereka yang datang tidak hanya dari Denpasar saja, tapi dari luar kabupaten juga ke sini serta semeton Hindu Bali,&#8221; katanya. (ant/bgn003)25033107</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/umat-hindu-ikut-ziarah-di-makam-muslim-wanasari-saat-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PHDI dan MDA Bali Ajak Umat Hindu Sambut Hari Suci Galungan dan Kuningan Gunakan Buah Lokal</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/phdi-dan-mda-bali-ajak-umat-hindu-sambut-hari-suci-galungan-dan-kuningan-gunakan-buah-lokal/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=phdi-dan-mda-bali-ajak-umat-hindu-sambut-hari-suci-galungan-dan-kuningan-gunakan-buah-lokal</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/phdi-dan-mda-bali-ajak-umat-hindu-sambut-hari-suci-galungan-dan-kuningan-gunakan-buah-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 12:03:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[MDABali]]></category>
		<category><![CDATA[PHDI]]></category>
		<category><![CDATA[phdidenpasar]]></category>
		<category><![CDATA[umathindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=41601</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="804" height="524" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066.jpg 804w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066-300x196.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066-768x501.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066-210x136.jpg 210w" sizes="(max-width: 804px) 100vw, 804px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mengajak Umat Hindu yang ada di desa adat seluruh Bali dalam menyambut Hari Suci Galungan pada Rabu (10/11) dan Hari Suci Kuningan pada Sabtu (20/11) untuk mengimplementasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="804" height="524" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066.jpg 804w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066-300x196.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066-768x501.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211108-WA0066-210x136.jpg 210w" sizes="auto, (max-width: 804px) 100vw, 804px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mengajak Umat Hindu yang ada di desa adat seluruh Bali dalam menyambut Hari Suci Galungan pada Rabu (10/11) dan Hari Suci Kuningan pada Sabtu (20/11) untuk mengimplementasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dengan tujuan untuk mensejahterakan ekonomi masyarakat Bali hingga mewujudkan alam Bali bersih dari ancaman sampah plastik.</p>



<p>Petajuh MDA Bidang Agama, Seni, Budaya, Tradisi dan Kearifan Lokal, Gusti Made Ngurah, mengatakan Hari Suci Galungan dan Kuningan menjadi momentum untuk memanfaatkan buah hingga hasil pertanian lokal Bali sebagai sarana persembahan kepada Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa yang sejalan dengan semangat&nbsp; Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. &#8220;Penggunaan buah lokal di desa adat untuk keperluan upacara keagamaan memiliki nilai yang sangat positif bagi pertanian maupun perekonomian Bali. Sehingga kami di MDA Provinsi Bali yang dibantu oleh MDA kabupaten/kota serta prajuru desa adat selalu mengajak dan mensosialisasikan kepada krama desa agar memanfaatkan buah lokal Bali, baik untuk kegiatan upacara agama salah satunya,&#8221; ujarnya seraya menyebut sekaranglah di hari suci Galungan dan Kuningan diimplementasikan Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018, sehingga mindset masyarakat menggunakan buah lokal ini dapat dipahami dengan baik.</p>



<p>MDA Provinsi Bali juga mengimbau kepada masyarakat bahwa di dalam rangka menyambut hari suci Galungan dan Kuningan agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hal tersebut dapat dimulai dari ketika Kita tidak menggunakan plastik saat &#8216;nunas tirta&#8217; dan sebagai tempat canang, hingga banten di Pura. &#8220;Masyarakat dimohonkan mulai sadar akan dampak negatif bagi penggunaan plastik, baik berdampak terhadap pencemaran lingkungan ataupun lainnya. Saya harap hari suci Galungan dan Kuningan kali ini, Kita bisa mulai melihat perubahan perilaku masyarakat kearah yang lebih baik khususnya dalam penerapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, menjelaskan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, yang salah satunya dapat Kita lakukan dengan memanfaatkan buah lokal khususnya di hari suci Galungan dan Kuningan, tidak saja bisa membantu perekonomian para petani Bali dan uangnya juga beredar untuk umat Hindu di Bali. &#8220;Namun lebih dari itu, tanaman yang menghasilkan buah lokal Bali telah melalui serangkaian upacara pada saat hari Raya Tumpek Pengatag (Tumpek Uduh), sehingga buah lokal Bali sebelum dimanfaatkan, secara tradisi dan keagamaan Hindu di Bali sudah menjalani proses penyucian dengan harapan tanaman tersebut subur, dan menghasilkan buah yang berkualitas,&#8221; ujarnya seraya menyatakan sebaiknya umat Hindu di dalam mempersembahkan upakara atau banten di hari suci Galungan dan Kuningan menggunakan buah lokal, tidak saja untuk perputaran ekonomi, tetapi juga buah lokal tersebut telah diupacarai dan disucikan, sehingga sangat tepat digunakan sebagai persembahan kepada Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa serta leluhur.</p>



<p>PHDI Provinsi Bali juga mengajak umat Hindu di dalam melaksanakan upacara keagamaan jangan lagi menggunakan plastik sekali pakai, mengingat sudah ada payung hukum yang mengaturnya yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang bertujuan salah satunya menghindari pencemaran lingkungan, mengingat sampah plastik sulit sekali terurai.</p>



<p>(bgn003)21110810</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/phdi-dan-mda-bali-ajak-umat-hindu-sambut-hari-suci-galungan-dan-kuningan-gunakan-buah-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSN Diharapkan Bisa Tuntun Umat dalam Beryadnya dan Implementasikan Dresta Bali</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/psn-diharapkan-bisa-tuntun-umat-dalam-beryadnya-dan-implementasikan-dresta-bali/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=psn-diharapkan-bisa-tuntun-umat-dalam-beryadnya-dan-implementasikan-dresta-bali</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/psn-diharapkan-bisa-tuntun-umat-dalam-beryadnya-dan-implementasikan-dresta-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2021 12:27:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[drestabali]]></category>
		<category><![CDATA[PSN]]></category>
		<category><![CDATA[umathindu]]></category>
		<category><![CDATA[yadnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=40695</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1226" height="829" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI.jpg 1226w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI-300x203.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI-1024x692.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI-768x519.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1226px) 100vw, 1226px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan umat diharapkan bisa berperan dalam menuntun umat agar terus bertransformasi ke arah yang lebih baik lagi. Demikian dikatakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, yang membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Mahasabha III [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1226" height="829" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI.jpg 1226w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI-300x203.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI-1024x692.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/10/PSNBALI-768x519.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1226px) 100vw, 1226px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan umat diharapkan bisa berperan dalam menuntun umat agar terus bertransformasi ke arah yang lebih baik lagi.</p>



<p>Demikian dikatakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, yang membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Mahasabha III PSN Tahun 2021, di Gedung Balai Diklat Industri Denpasar, Jumat (22/10).</p>



<p>Dia melanjutkan, pengaruh arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah berperan dalam pergeseran pandangan dan nilai serta perubahan perilaku masyarakat. &#8220;Hal ini tentu saja menjadi tantangan kita ke depan, agar para pinandita dan pemangku bisa terus tuntun umat bertransformasi ke arah yang lebih maju lagi,&#8221; katanya dalam acara yang bertemakan &#8216;Melalui Mahasabha III Pinandita Sanggraha Nusantara, Kita Tingkatkan Profesionalisme Pinandita Sesuai Harapan Umat dan Perkembangan Jaman&#8217;.</p>



<p>Dewa Putra juga menyinggung tentang rentetan upakara yang dijalani umat Hindu dewasa ini. Menurut dia, sudah sepatutnya para pinandita menuntun umat untuk melaksanakan esensi dalam beryadnya itu sendiri. &#8220;Upakara itu bukan utama tapi esensi. Bagaimana upakara harus bisa timbulkan efek positif kepada kehidupan umat. Tentu dengan lebih mengedepankan tatwa dan susila,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia juga mengajak para pinandita dan pemangku menghadapi isu belakangan ini untuk terus mengajegkan Hindu dresta nusantara. Hal ini perlu perhatian para pemuka agama agar bisa menuntun umatnya agar tidak terpengaruh aliran sampradaya. &#8220;Untuk itu pengembangan wawasan pemangku dan pinandita akan wawasan tatwa, susila dan upakara perlu dikembangkan secara periodlk, dengan pikiran yang jernih. Perlu organisasi Hindu untuk ajegkan Hindu dalam menghadapi berbagai tantangan. Dan mampu mengisi peluang yg ada dengan usaha yang jelas,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menilai kegiatan tersebut sudah sangat sesuai dengan visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali di bidang Atma Kerthi. &#8220;Pemprov Bali terus berusaha menciptakan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, dengan tidak meninggalkan kearifan lokal kita,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Sementara Ketua PHDI Pusat yang diwakili oleh Ida Pandita Rsi Acharya Swi Rarendra Mahadharma juga mengatakan jika PSN merupakan ujung tombak pembinaan umat Hindu yang tersebar di seluruh nusantara. Dia menegaskan para pandita dan pemangku tidak hanya memimpin upacara, namun juga bisa membimbing umat serta memberikan pemahaman tentang ajaran agama, sehingga bisa diimplementasikan sebaik-baiknya serta menjadikan umat bangga memeluk agama Hindu.</p>



<p>Dia juga berharap PSN mampu mengidentifikasi masalah umat Hindu. &#8220;Susunlah program yang langsung menyentuh kebutuhan umat sebagai solusi rencana aksi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pada era globalisasi dan teknologi informasi ini, kata dia, umat Hindu di dunia dan Indonesia harus berubah dan terus belajar, terutama tingkatkan kualitas SDM. &#8220;Untuk tingkatkan SDM, kuncinya adalah pendidikan. Ajaran agama bila dihayati dan diamalkan dengan baik bisa jadi penerang dan mengantarkan kebahagiaan lahir batin. Apalagi buku-buku agama Hindu sudah banyak dan mudah diperoleh,&#8221; katanya.</p>



<p>PHDI Pusat, lanjutnya, ke depan harus bisa melestarikan ajaran-ajaran agama yang berbasiskan local wisdom dan genius wisdom sebagai implementasi dalam meningkatkan kualitas umat Hindu.</p>



<p>Ketua PSN Pusat Pinandita, I Wayan Rajin, melaporkan bahwa Mahasabha III PSN tahun 2021 diselenggarakan atas kerjasama PSN dengan Yayasan Dharma Pinandita yang diketuai oleh Ir. I Putu Maharta Adijadnja. Sementara untuk pelaksanaanya akan berlangsung dari tanggal 22-23 Oktober serta membahas konsolidasi pengurus PSN, baik dari pusat maupun daerah, laporan pengurus periode 2015-2020, dan melakukan perubahan AD/ART, sesuai dengan struktur organisasi dan program kerja, serta memilih pengurus baru untuk lima tahun ke depan.</p>



<p>&#8220;Kami harapkan pengurus nantinya bisa memberikan angin segar dengan program unggulannya,&#8221; katanya sembari menambahkan,&nbsp; pada 24 Oktober mendatang akan dilaksanakan doa bersama di Pura Agung Besakih. (bgn003)21102207</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/psn-diharapkan-bisa-tuntun-umat-dalam-beryadnya-dan-implementasikan-dresta-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selama Pandemi Covid-19, Umat Hindu Dilarang Ngaben, Hanya Boleh Makingsan tanpa Upacara</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/selama-pandemi-covid-19-umat-hindu-dilarang-ngaben-hanya-boleh-makingsan-tanpa-upacara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=selama-pandemi-covid-19-umat-hindu-dilarang-ngaben-hanya-boleh-makingsan-tanpa-upacara</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/selama-pandemi-covid-19-umat-hindu-dilarang-ngaben-hanya-boleh-makingsan-tanpa-upacara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 07:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[ngaben]]></category>
		<category><![CDATA[PHDI]]></category>
		<category><![CDATA[tradisibali]]></category>
		<category><![CDATA[umathindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=37327</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="654" height="350" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/08/6979-ketua-phdi-bali-I-Gusti-Ngurah-Sudiana.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/08/6979-ketua-phdi-bali-I-Gusti-Ngurah-Sudiana.jpg 654w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/08/6979-ketua-phdi-bali-I-Gusti-Ngurah-Sudiana-300x161.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 654px) 100vw, 654px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Selama Covid-19 masih mewabah, umat Hindu di Bali dilarang untuk menggelar upacara ngaben. Jika ada warga yang meninggal, hanya diperkenankan untuk makingsan, baik di gni maupun di pertiwi tanpa upacara dan suara kulkul. Demikian antara lain surat PHDI Bali bernomor : 078/PHDI-Bali/VIII/2021, perihal protokol penanganan jenazah umat Hindu dalam Kondisi PPKM pandemi Covid-19 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="654" height="350" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/08/6979-ketua-phdi-bali-I-Gusti-Ngurah-Sudiana.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/08/6979-ketua-phdi-bali-I-Gusti-Ngurah-Sudiana.jpg 654w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/08/6979-ketua-phdi-bali-I-Gusti-Ngurah-Sudiana-300x161.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 654px) 100vw, 654px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Selama Covid-19 masih mewabah, umat Hindu di Bali dilarang untuk menggelar upacara ngaben. Jika ada warga yang meninggal, hanya diperkenankan untuk makingsan, baik di gni maupun di pertiwi tanpa upacara dan suara kulkul.</p>



<p>Demikian antara lain surat PHDI Bali bernomor : 078/PHDI-Bali/VIII/2021, perihal protokol penanganan jenazah umat Hindu</p>



<p>dalam Kondisi PPKM pandemi Covid-19 di Bali.</p>



<p>Dalam surat tertanggal 13 Agustus 2021 yang ditujukan kepada Gubernur Bali, Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ketua PHDI Kabupaten/Kota se-Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali menyampaikan hal-hal sebagai berikut.</p>



<p>1. Gubernur Bali dimohon agar memberikan instruksi kepada pihak rumah sakit yang beroperasi di wilayah Provinsi Bali supaya dalam menerima penitipan jenazah krama Bali Umat Hindu dibatasi paling lama 2 hari, guna mencegah adanya over-kapasitas penitipan jenazah di rumah sakit.</p>



<p>2. MDA Provinsi Bali dimohon agar melakukan hal-hal yang dipandang patut dan perlu untuk menindaklanjuti protokol pelaksanaan penanganan jenazah sang palatra pada masa pandemi Covid-19 ini.</p>



<p>3. Ketua PHDI kabupaten, Kota, kecamatan, desa se-Bali agar ikut</p>



<p>menyosialisasikan perihal ini kepada semua pihak.</p>



<p>4. Krama umat Hindu yang memiliki keluarga meninggal dunia:</p>



<p>a. bilamana meninggal karena dinyatakan positif Covid-19 agar</p>



<p>mengikhlaskan penanganan penguburan (pamendeman) atau kremasi kepada petugas yang disiapkan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, dengan</p>



<p>pemberitahuan kepada pihak keluarga sang palatra dan didampingi keluarga sang palatra.</p>



<p>b. bilamana anggota keluarga meninggal bukan karena Covid-19 supaya tidak dilaksanakan pangabenan sang palatra beserta segenap rangkaian upacara</p>



<p>lain yang menyertainya dalam situasi pandemi Covid-19, dan untuk sementara agar cukup dilaksanakan makingsan di Geni atau makingsan di Pertiwi (mendem) dengan cara nyilib (tanpa suaran kulkul serta nedunang krama adat) langsung di setra Desa Adat masing-masing atau di krematorium yang memungkinkan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan penuh disiplin.</p>



<p>5. Katur ring Ida Sulinggih serta Pinandita/Pamangku/Jero Gede atau sebutan lain mohon agar menyarankan kepada Krama Bali umat Hindu untuk mengutamakan</p>



<p>menunda pelaksanaan upacara yang memungkinkan/bisa ditunda selama Bali dalam kondisi pandemi Covid-19 sampai pandemi Covid-19 ini dinyatakan melandai secara resmi oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah; dan apabila</p>



<p>upacara dimaksud tidak memungkinkan untuk ditunda pelaksanaannya maka Ida</p>



<p>Sulinggih serta Pinandita/Pamangku/Jero Gede atau sebutan lain dimohon agar memberi arahan dan pembinaan kepada umat Hindu supaya dalam masa pandemi Covid-19 ini diupayakan pelaksanaan upacara yadnya paling alit (nistaning kanista), dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang ketat dan penuh disiplin.</p>



<p>6. Bahwa semua langkah, arahan, dan imbauan dari yang berwenang seyogyanya dipahami ditujukan untuk mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan umat manusia serta kelestarian alam lingkungan dan Krama, sesuai dengan filsafat Tri Hita Karana. (bgn003)21081503</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/selama-pandemi-covid-19-umat-hindu-dilarang-ngaben-hanya-boleh-makingsan-tanpa-upacara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memaknai Buda Kliwon Pegatuwakan Sebagai Tahapan Akhir Hari Raya Galungan &#038; Kuningan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/memaknai-buda-kliwon-pegatuwakan-sebagai-tahapan-akhir-hari-raya-galungan-kuningan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memaknai-buda-kliwon-pegatuwakan-sebagai-tahapan-akhir-hari-raya-galungan-kuningan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/memaknai-buda-kliwon-pegatuwakan-sebagai-tahapan-akhir-hari-raya-galungan-kuningan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2020 08:53:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[budakliwonpegatuwakan]]></category>
		<category><![CDATA[hariraya]]></category>
		<category><![CDATA[umathindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=11921</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="900" height="600" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa.jpg 900w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /></div>Mangupura, Baliglobalnews Buda Kliwon Pahang atau yang biasa disebutBudha Kliwon Pegatuwakan merupakan rangkaian terakhir dari pelaksanaan hari raya Galungan &#38; Kuningan. Pegatuwakan sendiri terdiri dari dua suku kata, yakni Pegat (Putus) dan uwakan (Buka) Menuru Ida &#160;Bagus Gede Widnyana, salah seorang tokoh muda yang menekuni bidang adat dan budaya Bali kelahiran Desa Tumbakbayuh Selasa (21/10) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="900" height="600" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa.jpg 900w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/10/aa-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /></div>
<p>Mangupura, Baliglobalnews</p>



<p>Buda Kliwon Pahang atau yang biasa disebutBudha Kliwon Pegatuwakan merupakan rangkaian terakhir dari pelaksanaan hari raya Galungan &amp; Kuningan. Pegatuwakan sendiri terdiri dari dua suku kata, yakni Pegat (Putus) dan uwakan (Buka)</p>



<p>Menuru Ida &nbsp;Bagus Gede Widnyana, salah seorang tokoh muda yang menekuni bidang adat dan budaya Bali kelahiran Desa Tumbakbayuh Selasa (21/10) mengatakan sebagai bentuk pelaksanaan terakhir hari raya Galungan &amp; Kuningan, umat Hindu menghaturkan sesajen sebagai tanda puji syukur atas anugrahnya sehingga Hari Raya Galungan &amp; Kuningan berjalan dengan selamat. Selanjutnya disertai juga mencabut segala bentuk atribut termasuk penjor, &nbsp;tamiang, kolem, hiasan penjor dibakar, dimasukan dalam bungkak nyuh gading dan ditanam di pekarangan.</p>



<p>Selama rentang waktu Hari Raya tersebut Umat Hindu Bali pantang melaksanakan upacara manusa yadnya seperti potong gigi dan pernikahan. Ditanya bila upacara tersebut sangat mendesak dilaksanakan, halter sebut bias saja dilakukan, namun dalam proses pelaksanaannya, umat yang melaksanakan kegiatan tersebut, harus melakukan beberapa ritual tambahan. Salah satunya yang dikenal dengan istilah Nyaruin Dewasa, yakni menjadikan hari tersebut sebagai dewasaayu, sehingga upacara bias dilakukan dan dampak buruk dari dewasa itu bisa diminimalkan, jawab Ida Bagus Widnyana sambil tersenyum.</p>



<p>Dengan pelaksanaan Buda Kliwon pegatuwakan ini, maka masyarakat sudah bisa kembali melaksanakan berbagai ritual ManusaYadnya yang selama rangkaian hari raya Galungan pantang dilakukan karena periode tersebut dikatakan<strong><em>“Uncal</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>Balung”</em></strong>. Brata pengendalian diri selama hari raya akan menjadi pembelajaran penting untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari &#8211; hari. (bgn006)20102111</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/memaknai-buda-kliwon-pegatuwakan-sebagai-tahapan-akhir-hari-raya-galungan-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
