<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tenggelam &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/tenggelam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jun 2021 03:20:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>tenggelam &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arus laut mencapai 1 meter per detik saat KMP Yunicee tenggelam</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/arus-laut-mencapai-1-meter-per-detik-saat-kmp-yunicee-tenggelam/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=arus-laut-mencapai-1-meter-per-detik-saat-kmp-yunicee-tenggelam</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/arus-laut-mencapai-1-meter-per-detik-saat-kmp-yunicee-tenggelam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gusde]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2021 03:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jembrana]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[aruslaut]]></category>
		<category><![CDATA[jembrana]]></category>
		<category><![CDATA[KMPYunicee]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhangilimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=33954</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A.png" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A.png 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A-300x200.png 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A-768x512.png 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A-450x300.png 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Arus laut di celah sempit antara Ketapang dan Gilimanuk bergerak menuju ke arah Selatan-Tenggara dengan kecepatan lebih dari satu meter per detik saat tenggelam pada Selasa malam (29/6) sekitar pukul 19.20 WITA. Perhitungan tersebut berdasarkan pada hasil analisa terhadap data model pasang surut dan arus laut yang dilakukan peneliti pada Laboratorium Data Laut dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A.png" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A.png 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A-300x200.png 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A-768x512.png 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/FD6060B5-2D67-44F1-84DD-27B65334AA3A-450x300.png 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Arus laut di celah sempit antara Ketapang dan Gilimanuk bergerak menuju ke arah Selatan-Tenggara dengan kecepatan lebih dari satu meter per detik saat tenggelam pada Selasa malam (29/6) sekitar pukul 19.20 WITA.</p>



<p>Perhitungan tersebut berdasarkan pada hasil analisa terhadap data model pasang surut dan arus laut yang dilakukan peneliti pada Laboratorium Data Laut dan Pesisir Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Ing. Widodo Setiyo Pranowo.</p>



<p>Widodo dalam keterangan tertulisnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa malam menjelaskan arus laut di celah sempit antara Ketapang dan Gilimanuk bergerak menuju ke arah Selatan-Tenggara dengan kecepatan lebih dari satu meter per detik saat KMP Yunicee diberitakan tenggelam sekitar pukul 19.20 WITA.</p>



<p>Arus tersebut lebih kencang daripada arus di Laut Bali dan sisi selatan Selat Bali.<br> <br>Pada saat kejadian kondisi elevasi muka laut di Laut Bali lebih tinggi daripada elevasi muka laut di sekitar perairan rute Feri Ketapang-Gilimanuk. Bahkan elevasi muka laut di perbatasan antara Selat Bali dan Samudera Hindia jauh lebih rendah lagi.</p>



<p>Perbedaan ketinggian elevasi muka laut tersebut menyebabkan aliran air laut dari arah Laut Bali menuju Samudera Hindia melewati perairan Gilimanuk. Aliran air laut tersebut yang kemudian disebut sebagai arus.</p>



<p>Lebih lanjut Widodo menjelaskan bahwa kondisi Selat Bali memang unik dilihat dari sisi hidro-oseanografi. Selat Bali sisi utara jauh lebih sempit daripada sisi selatan yang sangat lebar.</p>



<p>Sisi selatan Selat Bali langsung berbatasan dengan Samudera Hindia, sedangkan sisi utara berbatasan dengan Laut Bali.</p>



<p>Secara umum, arus laut dibangkitkan oleh kopling antara hembusan angin dan pasang surut. Pada wilayah laut yang lebih terbuka lebar maka pengaruh hembusan angin bisa lebih dominan.</p>



<p>Namun ia mengatakan ketika wilayah laut lebih sempit maka peran pasang surut muka laut cenderung lebih dominan membangkitkan arus.</p>



<p>Dugaan sementara penyebab KMP Yunicee oleng adalah ketika kecepatan kapal diturunkan atau dikurangi pada saat proses merapat ke Pelabuhan Gilimanuk, kemudian ada arus kencang dari arah utara menuju ke selatan, mendorong lambung kapal, sehingga menyebabkan stabilitas kapal terganggu kemudian kapal oleng dan miring.</p>



<p>Beban di atas kapal bergeser semua ke sisi miring yang kemudian menyebabkan kapal tenggelam. Namun demikian, Widodo mengatakan dugaan tersebut masih perlu untuk diinvestigasi secara lebih lanjut lagi.</p>



<p>KMP Yunicee saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menuju Gilimanuk di Jembrana diketahui mengangkut 41 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK).<br><br>Data sementara, 33 penumpang penumpang ditemukan selamat, 14 penumpang masih dalam pencarian, enam orang lainnya ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan di Perairan Selat Bali, Selasa malam (29/6).</p>



<p>Komandan Kodim Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko kepada wartawan mengatakan sebelum tenggelam KMP Yunicee sempat menunggu antrean bersandar di Pelabuhan Gilimanuk. Tidak lama berselang kapal tersebut diduga terbawa arus laut ke arah selatan pelabuhan dan kemudian tenggelam.(bgn123)21063005</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/1D874A56-997B-404D-A776-0E8E55E248C9.png" alt="" class="wp-image-33956" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/1D874A56-997B-404D-A776-0E8E55E248C9.png 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/1D874A56-997B-404D-A776-0E8E55E248C9-300x200.png 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/1D874A56-997B-404D-A776-0E8E55E248C9-768x512.png 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/06/1D874A56-997B-404D-A776-0E8E55E248C9-450x300.png 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption>Model arus laut di perairan Ketapang-Gilimanuk, Selat Bali, Laut Bali pada 29 Juni 2021.</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/arus-laut-mencapai-1-meter-per-detik-saat-kmp-yunicee-tenggelam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Pencarian SAR Bali, Dua Kakak Beradik Tenggelam Di Sungai Mekecir</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dalam-pencarian-sar-bali-dua-kakak-beradik-tenggelam-di-sungai-mekecir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dalam-pencarian-sar-bali-dua-kakak-beradik-tenggelam-di-sungai-mekecir</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dalam-pencarian-sar-bali-dua-kakak-beradik-tenggelam-di-sungai-mekecir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2021 04:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jembrana]]></category>
		<category><![CDATA[jembrana]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[timsar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=19752</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1156" height="650" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035.jpg 1156w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035-1024x576.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1156px) 100vw, 1156px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua orang korban (kakak beradik) hilang saat berenang di Sungai Yeh Mekecir, Banjar Sekar Pancasari, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana sejak Jumat (1/1/2021). Identitas kedua korban atas nama Gusti Komang Suka Suarsana (20) dan Gusti Ketut Budiana (17). Keduanya merupakan saudara kandung beralamat di Banjar Kepuh, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1156" height="650" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035.jpg 1156w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035-1024x576.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210102-WA0035-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1156px) 100vw, 1156px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua orang korban (kakak beradik) hilang saat berenang di Sungai Yeh Mekecir, Banjar Sekar Pancasari, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana sejak Jumat (1/1/2021).</p>



<p>Identitas kedua korban atas nama Gusti Komang Suka Suarsana (20) dan Gusti Ketut Budiana (17). Keduanya merupakan saudara kandung beralamat di Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad.</p>



<p>&#8220;Informasinya ada dua kakak beradik hilang kami terima dari Kabag Ops Polres Jembrana, menginfokan 2 remaja tenggelam setelah melompat dari tebing batu ke sungai,&#8221; ucap Gede Darmada, S.E., M.AP selaku Kepala Kantor Basarnas Bali saat dikonfirmasi, Sabtu (2/1/21).</p>



<p>Ia menerangkan, ada dua orang personil dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar ( Basarnas Bali) melakukan penyelaman di seputar lokasi korban tenggelam. Upaya pencarian dikedalaman sungai dimulai sekitar pukul 08.15 Wita, dan sampai saat ini masih berlangsung.</p>



<p>Informasi pertama kali diterima petugas siaga Kantor Basarnas Bali&nbsp; yakni hari Jumat pada pukul 11.50 Wita.</p>



<p>Malapetaka itu terjadi ketika 2 korban bersama teman lainnya melompat ke sungai yang alirannya cukup dalam. setelah beberapa kali sempat terjun dari atas tebing dengan ketinggian kurang lebih 3 meter, kedua korban memilih lokasi berbeda ke arah utara dan terpisah dari teman lainnya. Ternyata, keduanya tidak kunjung muncul ke permukaan. Upaya teman-temannya untuk menyelam dan mencari gagal.</p>



<p>&#8220;Kami berupaya mencapai hingga dasar sungai yang kedalamannya mencapai 6 hingga 7 meter ataupun&nbsp; celah-celah batu, dan untuk saat ini tim fokus di lokasi tenggelamnya korban,&#8221; jelas Darmada.</p>



<p>Sampai dengan pukul 09.49 Wita penyelaman sudah dilakukan hingga shorti ke tiga. Akhirnya pada pukul 10.15 Wita korban pertama ditemukan oleh penyelam Basarnas Bali atas nama Gusti Komang Suka Suarsana dalam kondisi meninggal dunia. Jenasah langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulance BPBD Jembrana. Darmada berharap korban ke dua segera ditemukan, karena di lokasi kondisinya mulai mendung tebal, ditakutkan jika terjadi hujan maka upaya pencarian tidak bisa optimal. Selain tim SAR gabungan, operasi SAR juga dibantu dari masyarakat setempat.(bgn008)21010204</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dalam-pencarian-sar-bali-dua-kakak-beradik-tenggelam-di-sungai-mekecir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelajar Kelas 2 Tenggelam di Kolam Renang Villa Sanghyang</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/pelajar-kelas-2-tenggelam-di-kolam-renang-villa-sanghyang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelajar-kelas-2-tenggelam-di-kolam-renang-villa-sanghyang</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/pelajar-kelas-2-tenggelam-di-kolam-renang-villa-sanghyang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[int]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2020 08:03:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Singaraja]]></category>
		<category><![CDATA[pelajarSD]]></category>
		<category><![CDATA[singaraja]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[villasanghyang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=15465</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1040" height="780" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062.jpg 1040w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /></div>Singaraja, Baliglobalnews Seorang pelajar kelas 2 SDN 2 Bondalem, Komang Devi Juliantini (8) meninggal setelah ditemukan tenggelam di dasar kolam Renang.Villa Sanghyang, Desa Sambirenteng, Tejakula, Senin (23/11) sekitar pukul 10.30. Informasi yang dihimpun menyebutkan warga Banjar Dinas Kaja Kauh, Desa Bondalem, Tejakula, itu menyebutkan korban datang bersama kakaknya dan 2 teman kakaknya ke TKP pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1040" height="780" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062.jpg 1040w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201123-WA0062-86x64.jpg 86w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /></div>
<p>Singaraja, Baliglobalnews</p>



<p>Seorang pelajar kelas 2 SDN 2 Bondalem, Komang Devi Juliantini (8) meninggal setelah ditemukan tenggelam di dasar kolam Renang.Villa Sanghyang, Desa Sambirenteng, Tejakula, Senin (23/11) sekitar pukul 10.30.</p>



<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan warga Banjar Dinas Kaja Kauh, Desa Bondalem, Tejakula, itu menyebutkan korban datang bersama kakaknya dan 2 teman kakaknya ke TKP pukul 10.00 untuk membuat vidio dan foto serta berenang dengan membayar Rp 35.000.</p>



<p>Korban bermain di pinggir kolam. Awalnya dia diawasi oleh Kakak dan teman kakaknya. Kemudian kakak dan temanya membuat vidio serta foto di sekitar areal villa, sekitar 8 meter dari kolam.</p>



<p>Karena itu, tukang kebun di Villa Sanghyang, Made Suniyasa (38) dan pemilik villa, Sherly Lestari (32), sempat mengingatkan mereka agar korban tidak diberikan bermain di pinggir kolam. Pasalnya, para saksi tersebut khawatir korban tidak bisa berenang. Namun kakaknya mengatakan korban bisa berenang. </p>



<p>Sekitar 15 menit selesai berfoto dan membuat vidio, mereka tidak melihat korban di pinggir kolam. Selanjutnya mereka mencari dan menemukan adiknya tenggelam di dasar kolam dalam keadaan sudah meninggal.&nbsp;</p>



<p>Korban meninggal karena tenggelam pada air tawar dengan ciri-ciri mulut berbuih, keluar kotoran pada anus, tubuh kaku dan ada luka lebam pada bagian dahi bawah warna biru.</p>



<p>Korban diduga terpeleset yang menyebabkan dahi terbentur selanjutnya korban pingsan,. tenggelam dan meninggal di dasar kolam</p>



<p>Hasil koordinasi Kapolsek Tejakula dengan keluarga korban bahwa keluarga korban menerima dan mengikhlaskan kematian korban dan menolak otopsi terhadap korban serta tidak melakukan tuntutan secara hukum terhadap pihak manapun. (bgn003)20112413</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/pelajar-kelas-2-tenggelam-di-kolam-renang-villa-sanghyang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2 Hari Motor Parkir Di Pantai Batu Belig, Diduga Pemilik Motor Tengelam</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/2-hari-motor-parkir-di-pantai-batu-belig-diduga-pemilik-motor-tengelam/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=2-hari-motor-parkir-di-pantai-batu-belig-diduga-pemilik-motor-tengelam</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/2-hari-motor-parkir-di-pantai-batu-belig-diduga-pemilik-motor-tengelam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 11:10:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[badung]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pantaibatubelig]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=13388</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="720" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064.jpg 720w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064-169x300.jpg 169w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064-576x1024.jpg 576w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></div>Badung, Baliglobalnews Ditemukan satu unit motor Honda Beat terparkir di Pantai Batu Belig dan kaos berwarna coklat. Disamping benda-benda tersebut, juga ada sendal di tepi pantai dekat Villa Phalosa. Dugaan sementara pemilik motor belum kembali setelah berenang. &#8221; Hari ini, Kamis (5/11/20) pukul 07.00 Wita ditemukan sepeda motor dan barang-barang pribadi, serta ada juga telepon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="720" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064.jpg 720w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064-169x300.jpg 169w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0064-576x1024.jpg 576w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></div>
<p>Badung, Baliglobalnews</p>



<p>Ditemukan satu unit motor Honda Beat terparkir di Pantai Batu Belig dan kaos berwarna coklat. Disamping benda-benda tersebut, juga ada sendal di tepi pantai dekat Villa Phalosa. Dugaan sementara pemilik motor belum kembali setelah berenang.</p>



<p>&#8221; Hari ini, Kamis (5/11/20) pukul 07.00 Wita ditemukan sepeda motor dan barang-barang pribadi, serta ada juga telepon genggam di motor tersebut, namun tak ada dompet ataupun kartu identitas,&#8221; ucap Gede Darmada, S.E., M.AP., selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) di Badung.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0063-1-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-13391" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0063-1-1024x768.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0063-1-300x225.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0063-1-768x576.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0063-1-86x64.jpg 86w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201105-WA0063-1.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pencarian dilakukan dengan menurunkan 1 unit rubber boat Basarnas Bali</figcaption></figure></div>



<p>Sebelumnya, pada Rabu (4/11/20) kurang-lebih pukul 18.20 Wita ada yang melihat seorang berenang terlalu jauh di Pantai Batu Belig (depan Villa Phalosa). Ketika saksi mata menuju lokasi, dan setibanya di sana korban sudah tidak terlihat lagi.</p>



<p>&#8220;Sementara ini masih dugaan adanya orang tenggelam, belum diketahui identitasnya dan telah dikerahkan 8 orang personil,&#8221; jelasnya. Sementara pihak kepolisian setempat telah mengupayakan pencarian identitas.</p>



<p>Setibanya di Pantai Batu Belig tim berkoordinasi dengan Balawista Batu Belig, Polair Pos Petitenget dan Samapta Polda Bali. Pencarian dilakukan dengan menurunkan 1 unit rubber boat Basarnas Bali pada pukul 13.55 wita dengan 3 orang personil. Sementara itu Balawista menurunkan 1 unit rubber boat dengan 2 orang personil. Kondisi cuaca cerah dan ketinggian gelombang hingga 1 meter.</p>



<p>&#8220;Sampai saat ini proses pencarian masih berlangsung, selain SRU laut juga dilakukan penyisiran di bibir pantai oleh SRU darat,&#8221; tutup Darmada.(bgn008)20110516</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/2-hari-motor-parkir-di-pantai-batu-belig-diduga-pemilik-motor-tengelam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
