<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekda Bali Dorong &#8211; Bali Global News</title>
	<atom:link href="https://baliglobalnews.com/tag/sekda-bali-dorong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Oct 2025 11:47:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.7</generator>

<image>
	<url>https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1627174163123-100x100.jpg</url>
	<title>Sekda Bali Dorong &#8211; Bali Global News</title>
	<link>https://baliglobalnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sekda Bali Dorong Pelestarian Bahasa Ibu Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu 2025</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/sekda-bali-dorong-pelestarian-bahasa-ibu-lewat-festival-tunas-bahasa-ibu-2025/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sekda-bali-dorong-pelestarian-bahasa-ibu-lewat-festival-tunas-bahasa-ibu-2025</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/sekda-bali-dorong-pelestarian-bahasa-ibu-lewat-festival-tunas-bahasa-ibu-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 11:47:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Bahasa Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Bali Dorong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=120849</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="852" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-768x511.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mendorong pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bahasa ibu di tengah derasnya arus globalisasi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali di Hotel Nirmala, Denpasar, pada Jumat (11/10/2025). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari jenjang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1280" height="852" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6.jpeg 1280w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-300x200.jpeg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-1024x682.jpeg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-768x511.jpeg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/10/9051e653-6d27-42b6-89f7-b430d73e0ba6-450x300.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mendorong pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bahasa ibu di tengah derasnya arus globalisasi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali di Hotel Nirmala, Denpasar, pada Jumat (11/10/2025).</p>



<p>Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari jenjang SD dan SMP se-Bali ini bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan aksara daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Bali.</p>



<p>Sekda Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada anak-anak yang antusias mengikuti berbagai lomba bahasa, sastra, dan aksara Bali. &#8220;Festival ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya pelestarian bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Penting bagi kita untuk menanamkan kebiasaan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari agar tidak tergeser oleh bahasa asing,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekda Dewa Indra menyampaikan menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bahkan bahasa asing merupakan hal yang baik dan bernilai tambah. Namun, mempertahankan bahasa daerah sebagai bahasa ibu juga menjadi kewajiban moral dan budaya. &#8220;Bahasa, aksara, dan sastra merupakan wujud budaya yang memperkuat tradisi sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan Bali saat ini dan ke depan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dia menekankan bahwa menjaga eksistensi bahasa ibu bukan hal mudah karena menghadapi tantangan besar di tengah gempuran globalisasi. Oleh sebab itu, berbagai upaya pelestarian bahasa daerah perlu terus didukung dan diapresiasi. Hal ini, ujarnya, sejalan dengan visi pembangunan Bali yang berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.</p>



<p>Dia mengingatkan bahwa bahasa merupakan cerminan karakter dan identitas diri. &#8220;Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan tata krama, sopan santun, dan etika. Karena itu, pelajaran bahasa perlu terus ditanamkan sejak dini agar generasi muda tumbuh dengan karakter yang berbudaya,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Sementara Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Elis Setiati melaporkan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 dilaksanakan sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan ekspresi, kreativitas, serta kecintaan terhadap bahasa daerah. &#8220;Melalui festival ini, anak-anak diharapkan mampu menggali potensi diri sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari jati diri bangsa,&#8221; katanya.</p>



<p>Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Sri Haryanti turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia menilai Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan langkah positif dalam menggali potensi generasi muda Bali untuk menjaga keberlangsungan bahasa, sastra, dan aksara daerah. &#8220;Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah sebagai wujud nyata kecintaan terhadap kekayaan budaya lokal,&#8221; ujarnya. (*/bgn003)25101206</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/sekda-bali-dorong-pelestarian-bahasa-ibu-lewat-festival-tunas-bahasa-ibu-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uji Coba SIZE, Sekda Bali Dorong Penguatan Sistem Pengendalian Rabies dan Flu Burung</title>
		<link>https://baliglobalnews.com/uji-coba-size-sekda-bali-dorong-penguatan-sistem-pengendalian-rabies-dan-flu-burung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=uji-coba-size-sekda-bali-dorong-penguatan-sistem-pengendalian-rabies-dan-flu-burung</link>
					<comments>https://baliglobalnews.com/uji-coba-size-sekda-bali-dorong-penguatan-sistem-pengendalian-rabies-dan-flu-burung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin BGN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 12:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Bali Dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Coba SIZE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://baliglobalnews.com/?p=119607</guid>

					<description><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-1536x1023.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-450x300.jpg 450w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>Denpasar, Baliglobalnews Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri kegiatan uji coba Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia. Acara berlangsung di Ruang Serbaguna Balai Besar Veteriner Denpasar pada Kamis (11/9/2025). Sekda Bali menekankan pentingnya sistem ini sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-bottom:20px;"><img width="1600" height="1066" src="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174.jpg 1600w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-300x200.jpg 300w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-1024x682.jpg 1024w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-768x512.jpg 768w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-1536x1023.jpg 1536w, https://baliglobalnews.com/wp-content/uploads/2025/09/028839e8-8099-4e61-b209-32222f620174-450x300.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></div>
<p>Denpasar, Baliglobalnews</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri kegiatan uji coba Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia. Acara berlangsung di Ruang Serbaguna Balai Besar Veteriner Denpasar pada Kamis (11/9/2025).</p>



<p>Sekda Bali menekankan pentingnya sistem ini sebagai upaya memperkuat penanganan penyakit zoonosis di Bali, seperti flu burung dan rabies. Ia menjelaskan bahwa dinamika penyakit zoonosis cenderung fluktuatif dan tidak pernah benar-benar hilang. Bahkan, pada periode tertentu kasus dapat meningkat signifikan hingga menimbulkan kematian. &#8220;Di Bali, kasus rabies masih ditemukan di kabupaten/kota. Dengan adanya SIZE, kita dapat memperoleh informasi yang akurat sehingga memudahkan pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit zoonosis. Saya memberikan apresiasi dan berharap sistem ini bisa diaktifkan kembali serta terus dikembangkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan Kemenko PMK Nancy Dian Anggraeni menyampaikan bahwa sekitar 80 persen wilayah Indonesia merupakan daerah endemis penularan zoonosis dan penyakit infeksius baru. Oleh karena itu, pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi untuk mengantisipasi ancaman penyakit yang berpotensi menjadi wabah bahkan pandemi. &#8220;Kehadiran kami di sini adalah untuk memperkuat implementasi pencegahan penyakit zoonosis. SIZE dibangun sebagai sistem lintas kementerian untuk menangani ancaman zoonosis dan penyakit baru. Harapannya, dalam dua minggu ke depan sistem ini dapat berjalan sesuai konsep dan menjadi sumber informasi yang andal. Bahkan, SIZE telah dipilih Kementerian PANRB sebagai salah satu inovasi layanan publik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar Imron Suandy turut menyampaikan bahwa laporan harian terkait rabies telah ditayangkan di dasbor BPBD. Dia berharap uji coba SIZE dapat berjalan dengan baik serta mampu menghadirkan sistem berbagi data yang lebih sistematis dan terintegrasi.</p>



<p>Dia mengharapkan melalui SIZE, Bali dan Indonesia semakin siap menghadapi ancaman zoonosis maupun penyakit infeksius baru, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional. (*/bgn003)25091113</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://baliglobalnews.com/uji-coba-size-sekda-bali-dorong-penguatan-sistem-pengendalian-rabies-dan-flu-burung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
