<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#tersangka &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/tersangka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2020 08:32:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#tersangka &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tersangka penusukan Syekh Ali Jaber dikenai pasal berlapis</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/tersangka-penusukan-syekh-ali-jaber-dikenai-pasal-berlapis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tersangka-penusukan-syekh-ali-jaber-dikenai-pasal-berlapis</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/tersangka-penusukan-syekh-ali-jaber-dikenai-pasal-berlapis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2020 08:32:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#alijaber]]></category>
		<category><![CDATA[#pasalberpalis]]></category>
		<category><![CDATA[#penusukan]]></category>
		<category><![CDATA[#tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=8313</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Nasional, Baliglobalnews Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menetapkan pasal berlapis terhadap tersangka penusukan ulama kondang Syekh Ali Jaber saat sedang berdakwah di Masjid Falahuddin, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung, Minggu (13/9). &#8220;Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menerapkan pasal berlapis terhadap tersangka Alfin Andrian,&#8221; kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200915_212738_1-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Nasional, Baliglobalnews</p>



<p>Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menetapkan pasal berlapis terhadap tersangka penusukan ulama kondang Syekh Ali Jaber saat sedang berdakwah di Masjid Falahuddin, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung, Minggu (13/9).</p>



<p>&#8220;Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menerapkan pasal berlapis terhadap tersangka Alfin Andrian,&#8221; kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Selasa.</p>



<p>Dia menjelaskan, tersangka Alfin dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 38 juncto Pasal 53 subsider Pasal 351 ayat 2, dan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat 1.</p>



<p>Penerapan pasal itu, selain berdasarkan hasil gelar perkara, juga berdasarkan pemeriksaan tersangka, saksi korban, dan saksi-saksi lainnya yang berada di lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Dengan pemeriksaan tersebut, tersangka patut diduga melakukan penusukan dengan ancaman hukuman kurungan penjara lebih dari lima tahun,&#8221; kata dia lagi.</p>



<p>Pandra menambahkan, saat ini tersangka dalam keadaan sehat dan dilakukan penahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.</p>



<p>Penyidik sampai saat ini tengah bekerja cepat untuk menyelesaikan berkas perkara agar segera selesai dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pelaku secara hukum. &#8220;Kami usahakan agar cepat selesai, dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,&#8221; kata dia lagi. (bgn123)20091604</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/tersangka-penusukan-syekh-ali-jaber-dikenai-pasal-berlapis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPK panggil mantan pejabat Pemkab Subang sebagai tersangka gratifikasi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dev]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2020 03:18:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#KPK]]></category>
		<category><![CDATA[#mantanpejabat]]></category>
		<category><![CDATA[#pemkabsubang]]></category>
		<category><![CDATA[#tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=7656</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="600" height="400" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg 600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang Heri Tantan Sumaryana (HTS) sebagai tersangka menerima gratifikasi. &#8220;HTS, dipanggil sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi,&#8221; kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis. Untuk diketahui, KPK telah mengumumkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="600" height="400" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk.jpg 600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/gedung-kpk-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang Heri Tantan Sumaryana (HTS) sebagai tersangka menerima gratifikasi.</p>



<p>&#8220;HTS, dipanggil sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi,&#8221; kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.</p>



<p>Untuk diketahui, KPK telah mengumumkan Heri sebagai tersangka pada 9 Oktober 2019. Namun, KPK belum menahan yang bersangkutan sampai saat ini.</p>



<p>Penetapan Heri sebagai tersangka dilakukan dalam pengembangan proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan dengan terdakwa mantan Bupati Subang Ojang Sohandi.</p>



<p>Ojang Sohandi selaku Bupati Subang periode 2013 sampai 2018 diduga menerima dana, baik secara langsung maupun tidak langsung yang berasal di luar penghasilan resmi. Salah satu penerimaan gratifikasi Ojang Suhandi diterima melalui tersangka Heri, yaitu sejumlah Rp9,645 miliar.</p>



<p>Penerimaan itu, pertama berasal dari pungutan dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil (PNS) daerah dari tenaga honorer kategori II di mana masa tes dan verifikasinya dimulai Februari 2014 hingga Februari 2015.</p>



<p>Sejak April 2015, Heri mengumpulkan uang pungutan dari pegawai honorer dengan iming-iming akan menjadi calon PNS daerah dari tenaga honorer kategori II dalam rekrutmen yang dibuka pada April 2016.</p>



<p>Kedua, penerimaan terkait dengan seleksi CPNS di BKD Kabupaten Subang, yaitu dengan cara mencari pungutan dari calon PNS Kabupaten Subang Kategori II yang belum lulus.</p>



<p>Diduga, sebagian dari uang yang diterima, digunakan untuk kepentingan tersangka Heri.</p>



<p>Uang yang diberikan tersangka Heri pada Ojang Sohandi hanya Rp1,65 miliar melalui ajudan Bupati Subang saat itu dan sebagian digunakan untuk pembelian aset dua bidang tanah di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler senilai Rp2,44 miliar.</p>



<p>Seluruh penerimaan uang oleh tersangka Heri bersama-sama dengan Ojang Sohandi tidak pernah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf C Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2001.(bgn123)20091005</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/kpk-panggil-mantan-pejabat-pemkab-subang-sebagai-tersangka-gratifikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prada MI ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan Mapolsek Ciracas</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/prada-mi-ditetapkan-sebagai-tersangka-kasus-perusakan-mapolsek-ciracas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prada-mi-ditetapkan-sebagai-tersangka-kasus-perusakan-mapolsek-ciracas</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/prada-mi-ditetapkan-sebagai-tersangka-kasus-perusakan-mapolsek-ciracas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2020 05:27:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#jakartatimur]]></category>
		<category><![CDATA[#mapolsekciracas]]></category>
		<category><![CDATA[#perusakan]]></category>
		<category><![CDATA[#tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=7571</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Jakarta, Baliglobalnews Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad)&#160;Letjen TNI Dodik Widjanarko&#160;mengatakan penyidik Pomdam Jaya telah menetapkan Prada MI sebagai tersangka kasus perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8).&#160;&#8220;Terhadap Prada MI, pada Jumat (4/9) telah selesai menjalani perawatan di RS Ridwan Maudireksa, selanjutnya diserahkan ke penyidik Pomdam Jaya. Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200909_103829-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Jakarta, Baliglobalnews</p>



<p>Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad)&nbsp;Letjen TNI Dodik Widjanarko&nbsp;mengatakan penyidik Pomdam Jaya telah menetapkan Prada MI sebagai tersangka kasus perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8).&nbsp;&#8220;Terhadap Prada MI, pada Jumat (4/9) telah selesai menjalani perawatan di RS Ridwan Maudireksa, selanjutnya diserahkan ke penyidik Pomdam Jaya. Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton, statusnya ditetapkan sebagai tersangka,&#8221; kata Dodik Widjanarko saat jumpa pers di Markas Puspomad, Jakarta, Rabu.&nbsp;Seperti diketahui, penyerangan Mapolsek Ciracas berawal dari kabar bohong Prada MI kepada rekan-rekannya yang mengaku dikeroyok oleh warga sipil.</p>



<p>Prada MI dikenakan pasal 14 ayat 1 jo ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1948 tentang peraturan hukum pidana yang berbunyi, pertama, barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitaan bohong sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dihukum dengan penjara dengan maksimal dengan 10 tahun.&nbsp;Kedua, barang siapa menyiarkan suatu berita mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat sedangkan ia patut menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong dihukum penjara setinggi-tingginya tiga tahun.&nbsp;Dalam kesempatan itu, Dodik juga membeberkan sejumlah motif yang melatarbelakangi Prada MI sengaja menyebarkan kabar bohong kepada rekan-rekannya. Salah satunya ada rasa takut dari Prada MI yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meminum minuman keras.</p>



<p>&nbsp;&#8220;Perlu diketahui motif tersangka Prada MI memberikan keterangan bohong. Pertama, ada perasaan takut kepada satuan apabila diketahui sebelum kecelakaan tunggal, yang bersangkutan minum minuman keras anggur merah,&#8221; kata Dodik.&nbsp;Dodik&nbsp;menjelaskan, berdasarkan pengakuan dan keterangan para saksi, pada saat minum minuman keras tersebut Prada MI hanya minum sebanyak dua gelas.&nbsp;&#8220;Motif kedua, merasa malu kepada pimpinan bila diketahui sebelum kecelakaan tunggal habis minum minuman keras anggur merah, takut merasa bersalah, karena sepeda motor yang dipinjamkan oleh pimpinannya mengalami kerusakan,&#8221; katanya.</p>



<p>&nbsp;Motif lainnya, ada perasaan takut dari Prada MI yang mengalami kecelakaan tunggal, mengingat&nbsp;yang bersangkutan juga takut diproses hukum lantaran saat kejadian tidak miliki SIM C dan tidak membawa STNK.&nbsp;&#8220;Dengan sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini Prada MI dilakukan penahanan di Denpom Jaya Cijantung,&#8221; ucap jenderal bintang tiga ini.&nbsp;(bgn123)20090907</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/prada-mi-ditetapkan-sebagai-tersangka-kasus-perusakan-mapolsek-ciracas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
