<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>teswawasankebangsaan &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/teswawasankebangsaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2021 07:14:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>teswawasankebangsaan &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komnas HAM periksa 19 pegawai KPK kisruh tes wawasan kebangsaan</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/komnas-ham-periksa-19-pegawai-kpk-kisruh-tes-wawasan-kebangsaan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=komnas-ham-periksa-19-pegawai-kpk-kisruh-tes-wawasan-kebangsaan</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/komnas-ham-periksa-19-pegawai-kpk-kisruh-tes-wawasan-kebangsaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2021 07:14:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kisruh]]></category>
		<category><![CDATA[komnasHAM]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[teswawasankebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=31657</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="468" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1-300x176.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1-768x449.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1-357x210.jpg 357w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 19 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kisruh tes wawasan kebangsaan sebagai alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). &#8220;Dari 19 pegawai KPK yang diperiksa, ada yang diperiksa sekali dan ada yang lebih dari satu kali untuk pendalaman,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="468" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1-300x176.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1-768x449.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/Screenshot_20210608-132812_YouTube1-357x210.jpg 357w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews </p>



<p> Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 19 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kisruh tes wawasan kebangsaan sebagai alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).</p>



<p>&#8220;Dari 19 pegawai KPK yang diperiksa, ada yang diperiksa sekali dan ada yang lebih dari satu kali untuk pendalaman,&#8221; kata anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Selasa.</p>



<p>Komnas HAM juga mendapatkan tiga bundel dokumen yang diperkirakan sekitar 650 halaman dan berisi berbagai informasi. Hal itu diperoleh dari pegawai KPK yang dinyatakan lolos tes wawasan kebangsaan maupun tidak lolos.</p>



<p>Dari pemeriksaan atau penggalian informasi terhadap 19 pegawai lembaga antirasuah tersebut, Komnas HAM mendapatkan sejumlah informasi penting.</p>



<p>Pertama, terkait dengan klaster soal proses atau bagaimana proses tes wawasan kebangsaan tersebut bisa berlangsung. Kedua, mengenai lahirnya prosedur hukum, ketiga landasan hukum, keempat substansi apa saja selama proses tes wawasan kebangsaan berlangsung.</p>



<p>Berikutnya, Komnas HAM juga menemukan soal fungsi tugas dan model kerja dari 19 pegawai yang diperiksa oleh Komnas HAM. Terakhir, tim Komnas HAM menemukan alasan atau kenapa peristiwa tersebut bisa terjadi.</p>



<p>Hingga saat ini,&nbsp;sejatinya Komnas HAM telah melayangkan 10 surat panggilan untuk mendapatkan klarifikasi, informasi, dan keterangan serta berbagai hal yang bisa menjernihkan kisruh di KPK.</p>



<p>&#8220;Dari 10 surat tersebut, sebenarnya ada pemanggilan yang harusnya terjadi pada hari ini. Namun, teman-teman pimpinan KPK hari ini tidak bisa hadir,&#8221; kata Anam.</p>



<p>Dalam waktu dekat, Komnas HAM juga menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat terkait dengan kisruh yang terjadi.</p>



<p>&#8220;Jadi, kami menyiapkan lima panggilan untuk pihak yang lain guna pendalaman,&#8221; katanya.(bgn123)21060822</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/komnas-ham-periksa-19-pegawai-kpk-kisruh-tes-wawasan-kebangsaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan tes wawasan kebangsaan pegawai KPK dinilai janggal</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pertanyaan-tes-wawasan-kebangsaan-pegawai-kpk-dinilai-janggal/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pertanyaan-tes-wawasan-kebangsaan-pegawai-kpk-dinilai-janggal</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pertanyaan-tes-wawasan-kebangsaan-pegawai-kpk-dinilai-janggal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2021 02:18:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[janggal]]></category>
		<category><![CDATA[novelbaswedan]]></category>
		<category><![CDATA[pegawaiKPK]]></category>
		<category><![CDATA[teswawasankebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=28522</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="487" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031-300x183.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031-768x468.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas Feri Amsari mengaku telah menerima informasi terkait pertanyaan dalam tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK yang dinilai janggal. Tes tersebut sebagai bagian proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). &#8220;Tes berisi hal yang janggal dan mengada-ada,&#8221; kata Feri dalam keterangannya di terima di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="487" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031-300x183.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20191119-WA0003_15741334745031-768x468.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas Feri Amsari mengaku telah menerima informasi terkait pertanyaan dalam tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK yang dinilai janggal.</p>



<p>Tes tersebut sebagai bagian proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).</p>



<p>&#8220;Tes berisi hal yang janggal dan mengada-ada,&#8221; kata Feri dalam keterangannya di terima di Jakarta, Selasa (4/5).</p>



<p>Sebagai contoh, kata dia, pertanyaan terkait dengan Front Pembela Islam (FPI) dan pendapat pegawai terhadap program pemerintah.</p>



<p>&#8220;Padahal pegawai tidak boleh secara etis berurusan dengan perdebatan politik dan mereka tidak boleh menunjukkan dukungan atau tidak dukungan terhadap program-program pemerintah karena bisa saja program itu terkait kasus korupsi,&#8221; ujar dia.</p>



<p>Ia menyatakan tes tersebut tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena tidak terdapat ketentuan mengenai tes alih status.</p>



<p>&#8220;Keinginan tes lebih banyak dari kehendak Pimpinan KPK melalui peraturan komisi sehingga secara administrasi bermasalah,&#8221; kata dia.</p>



<p>Sebelumnya, beredar informasi bahwa puluhan pegawai KPK tidak lolos tes wawasan kebangsaan, termasuk penyidik senior KPK Novel Baswedan dan kepala satuan tugas (kasatgas) lainnya.</p>



<p>Novel juga telah mendengar informasi perihal puluhan pegawai KPK, termasuk dirinya, tidak lolos tes wawasan kebangsaan.</p>



<p>&#8220;Ya benar, saya dengar info tersebut,&#8221; kata Novel.</p>



<p>Terkait hal tersebut, ia menganggap ada upaya menyingkirkan orang-orang berintegritas dari KPK.</p>



<p>&#8220;Upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan. Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh Pimpinan KPK sendiri,&#8221; ujar dia.</p>



<p>Sebelumnya diinformasikan, KPK segera mengumumkan hasil tes wawasan kebangsaan pegawainya dalam proses alih status menjadi ASN sebagai bentuk transparansi.</p>



<p>&#8220;Saat ini, hasil penilaian asesmen TWK (tes wawasan kebangsaan) tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK,&#8221; kata Sekjen KPK Cahya H.&nbsp;Harefa.</p>



<p>KPK telah menerima hasil tes wawasan kebangsaan tersebut dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) bertempat di Gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Selasa (27/4).(bgn123)21050504</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pertanyaan-tes-wawasan-kebangsaan-pegawai-kpk-dinilai-janggal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
