<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>senimanbali &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/senimanbali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Mar 2026 10:53:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>senimanbali &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AA Istri Rai Setyawati, Seniman Tangguh yang Menjaga Nyala Tari dari Generasi ke Generasi</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/aa-istri-rai-setyawati-seniman-tangguh-yang-menjaga-nyala-tari-dari-generasi-ke-generasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aa-istri-rai-setyawati-seniman-tangguh-yang-menjaga-nyala-tari-dari-generasi-ke-generasi</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/aa-istri-rai-setyawati-seniman-tangguh-yang-menjaga-nyala-tari-dari-generasi-ke-generasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 10:53:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[AAIstriRaiSetyawati]]></category>
		<category><![CDATA[kasangafestival]]></category>
		<category><![CDATA[senimanbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=126109</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="732" height="954" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/03/5fecaed3-da61-4d7d-99c3-fbf5e6e0e6b7.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/03/5fecaed3-da61-4d7d-99c3-fbf5e6e0e6b7.jpg 732w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/03/5fecaed3-da61-4d7d-99c3-fbf5e6e0e6b7-230x300.jpg 230w" sizes="(max-width: 732px) 100vw, 732px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Di tengah riuhnya pagelaran seni dalam rangkaian Kasanga Festival di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung pada Minggu (8/3/2026), sosok AA Istri Rai Setyawati berdiri di antara anak-anak yang bersiap tampil. Dengan tatapan lembut namun penuh ketegasan, perempuan berusia 73 tahun itu membimbing gerak demi gerak, memastikan setiap anak menari dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="732" height="954" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/03/5fecaed3-da61-4d7d-99c3-fbf5e6e0e6b7.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/03/5fecaed3-da61-4d7d-99c3-fbf5e6e0e6b7.jpg 732w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2026/03/5fecaed3-da61-4d7d-99c3-fbf5e6e0e6b7-230x300.jpg 230w" sizes="(max-width: 732px) 100vw, 732px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Di tengah riuhnya pagelaran seni dalam rangkaian Kasanga Festival di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung pada Minggu (8/3/2026), sosok AA Istri Rai Setyawati berdiri di antara anak-anak yang bersiap tampil. Dengan tatapan lembut namun penuh ketegasan, perempuan berusia 73 tahun itu membimbing gerak demi gerak, memastikan setiap anak menari dengan percaya diri.</p>



<p>Usia boleh menua, namun semangat berkesenian dalam dirinya tetap menyala. Perempuan kelahiran Sayan, Gianyar ini telah menetap di Denpasar sejak menempuh pendidikan seni di Kokar. Sejak saat itu, hidupnya tak pernah jauh dari dunia tari Bali.</p>



<p>Bagi Rai Setyawati, seni tari bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga napas kehidupan yang terus ia rawat hingga kini. Dia dikenal sebagai bagian dari generasi seniman tari yang tumbuh bersama maestro tari Bali, I Nyoman Suarsa, yang akrab disapa Pak Yang Pung.</p>



<p>Kini, sebagian besar rekan seangkatannya telah berpulang. Namun bagi Rai Setyawati, perjalanan pengabdian pada seni belum pernah benar-benar selesai. &#8220;Semangat saya masih tetap berkobar dalam mengabdikan diri di bidang seni. Saat ini saya juga dipercaya menjadi pendidik di PAUD Saraswati 3,&#8221; ujarnya dengan senyum hangat.</p>



<p>Di tempat itulah dia menanamkan kecintaan pada seni kepada generasi paling muda. Dengan kesabaran dan ketelatenan, ia membimbing anak-anak usia dini mempelajari dasar-dasar gerak tari Bali, mulai dari gerakan tangan, sorot mata, hingga langkah kaki yang diajarkan perlahan.</p>



<p>Selain mengajar di PAUD Saraswati 3 Denpasar, Rai Setyawati juga rutin membimbing anak-anak di Sanggar Tari Rimantaka yang ia kelola bersama putrinya. Dari ruang-ruang latihan sederhana itu, lahir keberanian anak-anak untuk tampil dalam berbagai agenda budaya dan pertunjukan seni di Kota Denpasar.</p>



<p>Bagi Rai Setyawati, melihat anak-anak menari dengan penuh semangat merupakan kebahagiaan tersendiri. Baginya, itu adalah tanda bahwa tradisi terus menemukan ruang hidupnya di tengah generasi baru.</p>



<p>Di balik ketekunannya sebagai seniman, Rai Setyawati juga merupakan ibu dari empat anak, tiga putra dan satu putri. Nilai kerja keras dan pengabdian yang ia tanamkan sejak lama turut membentuk perjalanan hidup anak-anaknya.</p>



<p>Salah satu putranya, Dedy Sutrisna Agung, kini mengabdi di salah satu perangkat daerah di Kota Denpasar serta aktif dalam kepengurusan adat di Desa Adat Penatih Puri. Menurut Dedy, kecintaan ibunya pada seni menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan hidup keluarga mereka. &#8220;Saya dibesarkan dari perjuangan ibu saat berkesenian. Beliau tidak hanya berkarya, tetapi juga mampu membiayai kebutuhan hidup keluarga dari dunia seni,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dia menyatakan berkesenian seolah menjadi obat bagi sang ibu. &#8220;Jika ibu diberi waktu dan kesempatan untuk terus berkesenian, sakitnya seperti hilang. Keluhan sebagai orang tua terasa berkurang ketika beliau bisa mengajarkan anak-anak menari,&#8221; katanya.</p>



<p>Bagi Rai Setyawati, seni tari bukan sekadar aktivitas. Ia adalah ruang pengabdian, tempat menyalurkan cinta pada budaya sekaligus sumber semangat untuk tetap berkarya.</p>



<p>Di usia yang semakin senja, dia masih setia berdiri di ruang latihan, mengajarkan gerak demi gerak kepada generasi penerus.</p>



<p>Selama tubuh masih mampu bergerak dan ada anak-anak yang ingin belajar, baginya seni tari Bali harus terus hidup dan berkembang. Dari tangan seorang guru seni seperti Rai Setyawati, nyala tradisi itu terus dijaga agar tetap menari dalam perjalanan waktu dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*/bgn003)26030803</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/aa-istri-rai-setyawati-seniman-tangguh-yang-menjaga-nyala-tari-dari-generasi-ke-generasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Seniman Bali Gelar Pameran &#8220;Path of Time, a Returning&#8221; di Santrian Gallery</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/dua-seniman-bali-gelar-pameran-path-of-time-a-returning-di-santrian-gallery/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dua-seniman-bali-gelar-pameran-path-of-time-a-returning-di-santrian-gallery</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/dua-seniman-bali-gelar-pameran-path-of-time-a-returning-di-santrian-gallery/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 12:03:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BGN 008]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[#pameran]]></category>
		<category><![CDATA[senimanbali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=101417</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2048" height="1152" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-1024x576.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-768x432.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Made Duatmika seniman asal Jembrana dan Wayan Suastama seniman asal Tabanan, menggelar pameran &#8220;Path of Time, a Returning&#8221;, di Santrian Art Gallery, mulai 10 Januari hingga 28 Februari 2025. Pameran yang dibuka I Made Djirna dan dihadiri General Manager Griya Santrian IB Sidharta Putra, mengkomunikasikan kenangan masa lalu dengan humor dan kehangatan, menciptakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="2048" height="1152" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230.jpg 2048w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-300x169.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-1024x576.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-768x432.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/01/17365938437624342080901557309230-1536x864.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></div><p>Denpasar, Baliglobalnews</p>
<p>Made Duatmika seniman asal Jembrana dan Wayan Suastama seniman asal Tabanan, menggelar pameran &#8220;Path of Time, a Returning&#8221;, di Santrian Art Gallery, mulai 10 Januari hingga 28 Februari 2025.<br />
Pameran yang dibuka I Made Djirna dan dihadiri General Manager Griya Santrian IB Sidharta Putra, mengkomunikasikan kenangan masa lalu dengan humor dan kehangatan, menciptakan karya yang penuh dengan keceriaan dan nostalgia.<br />
&#8220;Lukisan kami yang terinspirasi oleh filosofi Hulu dan Teben di Tabanan, menggabungkan elemen tradisional dengan eksplorasi imajinatif yang bebas,&#8221; kata Wayan Suastama, di Hotel Griya Santrian, Sanur, pada Jumat (10/1/ 2025) malam.</p>
<p>Dia menjelaskan, karyanya menunjukkan keseimbangan antara manusia, alam, dan hewan. Kemungkinan bisa di terjemahkan simbol simbol seperti harimau sebagai lambang kekuatan dan keseimbangan ekosistem yang kini rapuh. Emas dalam karyanya berkesan nilai kehidupan yang berharga dan hubungan spiritual antara semua makhluk hidup.<br />
Meskipun Duatmika dan Suastama memiliki pengalaman hidup yang berbeda, keduanya berbagi kerinduan untuk kembali ke rumah, ke desa, ke masa yang lalu. Karya mereka, yang berakar pada kenangan masa kecil, menyampaikan perasaan ini dalam cara yang saling melengkapi.<br />
&#8220;Pameran ini menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya dan mengingatkan kita akan kerinduan terhadap kesederhanaan yang semakin sulit ditemukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Pameran ganda ini juga menyempatkan berbagi kerinduan akan kenangan kenangan masa kecil, dengan hal -hal yang tidak lagi sama seperti masa kanak-kanak mereka.<br />
Made Duatmika dan Wayan Suastama, dua sahabat yang telah terlibat dalam lingkaran seni yang sama sejak muda, berbagi kenangan-kenangan dari latar belakang kehidupan di desa. Duatmika berasal dari Jembrana dan Suastama dari Tabanan, masingmasing dengan budaya lokal yang sama meskipun berbeda.</p>
<p>Keduanya merupakan anggota Militant Art Group dan mereka sekarang bersama dalam pameran ini.<br />
Kedua seniman merasakan kerinduan terhadap &#8220;masa lalu,&#8221; bukan hanya rumah tinggal yang merupakan tempat fisik, tetapi sebagai masa—kenangan akan rumah masa kecil yang kini terasa berbeda. Kerinduan ini menjadi benang merah dalam karya mereka.<br />
Duatmika mengungkapkan kenangan masa kecilnya dengan warna dan emosi yang sangat ekspresif, dengan fokus pada kerbau air— sebuah simbol budaya Jembrana. Karyanya memadukan kesederhanaan memori memori yang sangat polos dengan teknik warna dan tekstur yang matang.(bgn008)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/dua-seniman-bali-gelar-pameran-path-of-time-a-returning-di-santrian-gallery/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Undang Seniman Bali, Gramedia Gelar &#8220;100 Membaca Chairil&#8221;￼</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/undang-seniman-bali-gramedia-gelar-100-membaca-chairil%ef%bf%bc/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=undang-seniman-bali-gramedia-gelar-100-membaca-chairil%25ef%25bf%25bc</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/undang-seniman-bali-gramedia-gelar-100-membaca-chairil%ef%bf%bc/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2022 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[senimanbali]]></category>
		<category><![CDATA[undang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=53658</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="958" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941.jpg 958w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941-225x300.jpg 225w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941-766x1024.jpg 766w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941-768x1026.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 958px) 100vw, 958px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Dalam rangka hari jadi ke-100 Chairil Anwar ke-100 tahun, Gramedia hadirkan acara &#8220;100 Membaca Chairil&#8221; bersama para seniman Pulau Bali di Mal Galeria Bali, pada Sabtu (16/7). &#8220;Gramedia akan menjadi wadah bagi para penggiat literasi, puisi, musik, musikalisasi puisi yang akan diadakan secara hybrid di Gramedia Mal Galeria Bali untuk acara offline, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="958" height="1280" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941.jpg 958w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941-225x300.jpg 225w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941-766x1024.jpg 766w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2022/07/16579647800342840860072790652941-768x1026.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 958px) 100vw, 958px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Dalam rangka hari jadi ke-100 Chairil Anwar ke-100 tahun, Gramedia hadirkan acara &#8220;100 Membaca Chairil&#8221; bersama para seniman Pulau Bali di Mal Galeria Bali, pada Sabtu (16/7).</p>



<p>&#8220;Gramedia akan menjadi wadah bagi para penggiat literasi, puisi, musik, musikalisasi puisi yang akan diadakan secara hybrid di Gramedia Mal Galeria Bali untuk acara offline, dan dapat ditonton live secara online melalui Youtube Gramedia dan KG Media,&#8221; kata Corporate Support Director Gramedia, Herman K. Masman, didampingi Tenant Relation Manager Mall Galeria Bali Maduma Prama.</p>



<p>Dia menyebutkan acara&nbsp; juga dimeriahkan dengan penampilan dari seniman-seniman lokal, seperti penari Bali, dan Monez, seniman mural yang sebelumnya telah berkolaborasi dengan Gramedia, dan kembali ikut memeriahkan syukuran pembaharuan toko Gramedia Mal Bali Galeria dengan menampilkan visualisasi hewan laut dan darat khas Bali di media tembok Galeria seluas 260&#215;180 cm.</p>



<p>&#8220;Acara syukuran ini juga merupakan momentum selebrasi 100 tahun Chairil Anwar yang bertajuk 100 Membaca Chairil,&#8221; katanya.</p>



<p>Selebrasi ini, lanjut dia, merupakan bagian dari rangkaian program ruang tengah, dengan menampilkan kegiatan berupa konser musik, diskusi, serta membaca puisi-puisi Chairil Anwar Bersama 100 penulis, figur publik, dan pembaca, di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.</p>



<p>&#8220;Pada selebrasi ini juga, Navicula akan membawakan musikalisasi puisi Chairil Anwar dalam penampilannya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Herman K. Masman berharap selebrasi ini dapat menjadi wadah pertemuan inspiratif antara seniman, penerbit, musisi lokal, maupun orang-orang di industri kreatif dengan masyarakat luas, untuk menikmati karya-karya legenda dari Chairil Anwar, serta pagelaran dari seniman-seniman yang ahli di bidangnya.</p>



<p>(bgn008)22071606<a href="https://baliglobalnews.com/dekan-fk-unud-teken-skb-dengan-kemendikbud-ristek-dan-kemenkes/"></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/undang-seniman-bali-gramedia-gelar-100-membaca-chairil%ef%bf%bc/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
