<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#temukan &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/temukan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2020 07:35:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>#temukan &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polda Bali temukan dua senjata ilegal saat geledah rumah Tri Nugraha</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/polda-bali-temukan-dua-senjata-ilegal-saat-geledah-rumah-tri-nugraha/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=polda-bali-temukan-dua-senjata-ilegal-saat-geledah-rumah-tri-nugraha</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/polda-bali-temukan-dua-senjata-ilegal-saat-geledah-rumah-tri-nugraha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2020 07:35:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#poldabali]]></category>
		<category><![CDATA[#rumahtrinugraha]]></category>
		<category><![CDATA[#senjatailegal]]></category>
		<category><![CDATA[#temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=6905</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Polda Bali menemukan dua senjata berupa senjata api ilegal saat menggeledah rumah dari tersangka kasus Gratifikasi dan TPPU, Tri Nugraha di Jalan Gunung Talang, Padangsambian, Denpasar Barat. &#8220;Jadi yang kita temukan senpi mauser dan senjata api kecil tidak ada ijin dan tidak terdaftar,&#8221; kata Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol Dodi Rahmawan, saat konferensi pers [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="800" height="533" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934.jpg 800w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG_20200902_111934-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Polda Bali menemukan dua senjata berupa senjata api ilegal saat menggeledah rumah dari tersangka kasus Gratifikasi dan TPPU, Tri Nugraha di Jalan Gunung Talang, Padangsambian, Denpasar Barat.</p>



<p>&#8220;Jadi yang kita temukan senpi mauser dan senjata api kecil tidak ada ijin dan tidak terdaftar,&#8221; kata Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol Dodi Rahmawan, saat konferensi pers di Denpasar, Rabu.</p>



<p>Ia mengatakan bahwa selain senjata api, juga ditemukan dokumen surat kepemilikan senjata api, namun tidak ada senjatanya.</p>



<p>&#8220;Jadi ini akan dilakukan pendalaman atas informasi tersebut atas kepemilikan senjata lainnya. Apa yang menjadi kepemilikan daripada tersangka dengan beberapa peluru lainnya yang masih aktif dan melakukan penelurusan,&#8221; jelas Dodi.</p>



<p>Selain itu, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bahwa Tri Nugraha ditemukan dengan luka tembak di bagian kiri pada Senin (31/8) di dalam toilet Kejati Bali. Kemudian, yang menyebabkan mantan Kepala BPN Denpasar dan Kepala BPN Badung ini meninggal dunia dari hasil pemeriksaan autopsi rumah sakit, bahwa benar yang bersangkutan meninggal karena luka tembak yang tembus pada tubuhnya dan ada proyektil di TKP.</p>



<p>Ia mengatakan akan mengidentifikasi proyektil dan senjata api tersebut, lalu dilakukan pemeriksaan detail dari laboratorium Mabes Polri untuk melengkapi identik atau tidaknya proyektil dan senjata itu.</p>



<p>&#8220;Untuk senjata yang diduga digunakan oleh tersangka Tri Nugraha bunuh diri juga akan diperdalam dengan penyelidikan terkait kenapa&nbsp;senpi ada pada dirinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sedangkan hasil pemeriksaan analisa CCTV di TKP (Kantor Kejaksaan Tinggi Bali) lantai dua, di ruang lobi, menemukan bahwa terlihat penasehat hukum dari Tri Nugraha yang mengambil tas miliknya dari dalam loker.</p>



<p>&#8220;Benar penasehat hukum yang mengambil tasnya dan tidak dilakukan pemeriksaan badan atau barang pada saat tersangka minta diambil tasnya di loker. Di sini dilakukan penyelidikan bahwa diduga tersangka memang membawa senpi dalam tas miliknya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dodi menjelaskan saat pra rekonstruksi saksi yang ada di TKP, bahwa benar yang bersangkutan (Tri Nugraha) berada sendirian dalam toilet dan ditemukan proyektil beserta senpi dengan luka tembak. &#8220;Diperkuat dari hasil otopsi penyebab kematiannya karena luka tembak yang berada di posisi dada tembus ke belakang mengenai bagian organ jantung yang menyebabkan terjadi pendarahan berat,&#8221; jelas Dodi Rahmawan.</p>



<p>Sebelumnya, Tri Nugraha yang sempat menjabat sebagai Kepala BPN Denpasar dan Kepala BPN Badung, ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus Gratifikasi dan TPPU pesertifikatan.</p>



<p>Pada Senin (31/8) sekitar 19.40 wita, saat tersangka Tri Nugraha akan diproses penahanan dari Kejati Bali menuju Lapas Kerobokan, diketahui Tri Nugraha melakukan bunuh diri dalam toilet Kantor Kejati Bali.</p>



<p>Menurut keterangan Wakajati Bali, Asep Maryono bahwa saat itu diduga Tri Nugraha menembakkan senpi ke arah dada kirinya saat berada dalam toilet. (bgn/ant)20090213</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/polda-bali-temukan-dua-senjata-ilegal-saat-geledah-rumah-tri-nugraha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Unair temukan mutasi virus corona baru di Surabaya</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/ilmuwan-unair-temukan-mutasi-virus-corona-baru-di-surabaya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ilmuwan-unair-temukan-mutasi-virus-corona-baru-di-surabaya</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/ilmuwan-unair-temukan-mutasi-virus-corona-baru-di-surabaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2020 08:49:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#corona]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#mutasi]]></category>
		<category><![CDATA[#nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#temukan]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://baliglobalnews.com/?p=6807</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="650" height="366" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/dcda396d-2b91-4527-abb2-c8a40ab8a409_169.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/dcda396d-2b91-4527-abb2-c8a40ab8a409_169.jpeg 650w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/dcda396d-2b91-4527-abb2-c8a40ab8a409_169-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></div>Surabaya, Baliglobalnews Pakar Biomolekular yang juga ilmuwan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih menemukan mutasi virus corona baru di Surabaya yakni tipe Q677H. &#8220;Jadi selain mutasi D614G, ada istilahnya bukan virus khas Surabaya tetapi ada strain virus yang baru ditemukannya di Surabaya. Mutasi tipe Q677H sama seperti tipe D614G yang sekarang sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="650" height="366" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/dcda396d-2b91-4527-abb2-c8a40ab8a409_169.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/dcda396d-2b91-4527-abb2-c8a40ab8a409_169.jpeg 650w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2020/09/dcda396d-2b91-4527-abb2-c8a40ab8a409_169-300x169.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /></div>
<p>Surabaya, Baliglobalnews</p>



<p>Pakar Biomolekular yang juga ilmuwan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih menemukan mutasi virus corona baru di Surabaya yakni tipe Q677H.</p>



<p>&#8220;Jadi selain mutasi D614G, ada istilahnya bukan virus khas Surabaya tetapi ada strain virus yang baru ditemukannya di Surabaya. Mutasi tipe Q677H sama seperti tipe D614G yang sekarang sedang dibicarakan di berbagai negara atau secara internasional,&#8221; ujarnya di Surabaya, Selasa.</p>



<p>Mutasi virus corona tipe Q677H ini, kata dia, ditemukan di lokasi&nbsp;<em>spike&nbsp;</em>yang sama dengan mutasi D614G.</p>



<p>Mutasi D614G dan Q677H menunjukkan lokasi yang sama dari mutasinya, yakni perubahan asam amino pada lokasi D614G dan Q677H.</p>



<p>&#8220;Ini baru pertama ditemukan di Surabaya karena data Indonesia masih sangat sedikit. Mutasi ini belum tentu di tempat lain atau di wilayah lain di Indonesia belum ditemukan. Hanya saat ini belum ditemukan karena datanya sangat terbatas,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Prof Nyoman juga mengatakan, mutasi D614G dan Q677H telah terjadi di negara lain, termasuk di Indonesia, tepatnya di Surabaya dan saat ini telah berkembang di 24 negara.</p>



<p>&#8220;Inikan artinya menarik, dari enam di bulan Mei kemudian sekarang berkembang menjadi 24 dan keberadaan Q677H yang kedua ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Tempat ditemukannya di Surabaya itu, lanjut dia, adalah bersama-sama dengan D614G yang artinya di wilayah&nbsp;<em>spike&nbsp;</em>ada dua muatan saling berdekatan dan juga dekat dengan protein sel inang manusia.</p>



<p>&#8220;Mereka membantu memotong&nbsp;<em>spike&nbsp;</em>itu menjadi dua sub unit yakni S1 dan S2,&#8221; katanya.</p>



<p>Prof Nyoman mengungkapkan tim peneliti Unair telah mendeteksi pengaruh penyebarannya mutan tersebut.</p>



<p>Saat ini tim peneliti sedang melakukan&nbsp;<em>blocking&nbsp;</em>di daerah mutasi itu, namun memang ada kendala pada bahan yang belum juga datang.</p>



<p>Sementara mengenai mutan yang lebih dominan antara Q677H dan D614G, pihaknya belum bisa menginformasikan karena mutan<br>Q677H baru ditemukan.</p>



<p>Jadi perlu diteliti lebih lanjut pola interaksi protein-protein, antara protein sel inang (purin) dengan protein virus.</p>



<p>Wanita yang juga Wakil Rektor I Unair tersebut juga akan meneliti mutan Q677H apakah berpengaruh pada penyebaran virus corona yang lebih cepat.</p>



<p>&#8220;Apakah mutan-mutan ini ada pengaruh terhadap peningkatan angka kematian itu belum ada bukti sampai hari ini. Publikasi internasional juga belum ada mekanisme yang menyatakan bahwa ini menyebabkan kefatalan atau lebih berbahaya atau lebih mematikan. Yang jelas penyebarannya lebih cepat dengan adanya mutan ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Prof Nyoman menjelaskan mutan D614G mengisi 77,5 persen mutasi dari data virus yang ada di database global atau GISAID, artinya keberadaan strain virus ini sudah ada di mana-mana</p>



<p>&#8220;Di GISAID sudah hampir 80 persen dari semua virus yang sudah terdata, jadi ini kan menunjukkan bahwa mutan ini menyebar cepat,&#8221; katanya.</p>



<p>Sedangkan untuk mutan Q677H, karena baru ditemukan di Surabaya bisa jadi datanya yang belum ada.</p>



<p>&#8220;Hal tersebut akan dipelajari seperti membuat blok di wilayah itu. Kami juga akan mengkaji secara protein <em>interaction </em>dan tentu dengan pemodelan yang ada berdasarkan motif pemotongan protein purin terhadap <em>spike </em>untuk menjadi S1 dan S2,&#8221; tuturnya.(bgn/ant)20090118</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/ilmuwan-unair-temukan-mutasi-virus-corona-baru-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
