<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TPAmandung &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/tpamandung-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 12:48:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>TPAmandung &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan Dorong Optimalisasi Bank Sampah dan Kader Lingkungan Guna Sukseskan Aturan Baru TPA Mandung</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ketua-fraksi-pdip-dprd-tabanan-dorong-optimalisasi-bank-sampah-dan-kader-lingkungan-guna-sukseskan-aturan-baru-tpa-mandung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketua-fraksi-pdip-dprd-tabanan-dorong-optimalisasi-bank-sampah-dan-kader-lingkungan-guna-sukseskan-aturan-baru-tpa-mandung</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ketua-fraksi-pdip-dprd-tabanan-dorong-optimalisasi-bank-sampah-dan-kader-lingkungan-guna-sukseskan-aturan-baru-tpa-mandung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 12:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BGN 020]]></category>
		<category><![CDATA[PDIPDPRDtabanan]]></category>
		<category><![CDATA[TPAmandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=127650</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1920" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-2048x1536.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Singasana, Baliglobalnews Menjelang pemberlakuan kebijakan baru di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mandung yang hanya akan menerima sampah residu per 1 Mei 2026, kesiapan di tingkat hulu menjadi sorotan utama. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi menegaskan bahwa penguatan bank sampah dan kader lingkungan adalah kunci mutlak untuk menyukseskan aturan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1920" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-2048x1536.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260420_112600-1-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>
<p>Singasana, Baliglobalnews</p>



<p>Menjelang pemberlakuan kebijakan baru di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mandung yang hanya akan menerima sampah residu per 1 Mei 2026, kesiapan di tingkat hulu menjadi sorotan utama. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi menegaskan bahwa penguatan bank sampah dan kader lingkungan adalah kunci mutlak untuk menyukseskan aturan tersebut. Langkah ini merupakan bentuk pengawalan legislatif terhadap implementasi Surat Edaran Bupati Nomor 07/DLH/2026 mengenai percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber.</p>



<p>Eka Nurcahyadi menekankan bahwa beban pengelolaan sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya, yakni di tingkat rumah tangga dan desa. Melalui edukasi yang masif dari Kader Lingkungan, masyarakat diharapkan mulai terbiasa memilah sampah organik dan anorganik. &#8220;Hulu kita ada di desa. Kita harus memastikan bank sampah dan kader lingkungan di tingkat desa adat benar-benar berdaya untuk mengedukasi warga. Jika pemilahan di rumah tangga berjalan, maka beban di TPA Mandung akan berkurang drastis,&#8221; ujarnya saat ditemui di Sekretariat DPRD Tabanan pada Senin (20/4/2026).</p>



<p>Selain aspek kesadaran masyarakat, Eka Nurcahyadi juga menyoroti infrastruktur pendukung di desa. Dia meminta Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan evaluasi total terhadap kurang lebih 19 tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang saat ini terpantau tidak beroperasi optimal atau &#8220;mati suri&#8221;. &#8220;Tolong dipastikan kembali operasional 19 TPS3R tersebut. Jika infrastrukturnya sudah ada namun tidak jalan, ini harus segera dihidupkan kembali sebagai pusat pengolahan di tingkat desa. Jika memungkinkan, memanfaatkan tanah pemerintah atau tanah daerah yang tidak produktif untuk membangun depo-depo kecil di setiap banjar,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pihak juga mengungkapkan adanya keluhan dari para penggiat bank sampah terkait kemitraan dengan pihak ketiga. Menurut laporan yang ia terima, proses distribusi sampah plastik sering terkendala masalah pembayaran dari pengepul yang tersendat, serta kriteria pemilahan yang kini semakin spesifik dan menuntut tenaga ekstra.</p>



<p>Merespons beban kerja petugas bank sampah yang semakin berat, kata dia, seperti botol yang harus bersih, kering, dan dipisah dari tutupnya yang menuntut kerja ekstra dari petugas. Dia mendorong adanya skema dukungan finansial yang lebih layak. &#8220;Mengingat pengerjaan pemilahan sampah plastik yang sangat spesifik dan keterbatasan anggaran di desa, kami mendorong adanya dukungan honor tambahan bagi petugas Bank Sampah agar semangat mereka tetap terjaga dalam mengawal program ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Kebijakan 1 Mei mendatang disebut sebagai test case penting agar Tabanan tidak terjerumus dalam krisis sampah seperti yang dialami daerah tetangga. Meskipun proses transisi ini memerlukan penyesuaian, Fraksi PDIP berkomitmen mendukung program jangka panjang pemerintah untuk meniadakan sistem open dumping. &#8220;Kita masih memiliki waktu sekitar bulan ini untuk memaksimalkan sosialisasi ini. Kita harus fokus dan memastikan hulu siap, agar pada saat regulasi digenjot bulan depan, tidak ada lagi penumpukan sampah di lingkungan masyarakat,&#8221; pungkasnya. (bgn020)26042005</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ketua-fraksi-pdip-dprd-tabanan-dorong-optimalisasi-bank-sampah-dan-kader-lingkungan-guna-sukseskan-aturan-baru-tpa-mandung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asap Bekas Kebakaran TPA Mandung Kembali Resahkan Warga Tabanan di Awal Kemarau</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/asap-bekas-kebakaran-tpa-mandung-kembali-resahkan-warga-tabanan-di-awal-kemarau/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=asap-bekas-kebakaran-tpa-mandung-kembali-resahkan-warga-tabanan-di-awal-kemarau</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/asap-bekas-kebakaran-tpa-mandung-kembali-resahkan-warga-tabanan-di-awal-kemarau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 11:28:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BGN 020]]></category>
		<category><![CDATA[Tabanan]]></category>
		<category><![CDATA[tabanan]]></category>
		<category><![CDATA[TPAmandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=105721</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1920" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-2048x1536.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-86x64.jpg 86w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div>Tabanan, Baliglobalnews Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, kembali mengeluhkan kepulan asap yang mengganggu pernapasan mereka sejak tiga minggu terakhir. Kondisi ini diperparah oleh awal musim kemarau yang membawa hawa panas, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang. Menurut warga yang sudah lima tahun tinggal di sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2560" height="1920" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-scaled.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-scaled.jpg 2560w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-1536x1152.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-2048x1536.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250429_114106-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></div><p>Tabanan, Baliglobalnews</p>
<p>Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, kembali mengeluhkan kepulan asap yang mengganggu pernapasan mereka sejak tiga minggu terakhir. Kondisi ini diperparah oleh awal musim kemarau yang membawa hawa panas, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang.</p>
<p>Menurut warga yang sudah lima tahun tinggal di sekitar TPA, Ratna mengatakan bahwa sisa bara api dari kebakaran besar Oktober 2023 belum sepenuhnya padam dan kembali menimbulkan asap tebal akibat panas kemarau. &#8220;Sebelumnya, asap memang kadang-kadang muncul tetapi tidak setebal dua Minggu ini. Saya sudah terbiasa dengan kondisi ini, jadi kalau asap sedang tebal, baru saya pakai masker,&#8221; ujar Ratna saat ditemui pada Rabu (30/4/2025).</p>
<p>Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Dewi (34), warga yang tinggal di selatan TPA. Dia cemas dampak asap TPA Mandung terhadap kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). &#8220;Khawatir dengan asap kebakaran TPA Mandung, karena asapnya itu kan mengganggu ISPA ya, apalagi anak saya sempat kemarin, 2 minggu lalu dia sakit, saya khawatirkan gara-gara asap itu terus. Apalagi anak kecil lagi rentan kan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dewi menyebutkan bahwa warga setempat telah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait asap ini, bahkan dengan bukti foto yang diambil hampir setiap hari. &#8220;Sudah ada aduan dari warga setempat terkait kejadian tersebut Sudah difoto hampir tiap hari ada warga yang foto mungkin komplain. Namun belum ada tindakan yang maksimal,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dewi berharap pemerintah daerah segera bertindak cepat mengatasi masalah ini. &#8220;Kalau bisa api dipadamin ya. Karena sudah cukup lama sih. Semoga pemerintahnya cepat tanggap ya, cepatnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Mandung, I Wayan Atmaja, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya pendinginan dengan menyiram air ke titik-titik api. &#8220;Ada beberapa titik api dan asap. Masih masa pemulihan pasca kebakaran dulu. Kami terus melakukan penyiraman,&#8221; katanya.</p>
<p>Atmaja mengakui bahwa memasuki musim kemarau, potensi munculnya titik api, terutama di lereng gunungan sampah, menjadi lebih tinggi. Kondisi ini menyebabkan peningkatan intensitas asap yang kemudian menyebar ke pemukiman warga di desa-desa sekitar dan perumahan. &#8220;Dampaknya terasa di desa-desa sekitar dan perumahan. Penyebaran asap juga tergantung arah angin. Biasanya dari pukul 11 siang hingga 4 sore angin bertiup ke utara, sedangkan pagi hari cenderung ke selatan atau timur,&#8221; katanya. (bgn020)25043006</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/asap-bekas-kebakaran-tpa-mandung-kembali-resahkan-warga-tabanan-di-awal-kemarau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
